Ngebut Open Banking, Transaski Digital Bank Mandiri Tembus Rp5.800 Triliun
Kamis, 08 Oktober 2020 - 16:19 WIB
loading...
Transaksi digital Bank Mandiri terus mengalami peningkatan. FOTO/dok.SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Perputaran ekonomi yang melambat dipicu oleh kondisi pandemi global menjadi tantangan bersama bagi para pelaku usaha nasional untuk terus berinovasi meningkatkan efektivitas dan efisiensi di segala aspek dalam rangka mempertahankan output dan sustainability revenue. Tata kelola keuangan yang efektif merupakan aspek terpenting perusahaan yang seringkali menjadi perhatian khusus meliputi simplifikasi bisnis proses penanganan likuiditas, arus keluar masuk dana serta strategi investasi yang optimal.
Pengelolaan keuangan yang sehat mendorong perusahaan terus berkontribusi secara positif dalam mendukung laju roda ekonomi dan kesejahteraan masyarakat di masa pandemi ini. Bank Mandiri menghadirkan layanan transaction banking berbasis digital yang handal dalam mendukung tata kelola keuangan mulai dari kebutuhan cash management, aktifitas perdagangan serta solusi transaksional spesifik berbasis komunitas/ekosistem seperti sektor kesehatan, pendidikan dan pelabuhan.
Direktur Treasury, International Banking & SAM Darmawan Junaidi mengungkapkan bahwa tantangan bagi para corporate treasurer saat ini adalah bagaimana mengoptimalkan likuiditas melalui konsep tata kelola keuangan yang praktis, tepat dan prudent sehingga menunjang seluruh aspek kinerja bisnis atau perusahaan secara umum. Di sinilah peran layanan Bank Mandiri untuk mendukung rencana pencapaian pelaku industri melalui solusi transaction banking berbasis digital yang tepat guna, scalable dan reliable.
"Kontribusi transaksi digital melalui Mandiri Cash Management (MCM) pada Agustus 2020 sebesar 67 juta transaksi senilai Rp. 5.800 triliun atau tumbuh 20% dari periode yang sama di tahun sebelumnya. Ini membuktikan peran aktif Bank Mandiri saat ini semakin dibutuhkan untuk menumbuhkan aktfitas transaksi keuangan nasional di tengah pandemi," lanjut Darmawan di Jakarta, Kamis (8/10/2020).
Baca Juga: Siap Dilantik Erick Thohir, Ini Dia Calon Kuat Dirut Bank Mandiri
Pengelolaan keuangan yang sehat mendorong perusahaan terus berkontribusi secara positif dalam mendukung laju roda ekonomi dan kesejahteraan masyarakat di masa pandemi ini. Bank Mandiri menghadirkan layanan transaction banking berbasis digital yang handal dalam mendukung tata kelola keuangan mulai dari kebutuhan cash management, aktifitas perdagangan serta solusi transaksional spesifik berbasis komunitas/ekosistem seperti sektor kesehatan, pendidikan dan pelabuhan.
Direktur Treasury, International Banking & SAM Darmawan Junaidi mengungkapkan bahwa tantangan bagi para corporate treasurer saat ini adalah bagaimana mengoptimalkan likuiditas melalui konsep tata kelola keuangan yang praktis, tepat dan prudent sehingga menunjang seluruh aspek kinerja bisnis atau perusahaan secara umum. Di sinilah peran layanan Bank Mandiri untuk mendukung rencana pencapaian pelaku industri melalui solusi transaction banking berbasis digital yang tepat guna, scalable dan reliable.
"Kontribusi transaksi digital melalui Mandiri Cash Management (MCM) pada Agustus 2020 sebesar 67 juta transaksi senilai Rp. 5.800 triliun atau tumbuh 20% dari periode yang sama di tahun sebelumnya. Ini membuktikan peran aktif Bank Mandiri saat ini semakin dibutuhkan untuk menumbuhkan aktfitas transaksi keuangan nasional di tengah pandemi," lanjut Darmawan di Jakarta, Kamis (8/10/2020).
Baca Juga: Siap Dilantik Erick Thohir, Ini Dia Calon Kuat Dirut Bank Mandiri
Lihat Juga :