Review IPDMIP, Kementan Dukung Keberlanjutan Irigasi

loading...
Review IPDMIP, Kementan Dukung Keberlanjutan Irigasi
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo saat menjawab pertanyaan wartawan didampingi Kepala BPPSDMP Dedi Nursyamsi, belum lama ini. (Foto: Humas Kementan)
JAKARTA - Kedaulatan pangan menjadi target utama pembangunan sektor pertanian oleh Kementerian Pertanian (Kementan) . Berbagai program dilakukan untuk mencapai target tersebut. Di antaranya Integrated Participatory Development and Management of Irrigation Project (IPDMIP) pada lahan pertanian di daerah irigasi (DI).

Kepala Badan Pengembangan dan Penyuluhan Sumber Daya Manusia Pertanian Kementan (BPPSDMP) Dedi Nursyamsi menekankan tujuan IPDMIP mendukung program ketahanan pangan nasional. Khususnya program pemerintah di bidang irigasi untuk mencapai keberlanjutan sistem irigasi kewenangan pusat, provinsi maupun kabupaten.

(Baca juga:Kementan Ajak Petani Gunakan Pemupukan Berimbang)

“IPDMIP merupakan program atau kegiatan Kementan di bawah koordinasi BPPSDMP, maka IPDMIP harus support. Tupoksi (tugas pokok dan fungsi) BPPSDMP membangun SDM pertanian, khususnya 74 kabupaten di 16 provinsi yang menjadi target IPDMIP,” kata Dedi Nursyamsi.



Program IPDMIP, katanya, merupakan bentuk kerja sama Kementan dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) dan pemerintah daerah untuk mendukung pencapaian ketahanan pangan.

(Baca juga:Benih Padi Kementan Dukung Produktivitas Petani Penangkar)

“Tujuan kita menyediakan pangan seluruh penduduk Indonesia. Jangan biarkan seorang pun kelaparan. Kalau ada satu orang Indonesia kelaparan, itu terlalu banyak. Ingat, IPDMIP digulirkan untuk mencapai kedaulatan pangan nasional. Ini harus tercapai,” kata Dedi.

Tujuan IPDMIP sejalan dengan instruksi dan arahan Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo untuk meningkatkan kesejahteraan petani. Meskipun jumlahnya mayoritas namun belum sejahtera karena dihadapkan pada sarana produksi yang mahal. Sementara saat panen tiba, harga hasil produksi petani terjun bebas.

“Dengan IPDMIP, kita akan menggenjot produktivitas pertanian, khususnya di daerah irigasi. Diharapkan pendapatan petani naik sehingga kesejahteraan petani juga meningkat,” kata Mentan.

(Baca juga:Kementan: Alokasi Impor GPS Sudah Sesuai Kalkulasi)



Tujuan Kementan yang didukung IPDMIP disikapi positif pemerintah daerah. Seperti Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tolitoli, Sulawesi Tengah (Sulteng) yang menggelar Pertemuan Bulanan IPDMIP (Monthly Extesion Review Meetings) dengan agenda review pelaksanaan penyuluhan IPDMIP.

“Kegiatan review untuk menelaah kegiatan yang telah dilaksanakan selama sebulan berjalan, sehingga kita bisa mengetahui apa yang harus diperbaiki agar kegiatan IPDMIP berjalan maksimal,” kata Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Pemkab Tolitoli, H Rustan Rewa di Tolitoli, Kamis (6/5/2021).

Rustan Rewa mengingatkan kegiatan IPDMIP mendukung tercapainya ketahanan pangan di Tolitoli seraya mendorong peningkatan produksi beras di tengah pandemi Covid-19, sekaligus ujung tombak peningkatan ekonomi petani dan masyarakat.

Dia mengharapkan tim penyuluh dan tim program IPDMIP dari Provincial Project Implementation Unit (PPIU) Sulteng dan District Project Implementation Unit (PPIU) Tolitoli, menjadikan pertemuan bulanan untuk evaluasi.

“Kendala dan tantangan harus menjadi catatan penting. Tim penyuluh dan tim IPDMID harus bahu-membahu, seperti kegiatan Sekolah Lapang Tanaman Terpadu pada daerah irigasi perlu ditingkatkan, untuk menambah wawasan petani melaksanakan budidaya padi sawah,” kata Rustan Rewa selaku pemateri kegiatan review.
(dar)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top