ESSA Terus Mengawal Bisnis Penjualan Elpiji dan Amonia

Jum'at, 24 Mei 2019 - 21:38 WIB
ESSA Terus Mengawal...
ESSA Terus Mengawal Bisnis Penjualan Elpiji dan Amonia
A A A
JAKARTA - PT Surya Esa Perkasa Tbk (ESSA) terus mengawal bisnis dalam penjualan elpiji dan amonia. Mulai Juli tahun lalu ESSA memproduksi dan menjual amonia, melalui PT Panca Amara Utama yang mengoperasikan pabrik amonia di di Luwuk, Sulawesi Tengah.

Direktur Utama ESSA, Garibaldi Thohir menyampaikan tahun ini ESSA masih fokus untuk menjalankan bisnis penjualan elpiji dan amonia. “Kita akan pastikan dulu segala sesuatunya berjalan dengan baik,” ujarnya, Jumat (24/5/2019).

Dalam catatan sebelumnya, mereka mengucurkan dana sebesar USD800 juta untuk membangun pabrik tersebut. Sekarang ini utilitasi pabrik amonia tersebut sudah 16% melebihi dari kapasitas produksi yaitu sebesar 700.000 metrik ton. Sehingga ESSA memasang target produksi lebih dari 700.000 metrik ton amonia.

ESSA sendiri menjual amonia ke Jepang dan Korea, adapun rencana penambahan market baru seperti Taiwan dan China, dalam penjualan amonia ESSA sudah menandatangani perjanjian offtake ammonia sampai 2027.

Hingga kuartal pertama 2019, sambungnya, mereka sudah memproduksi sebanyak 200.000 metrik ton amonia. Lantaran utilisasi sudah mencapai 116%, kini ESSA juga sedang menjajaki adanya potensi untuk memabangun pabrik baru.

Hanya saja, pihak ESSA belum ingin membicarakan lebih lanjut mengenai rencana pembangunan pabrik anyar tersebut, dengan perkiraan pembangunan pabrik baru itu ESSA memerlukan waktu yang cukup lama. "Kemungkinan itu terus kita jajaki baik itu untuk ekspansi elpiji ataupun amonia," imbuhnya.

Selain berkecimpung dalam bisnis penjualan amonia, ESSA juga memiliki pabrik LPG berkapasitas 66.000 mt per tahun. Utilisasi pabrik elpini tersebut sudah 18% melebih kapasitas terpasang dan sudah memproduksi 18.000 mt sampai kuartal pertama tahun ini. Pada tahun lalu, perusahan membidik volume produksi sebesar 76,384 ton LPG, produksi tahun ini juga diproyeksikan tak berbeda jauh dengan tahun 2018.

Ia menambahkan, belanja modal atau capital expenditure (capex) yang dianggarkan untuk tahun ini sebesar USD5 juta, salah satunya digunakan untuk pemeliharaan mesin. Sumber dana berasal dari internal perusahaan. Dalam RUPST, ESSA menyetujui untuk tidak membagikan dividen tahun buku 2018.

Pendapatan mereka sepanjang tahun lalu sebesar USD148,04 juta dengan laba bersi USD41,41 juta. Pada tahun ini diharapkan pendapatan lebih tinggi seiring dengan adanya penjualan amonia.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pamit dari Komisaris...
Pamit dari Komisaris MDKA, Boy Thohir Borong 783,04 Juta Saham Surya Esa Perkasa
Selain Berubah Nama,...
Selain Berubah Nama, PT ESSA Industries Indonesia Tbk Kenalkan Sususan Direksi dan Komisaris Baru
PT GRP Tbk Jadi Pelanggan...
PT GRP Tbk Jadi Pelanggan Terbesar PLN
Penggagas Indonesia...
Penggagas Indonesia Terang Jalin Kerja Sama dengan Golf Sentul City
Dipolisikan, PT Darmi...
Dipolisikan, PT Darmi Bersaudara Tbk Nilai Ada Upaya Kriminalisasi
Beri Cek Kosong, Dirut...
Beri Cek Kosong, Dirut PT Darmi Bersaudara Tbk Dipolisikan
Berita Terkini
PT DSI Jadi Perantara...
PT DSI Jadi Perantara Tunggal Ekspor 3 Komoditas, Dony Oskaria: Hingga 31 Desember 2026
1 jam yang lalu
Dasco Bahas Tata Kelola...
Dasco Bahas Tata Kelola PT DSI Bersama Bahlil dan Kepala BP BUMN: Ada Beberapa Perlu Diperjelas
2 jam yang lalu
Dipakai Bayar Utang...
Dipakai Bayar Utang dan Jaga Rupiah, Cadangan Devisa Mei 2026 Ambles ke USD144,9 Miliar
3 jam yang lalu
NHM Terima Penghargaan...
NHM Terima Penghargaan atas Kontribusi Aktif dalam Perlindungan Lingkungan
3 jam yang lalu
Harga Emas Dibuka Naik...
Harga Emas Dibuka Naik Rp5 Ribu ke Rp2.743.000 per Gram, Intip Rinciannya
4 jam yang lalu
Marketplace kian Sesak,...
Marketplace kian Sesak, Momentum Baru bagi Pertumbuhan Bisnis Mandiri
5 jam yang lalu
Infografis
Piala Dunia 2026: Panggung...
Piala Dunia 2026: Panggung Terakhir Messi-Ronaldo dan Lahirnya Era Baru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved