Sri Mulyani Ramal BI Bakal Turunkan Suku Bunga Acuan
Rabu, 12 Juni 2019 - 17:50 WIB
Sri Mulyani Ramal BI Bakal Turunkan Suku Bunga Acuan
A
A
A
JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan, dengan adanya goncangan ekternal, pemerintah bersama bank sentral akan tetap fokus menjaga stabilitas ekonomi domestik. Diperkirakan olehnya Bank Indonesia (BI) akan segera melakukan penurunan suku bunga dari saat ini di level 6%.
"Saya rasa BI juga akan melakukan adjustment atau penyesuaian stance monetary policy-nya. Bagaimana BI akan melakukan, saya tentu hormati BI," ujar Menkeu Sri Mulyani di Gedung BPK RI, Jakarta, Rabu (12/6/2019).
BI diyakini bakal melakukan penyesuaian suku bunga acuan atau BI 7 Day Repo Rate, lantaran kondisi ekonomi global yang menunjukkan risiko pelemahan. Bahkan beberapa analis memperkirakan bank sentral AS atau Federal Reserve akan menunda kenaikan suku bunga acuan hingga akhir tahun ini.
Sementara beberapa analis lainnya justru memperkirakan Fed Fund Rate bisa turun di tahun ini. Menurut Menkeu, selain melalui kebijakan suku bunga acuan, BI juga akan melakukan penyesuaian pada kebijakan makroprudensial.
Keduanya diharapkan dapat menjaga stabilitas perekonomian domestik. "Mereka (BI) akan gunakan policy suku bunga maupun policy makroprudential. Dua-duanya sangat brrguna bagi ekonomi kita. Jadi saya hormati," jelasnya.
Sebelumnya BI sempat mengatakan, bakal membuka ruang kebijakan moneter yang akomodatif, sejalan dengan rendahnya inflasi dan upaya untuk mendorong pertumbuhan ekonomi domestik.
Gubernur BI Perry Warjiyo mengungkapkan, arah kebijakan akomodatif tersebut akan diambil dengan memperhatikan sejumlah perkembangan, di antaranya kondisi pasar keuangan global dan stabilitas eksternal perekonomian domestik.
"Saya rasa BI juga akan melakukan adjustment atau penyesuaian stance monetary policy-nya. Bagaimana BI akan melakukan, saya tentu hormati BI," ujar Menkeu Sri Mulyani di Gedung BPK RI, Jakarta, Rabu (12/6/2019).
BI diyakini bakal melakukan penyesuaian suku bunga acuan atau BI 7 Day Repo Rate, lantaran kondisi ekonomi global yang menunjukkan risiko pelemahan. Bahkan beberapa analis memperkirakan bank sentral AS atau Federal Reserve akan menunda kenaikan suku bunga acuan hingga akhir tahun ini.
Sementara beberapa analis lainnya justru memperkirakan Fed Fund Rate bisa turun di tahun ini. Menurut Menkeu, selain melalui kebijakan suku bunga acuan, BI juga akan melakukan penyesuaian pada kebijakan makroprudensial.
Keduanya diharapkan dapat menjaga stabilitas perekonomian domestik. "Mereka (BI) akan gunakan policy suku bunga maupun policy makroprudential. Dua-duanya sangat brrguna bagi ekonomi kita. Jadi saya hormati," jelasnya.
Sebelumnya BI sempat mengatakan, bakal membuka ruang kebijakan moneter yang akomodatif, sejalan dengan rendahnya inflasi dan upaya untuk mendorong pertumbuhan ekonomi domestik.
Gubernur BI Perry Warjiyo mengungkapkan, arah kebijakan akomodatif tersebut akan diambil dengan memperhatikan sejumlah perkembangan, di antaranya kondisi pasar keuangan global dan stabilitas eksternal perekonomian domestik.
(akr)
Lihat Juga :