BI Siapkan Data Penghubung untuk Transaksi Digital

Selasa, 28 Mei 2019 - 00:10 WIB
BI Siapkan Data Penghubung...
BI Siapkan Data Penghubung untuk Transaksi Digital
A A A
JAKARTA - Bank Indonesia (BI) tengah menyiapkan data penghubung (data hub) untuk seluruh transaksi digital di dalam negeri. Data tersebut pun nantinya bisa diakses oleh publik.

Asisten Gubernur Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran BI, Filianingsih Hendarta, mengatakan dengan adanya data hub tersebut nantinya tak ada lagi privatisasi data oleh suatu pihak tertentu. Sehingga risiko terhadap penyalahgunaan data bisa diniminalisir.

"BI akan mendorong penggunaan data hub. Nantinya tidak hanya dimiliki satu perusahaan saja. Kita akan reformasi pengaturan, pengawasan, sampai pelaporannya kalau kita punya data hub itu," ujar Fili di Gedung BI, Kebon Sirih, Jakarta, Senin (27/5/2019).

Filianingsih menambahkan, data saat ini adalah aset yang paling berharga. Sehingga diharapkan adanya hub data dapat mendorong perekonomian.

"Data is the new oil. Siapa yang punya data, dia berkuasa. Tapi data enggak akan jadi apa-apa until you manage the data," kata dia.

Direktur Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran BI, Erwin Haryono, menjelaskan data hub tersebut memerlukan peran otoritas. Namun dia bilang, data tersebut belum tentu dikelola oleh BI, bisa saja oleh kementerian dan lembaga lainnya.

"Diperlukan peran otoritas sehingga data bisa digunakan banyak orang. Nantinya ini akan menjadi data granular, ini kunci dalam ekonomi digital," katanya.

Erwin pun mencontohkan kasus yang terjadi di China, di mana perusahaan teknologi digital Alibaba menguasai data penduduk China. Hal ini justru menimbulkan dampak negatif seperti shadow banking.

Shadow banking adalah lembaga keuangan nonbank yang bertindak seolah bank, yaitu menerima dana dari masyarakat dan menyalurkan ke masyarakat. Namun lembaga ini tidak memiliki izin seperti bank.

"Alibaba berkembang sangat cepat, karena dia datanya dikekepin sendiri. Super kapitalis di negara komunis. Karena penggunaan data tapi dia ciptakan monopoli. Orang mulai takut ini seperti adanya shadow banking, dia berkembang cepat juga di China," jelasnya.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Makin Digemari, Transaksi...
Makin Digemari, Transaksi Digital Banking Tumbuh Positif
Tumbuh Pesat, Transaksi...
Tumbuh Pesat, Transaksi Digital Banking Naik Jadi Rp4.359,7 Triliun
Transaksi Digital Banking...
Transaksi Digital Banking Tembus Rp5 Ribu Triliun
Ngebut Open Banking,...
Ngebut Open Banking, Transaski Digital Bank Mandiri Tembus Rp5.800 Triliun
Tumbuh Positif, Transaksi...
Tumbuh Positif, Transaksi Digital Banking Makin Digemari
Gandeng bank bjb, Jalin...
Gandeng bank bjb, Jalin Dorong Transaksi Digital Banking di Daerah
Berita Terkini
Diplomasi Sawit Perlu...
Diplomasi Sawit Perlu Diperkuat untuk Jaga Daya Saing Ekspor
8 jam yang lalu
Perang AS-Iran Kian...
Perang AS-Iran Kian Sengit, ASEAN Wanti-wanti Krisis Pangan dan Energi
8 jam yang lalu
Garudafood Resmikan...
Garudafood Resmikan Rumah Maggot di Depok, Kelola 100 Ton Sampah Organik Jadi Nilai Ekonomi
8 jam yang lalu
MNC Sekuritas Dukung...
MNC Sekuritas Dukung MNC University dalam Seminar 'Crafting Your Career and Wealth in The Web3 Era'
9 jam yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Regional JBB Manfaatkan Tenaga Surya Tingkatkan Ekonomi Masyarakat
9 jam yang lalu
Bea Cukai Tak Jadi Dibubarkan...
Bea Cukai Tak Jadi Dibubarkan Prabowo, Ini Alasannya
9 jam yang lalu
Infografis
5 Buah Rendah Gula yang...
5 Buah Rendah Gula yang Aman untuk Diet, Tetap Manis dan Menyegarkan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved