Rehabilitasi Irigasi Turut Berperan Peningkatan Produksi Padi 8,21 Juta Ton

Senin, 10 Juni 2019 - 20:34 WIB
Rehabilitasi Irigasi...
Rehabilitasi Irigasi Turut Berperan Peningkatan Produksi Padi 8,21 Juta Ton
A A A
JAKARTA - Rehabilitasi irigasi yang digencarkan Kementerian Pertanian (Kementan) terbukti berhasil mendongkrak produksi pangan. Dalam kurun waktu 2015 hingga April 2019, dampak dari kegiatan tersebut mampu meningkatkan produksi padi sebanyak 8,21 juta ton.

Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan, Sarwo Edhy, mengatakan sejak pemerintah melaksanakan program rehabilitasi jaringan irigasi tahun 2015 hingga 2019 telah berdampak siginifikan dalam peningkatan produksi pangan, khususnya padi.

"Bukan hanya lahan sawah yang dapat terairi kini mencapai 3,129 juta hektar (ha), tapi juga indeks pertanaman (IP) naik 0,5. Dampak lebih lanjutnya adalah pada peningkatan produksi sebanyak 8,21 juta ton," ujar Sarwo Edhy, Senin (10/6/2019).

Selain mampu meningkatkan produksi, rehabilitasi jaringn irigasi juga mampu mempertahankan produksi padi sebesar 16,36 juta ton. Artinya, total produksi padi selama lima tahun pada daerah yang terkena kegiatan rehabilitasi mencapai 24,37 juta ton.

"Karena berdampak siginifikan, kami berharap program ini dapat dilanjutkan pada tahun-tahun mendatang," harapnya.

Karena dampaknya cukup nyata, Sarwo Edhy berpesan agar petani yang tergabung dalam P3A atau kelompok tani ikut menjaga jaringan irigasi yang sudah direhabilitasi.

"Kalau ada bangunan irigasi yang rusak sedikit, saya minta P3A atau kelompok tani untuk segera memperbaiki. Jaringan irigasi agar dipelihara agar awet. Paling tidak umur ekonomisnya mencapai 30 tahun," tuturnya.

Sarwo Edhy memberikan apresiasi di beberapa lokasi, ternyata tidak sedikit pelaksanaan kegiatan ini dibarengi dengan dukungan secara swadaya, baik dalam bentuk modal kerja maupun barang dari masyarakat tani. Namun demikian, ia menegaskan, dalam rehabilitasi pihaknya hanya menangani jaringan irigasi yang bermasalah.

"Tidak semuanya. Kadang ada Pemda meminta untuk perbaikan jaringan irigasi, tapi sekedar untuk memperbaiki saluran, padahal fungsinya tidak bermasalah. Ini yang tidak kita inginkan. Kita prioritaskan adalah daerah irigasi yang bermasalah," tambahnya.

Sarwo Edhy menambahkan, untuk pengelolaan air irigasi dalam kurun waku 4 tahun, pihaknya telah membangun jaringan irigasi tingkat usaha tani dan pengembangan sumber air (model padat karya) oleh petani.

"Jenis kegiatan berupa rehabilitasi jaringan irigasi tersier, pembangunan irigasi perpompaan, serta pengembangan embung, dam parit atau long storage," pungkasnya.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Mentan YSL Perkenalkan...
Mentan YSL Perkenalkan Irigasi Perpompaan, Petani Padeglang Kini Bisa Dua Kali Tanam
Review IPDMIP, Kementan...
Review IPDMIP, Kementan Dukung Keberlanjutan Irigasi
Kementan Latih Petani...
Kementan Latih Petani Kenali Musuh Alami melalui Sekolah Lapang IPDMIP
IPDMIP Dukung Kementan...
IPDMIP Dukung Kementan Capai Ketahanan Pangan
IPDMIP Dukung Kementan...
IPDMIP Dukung Kementan Tingkatkan Peran Petani di Lahan Irigasi
Saluran Irigasi Direhabilitasi,...
Saluran Irigasi Direhabilitasi, Produktivitas di Belawa Wajo Meningkat
Berita Terkini
Trump Getok Tarif Impor...
Trump Getok Tarif Impor Baru ke 60 Negara, Sekutu di Asia Protes Keras
23 menit yang lalu
Pasokan Minyak Global...
Pasokan Minyak Global Semakin Ketat, India dan China Berebut Diskon dari Rusia
1 jam yang lalu
Pertamina Foundation...
Pertamina Foundation Tanamkan Peduli Lingkungan Usia Dini
10 jam yang lalu
Panda Bond Indonesia...
Panda Bond Indonesia Raih Rating AAA, Purbaya: Ada yang Bilang Saya Bohong
11 jam yang lalu
Indonesia Perlu Arah...
Indonesia Perlu Arah Kebijakan Baru Jadi Pusat Hilirisasi Sawit Dunia
11 jam yang lalu
Tingkatkan Nilai Jual...
Tingkatkan Nilai Jual TBS, 133 Pekebun Muara Enim Ikuti Pelatihan Panen Sawit
11 jam yang lalu
Infografis
Ini Rincian Gaji Anggota...
Ini Rincian Gaji Anggota DPR Jadi Rp65,5 Juta usai Pemangkasan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved