Antisipasi Kerugian Kerja Sama Kemenpar dan AirAsia

Senin, 10 Juni 2019 - 12:50 WIB
Antisipasi Kerugian...
Antisipasi Kerugian Kerja Sama Kemenpar dan AirAsia
A A A
JAKARTA - Kerja sama Kementerian Pariwisata (Kemenpar) dengan AirAsia dalam rangka promosi penerbangan ke Indonesia melalui kampanye pemasaran di Australia dipertanyakan. Walaupun cara itu disebut pihak Kemenpar, lebih murah dibandingkan memasang iklan di luar negeri maupun media.

"Model kerja sama seperti ini harus ditinjau kembali oleh Menteri Pariwisata Arief Yahya. Kemenpar semestinya memaksimalkan peranan perusahaan-perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sektor pariwisata, penerbangan dan lainnya untuk mempromosikan wisata Wonderful Indonesia," ujar Sekretaris Jenderal DPP Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Clance Teddy lewat keterangan resmi di Jakarta, Senin (10/6/2019).

Menurutnya kenapa justru menggandeng perusahaan swasta asing? Ketika sudah ada BUMN yang diajak kerja sama Kemenpar. "Ini yang mestinya lebih ditingkatkan dan diperhatikan. Apalagi peran perusahaan BUMN Penerbangan dalam menjalankan penugasan pemerintah sudah teruji, seperti membuka rute ke Saumlaki, Labuan Bajo, Sibolga, Belitung dll yang tidak dibayar pemerintah," jelasnya.

Kerja sama Kemenpar dan AirAsia terang Clance, sepertinya juga mungkin perlu ditinjau dari aspek hukum agar tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari. Tak ada salahnya untuk diantisipasi supaya mencegah terjadinya kerugian yang muncul akibat kerja sama tersebut.

Untuk diketahui, Kemenpar bekerja sama dengan AirAsia. Kemenpar mengucurkan Rp4,3 miliar. Sebagai gantinya, Air Asia berkomitmen mendatangkan lebih dari 15.000 wisatawan melalui rute baru Perth-Lombok.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Jadi Momok Wisatawan,...
Jadi Momok Wisatawan, Aturan Karantina Pariwisata Dihapus?
World Tourism Day 2020...
World Tourism Day 2020 Jadi Momentum Pengembangan Pariwisata di Pedesaan
Dongkrak Pariwisata,...
Dongkrak Pariwisata, Jabar Kembangkan 76 Objek Wisata Baru Berbasis Alam
Kehadiran Wahana Terbesar...
Kehadiran Wahana Terbesar Bakal Bangkitkan Pariwisata Bali
Dorong Pariwisata Indonesia...
Dorong Pariwisata Indonesia Makin Mendunia Lewat Konten YouTube
Industri Pariwisata...
Industri Pariwisata Bali Siap Jalani New Normal Pariwisata
Berita Terkini
Asprindo Dorong Skema...
Asprindo Dorong Skema Hybrid Pengelolaan Blok Andaman
1 jam yang lalu
20 Negara Pengimpor...
20 Negara Pengimpor Terbesar Produk China, Indonesia Peringkat Berapa?
2 jam yang lalu
Industri Diajak Bergerak...
Industri Diajak Bergerak Cepat Adopsi Energi Surya
3 jam yang lalu
Migrasi Pertamax ke...
Migrasi Pertamax ke Pertalite, Subsidi BBM Terancam Jebol Rp19,5 Triliun
3 jam yang lalu
Komitmen Perbaikan Tata...
Komitmen Perbaikan Tata Kelola Pengadaan Energi, Pertamina Patra Niaga Gelar FGD
5 jam yang lalu
Rupiah Menguat dalam...
Rupiah Menguat dalam Sepekan, Simak Prediksi Pekan Depan
6 jam yang lalu
Infografis
Piala Dunia 2026: Panggung...
Piala Dunia 2026: Panggung Terakhir Messi-Ronaldo dan Lahirnya Era Baru
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved