Penjualan Sektor Ritel Inggris Kokoh di Bulan April

Sabtu, 25 Mei 2019 - 12:08 WIB
Penjualan Sektor Ritel...
Penjualan Sektor Ritel Inggris Kokoh di Bulan April
A A A
LONDON - Penjualan sektor ritel di Inggris cenderung kokoh pada bulan April, tetapi cuaca yang lebih hangat mendorong penjualan pakaian untuk mengimbangi penurunan belanja di daerah lain. Kantor Statistik Nasional mengatakan penjualan pada bulan April, bergerak mendatar dari bulan Maret dan lebih tinggi dari penurunan 0,3% yang diprediksi sebelumnya.

Seperti dilansir BBC, dalam tiga bulan hingga April terlihat peningkatan penjualan hingga 1,8% dengan rekor kuartal untuk sektor online. Statistik ONS Rhian Murphy mengatakan. pertumbuhan tiga bulan terlihat kuat dengan cuaca yang lebih panas meningkatkan penjualan. Data menggambarkan perubahan yang terjadi di High Street.

Penjualan dari peritel online naik 9,4% selama periode tiga bulan untuk menjadi tingkat pertumbuhan tertinggi tiga bulan sejak pencatatan dimulai, kata ONS, didorong oleh promosi dan penjualan. "Di tempat lain, department store terus melihat penjualan mereka jatuh," kata Murphy.

Penjualan department store turun 0,5% dan toko-toko barang rumah tangga jatuh 2,9%. Dibandingkan dengan tahun sebelumnya, penjualan naik sebesar 5,2% setelah kenaikan tahunan 6,7% pada bulan Maret.

ONS mengatakan bukti anekdotal dari peritel menunjukkan cuaca hangat di bulan April mendorong penjualan selama periode tersebut, termasuk periode Paskah. Sementara para ekonom mengatakan angka-angka tersebut menunjukkan Brexit tidak memiliki dampak pada pengeluaran.

"Angka penjualan ritel April adalah pengingat bahwa ketidakpastian politik tidak memiliki dampak nyata pada pengeluaran rumah tangga secara keseluruhan. Stabilitas volume pada April adalah hasil yang baik, mengikuti kenaikan kuat baru-baru ini," kata Samuel Tombs, kepala ekonom UK di Pantheon Macroeconomics.

Pengeluaran konsumen membantu mendorong ekonomi pada kuartal pertama tahun ini dan ekonom memandang angka penjualan ritel sebagai salah satu pengukur potensial untuk dampak pada pertumbuhan ekonomi.

Ruth Gregory, ekonom senior Inggris di Capital Economics, mengatakan volume penjualan mungkin lebih lemah jika peritel tidak melakukan diskon selama periode Paskah dan bahwa pertumbuhan bisa melambat pada kuartal kedua karena belanja rumah tangga berkurang.

"Dengan bagian lain dari ekonomi yang tidak memiliki kompensasi, ini mendukung pandangan kami bahwa pertumbuhan akan sedikit moderat pada (kuartal kedua) dan tetap lamban untuk sisa tahun ini," katanya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Menanti Gebrakan Ekonomi...
Menanti Gebrakan Ekonomi PM Inggris Rishi Sunak
Keuangan Inggris Terburuk...
Keuangan Inggris Terburuk Sejak 1945, Menkeu Baru Rachel Reeves Salahkan Pendahulunya
Ekonomi Inggris di Ambang...
Ekonomi Inggris di Ambang Kolaps, Krisis 1976 Bakal Terulang?
Inggris Masih Resesi,...
Inggris Masih Resesi, Ekonominya Minus 9,6 Persen pada Kuartal III
5 Fakta Resesi Ekonomi...
5 Fakta Resesi Ekonomi Inggris dan Apa Saja Dampaknya
Ekonomi Inggris Jatuh...
Ekonomi Inggris Jatuh ke Dalam Resesi pada Akhir 2023
Berita Terkini
IFG Life Bayarkan Klaim...
IFG Life Bayarkan Klaim Asuransi Kredit Nasabah Bank Sulselbar
8 menit yang lalu
AS-Iran Berdamai, Harga...
AS-Iran Berdamai, Harga Minyak Terjun Bebas ke Bawah USD80 per Barel
22 menit yang lalu
Harga Emas Antam Hari...
Harga Emas Antam Hari Ini Naik Rp4.000 per Gram, Simak Rinciannya
1 jam yang lalu
Harga Emas Bangkit usai...
Harga Emas Bangkit usai Trump Sebut Selat Hormuz Dibuka Pekan Ini
1 jam yang lalu
Selat Hormuz Dibuka,...
Selat Hormuz Dibuka, tapi Pemulihan Pasokan Minyak Global Butuh Berbulan-bulan
3 jam yang lalu
Momentum Indonesia Perkuat...
Momentum Indonesia Perkuat Fondasi Ketahanan Energi di 2026, Ini Kuncinya
12 jam yang lalu
Infografis
5 Negara Produsen Jet...
5 Negara Produsen Jet Tempur Terbesar di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved