Bentuk Independensi Investor dalam Mengoptimalkan Aset

Jum'at, 07 Juni 2019 - 10:11 WIB
Bentuk Independensi...
Bentuk Independensi Investor dalam Mengoptimalkan Aset
A A A
JAKARTA - Bareksa merambah segmen premium lewat Bareksa Prioritas guna memperkenalkan platform digitalnya ke nasabah-nasabah high net-worth di Indonesia. Sosialisasi platform digital dalam instrumen investasi yang masih erat dengan lembaga keuangan konvensional tentunya membawa tantangan tersendiri bagi Bareksa Prioritas.

Didukung oleh tenaga advisor yang berpengalaman selama lebih dari 10 tahun di industri, Karaniya Dharmasaputra Co-Founder/CEO Bareksa.com mengakui bahwa proses edukasi ke investor tentang aspek keamanan pun masih terus berjalan.

“Faktor kenyamanan dan kepekaan akan segi security kami nilai sangat berpengaruh terhadap kepercayaan investor. Ketika kepercayaan sudah kami capai, tentu akan berdampak pada keputusan investor dalam menggunakan layanan Bareksa Prioritas serta menempatkan dananya di salah satu kelas aset reksa dana yang sudah kami seleksi," jelasnya.

Bagi segmen premium, edukasi tentang segi keamanan berinvestasi reksa dana di platform online masih sangat diperlukan dan tentunya lewat pendekatan yang lebih personal. "Inilah yang menjadi nilai tambah Bareksa Prioritas sebagai online marketplace reksa dana bagi segmen kelas atas,” tambah Karaniya.

Kemudahan berinvestasi secara digital ditujukan untuk mempermudah penetrasi literasi dan inklusi keuangan nasional lewat investasi pasar modal. Namun, proses di atas tidak lepas dari potensi risiko dimana investor mengalami hambatan saat berinvestasi karena minimnya pengetahuan dasar seputar instrumen investasinya.

Dalam konteks investasi dengan pola hubungan personal yang sudah demikian kuat terjalin antara perbankan dan investor high net-worth juga kerap menjadi tantangan bagi pelaku bisnis fintech yang ingin merambah pangsa pasar ini. Kedekatan personal seringkali berimbas pada pembentukan mindset investor bahwa jika terjadi risiko dalam pengelolaan aset, maka pihak yang bisa dimintai pertanggung jawaban adalah pihak yang selama ini berkomunikasi intens dengan investor.

Karenanya, tantangan bagi investor di platform digital adalah mereka harus memahami konsep investasi reksa dana, peranan para pihak yang terlibat, serta secara aktif harus memahami faktor risiko dalam berinvestasi.

“Literasi tentang investasi di Indonesia masih sangat minim. Hal ini bisa kita lihat dari investor pemula ataupun yang sudah familiar dengan beragam instrumen investasi. Baik di platform konvensional maupun digital. Karenanya, salah satu cara menghindari hal tersebut adalah dengan memperbanyak konten-konten edukasi tanpa memandang pengalaman seseorang berkecimpung di dunia investasi. Semua pastinya butuh edukasi dan pembaruan informasi untuk selalu update dengan perubahan pasar,” tutur Karaniya.

Edukasi investor juga dilakukan oleh para advisor Bareksa Prioritas, termasuk soal keamanan dan transparansi transaksi. Hal ini dilakukan agar terbangun pemahaman konsep yang tepat, karena misi dari Bareksa Prioritas sendiri adalah agar setiap investor memiliki independensi dalam menentukan strategi untuk mengoptimalkan asetnya.

Bareksa Prioritas menawarkan gabungan antara relasi personal investor dan advisor dengan proses digital untuk wealth management investor. Pendampingan tim advisor ini diharapkan dapat membantu investor dalam pengambilan keputusan yang objektif dan tepat.

“Hampir sebagian besar advisor Bareksa Prioritas berasal dari perbankan dan manajer investasi, karenanya mereka sangat paham akan karakter investor high net-worth. Penyampaian informasi tentang peranan Bank Kustodian, Manajer Investasi dan Agen Penjual selalu kami sampaikan kepada setiap calon investor. Bersama dengan dukungan riset pasar nasional dan global dari partner kami Jagartha Advisors, tim advisor Bareksa Prioritas secara transparan akan memberikan arahan objektif dan strategi investasi terbaik kepada investor,” tutup Karaniya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Mantan Bos Bursa Minta...
Mantan Bos Bursa Minta OJK Usut Tuntas Kasus Nasabah Minna Padi
Wujudkan Masyarakat...
Wujudkan Masyarakat Indonesia Merdeka Finansial, STAR Asset Management dan DANA Hadirkan Investasi Reksa Dana
Kolaborasi Perkuat Akses...
Kolaborasi Perkuat Akses Reksa Dana Global Syariah Berbasis USD
Distribusikan Reksadana...
Distribusikan Reksadana Pilihan, Principal Indonesia Gandeng Standard Chartered Indonesia
Kurang dari Tiga Tahun,...
Kurang dari Tiga Tahun, Jumlah Investor Reksa Dana Meningkat 39%
Kesalahan Investor Pemula...
Kesalahan Investor Pemula Saat Berinvestasi Reksa Dana
Berita Terkini
Kebijakan Tambang RI...
Kebijakan Tambang RI Berubah-ubah, Investor China Mulai Alihkan Investasi Nikel ke Afrika
28 menit yang lalu
Saatnya Bayar Tagihan...
Saatnya Bayar Tagihan PBB-P2, Ada Diskon 7,5% hingga 31 Juli 2026
57 menit yang lalu
Barat Remehkan Blokade...
Barat Remehkan Blokade Selat Hormuz, Pasokan Minyak Dunia di Titik Kritis
1 jam yang lalu
MDLA Luncurkan Armada...
MDLA Luncurkan Armada Mobil Listrik, Dorong Transformasi Distribusi Rendah Emisi
4 jam yang lalu
Tren Mobilitas Ramah...
Tren Mobilitas Ramah Lingkungan Meningkat, Pembiayaan Kendaraan Listrik MUF Melesat
10 jam yang lalu
Rupiah Amburadul Rp18...
Rupiah Amburadul Rp18 Ribu, Produk Rumah Tangga Unilever Bakal Naik Harga di Kuartal II 2026
11 jam yang lalu
Infografis
Menelusuri Jejak 6 Kartel...
Menelusuri Jejak 6 Kartel Paling Kejam dalam Sejarah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved