Sri Mulyani Ungkap Kebutuhan Investasi RI 2020 Capai Rp5.832 Triliun

Kamis, 13 Juni 2019 - 18:49 WIB
Sri Mulyani Ungkap Kebutuhan...
Sri Mulyani Ungkap Kebutuhan Investasi RI 2020 Capai Rp5.832 Triliun
A A A
JAKARTA - Pemerintah menargetkan angka pertumbuhan ekonomi sebesar 5,3 hingga 5,6% pada Kerangka Ekonomi Makro RAPBN 2020. Untuk merealisasikan angka tersebut, pemerintah menyebutkan perlu adanya peningkatan kebutuhan angka investasi nasional untuk tahun depan.

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengatakan, untuk dapat merealisasikan angka tersebut maka investasi (Pembentukan Modal Tetap Bruto/PMTB) perlu tumbuh di angka 7 sampai dengan 7,4%. Dengan angka kebutuhan investasi pada rentang Rp5.802 triliun - Rp5.823 triliun.

"Maka kita lihat komposisi pelaku investasi baik investasi berasal dari pemerintah, BUMN, perusahaan non BUMN, PMA dan dari sisi pure private kebutuhan investasi adalah antara Rp5.802 triliun hingga Rp5.823 triliun," ujar Menkeu Sri Mulyani di Gedung DPR, Jakarta, Kamis (13/6/2019).

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu menjelaskan, untuk total angka kebutuhan investasi tersebut, pihak swasta ditargetkan akan menjadi penyumbang utama. Dengan rentang angka antara Rp4.205 triliun - Rp4.221 triliun. "Mayoritas akan dan harus berasal dari private sector," katanya.

Sedangkan penanaman modal asing langsung (FDI) ditargetkan mampu menyumbangkan angka investasi sebesar Rp426 triliun - Rp428 triliun. Sementara itu, pemerintah pusat dan pemerintah daerah diharapkan mampu memberikan sumbangsih investasi sebesar Rp540 trilun - Rp572 triliun.

Dengan angka sumbangsih pemerintah pusat sebesar Rp246 triliun - Rp261 triliun, sementara penerintah daerah sebesar Rp293 triliun - Rp310 triliun. "Ini kenaikan yang cukup signifikan dibandingkan dengan proyeksi investasi pemerintah 2019 sebesar Rp483 triliun," ujarnya.

Dia menambahkan, untuk Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ditargetkan mampu menyumbangkan investasi Rp471 triliun - Rp473 triliun. Angka ini meningkat dibandingkan proyeksi 2019 sebesar Rp429 triliun. "BUMN diperkirakan masih akan melakukan ekspansi investasi, meskipun tidak setinggi 2018, namun lebih tinggi dari perkiraan 2019," tuturnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Indonesia Butuh Rp47.587,3...
Indonesia Butuh Rp47.587,3 Triliun untuk Pertumbuhan Ekonomi 8%
Ekonomi RI 2024 Ditargetkan...
Ekonomi RI 2024 Ditargetkan Tumbuh 5,7%, Butuh Investasi Rp1.650 Triliun
Ramalan Jokowi: Ekonomi...
Ramalan Jokowi: Ekonomi RI Tahun 2022 Tumbuh 5,5%
Pertumbuhan Ekonomi...
Pertumbuhan Ekonomi Sulawesi Selatan Kuartal I Tahun 2024
Dorong Industri Event...
Dorong Industri Event untuk Pertumbuhan Ekonomi Nasional
Proyeksi Pertumbuhan...
Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi RI Kembali Dipangkas
Berita Terkini
5 Data Ini Perlihatkan...
5 Data Ini Perlihatkan Bagaimana Tarif Impor Terbaru Trump Berdampak ke Ekonomi
32 menit yang lalu
Cegah Likuidasi Paksa,...
Cegah Likuidasi Paksa, Tes Insolvensi Ganda Mendesak Diterapkan dalam UU Kepailitan
1 jam yang lalu
Catcrs Bangun Ekosistem...
Catcrs Bangun Ekosistem Layanan Aset Kripto yang Komprehensif, Ini yang Dilakukan
1 jam yang lalu
Purbaya Diterpa Kabar...
Purbaya Diterpa Kabar Rangkap Jabatan Menkeu dan Gubernur BI: Saya Mah Isu Abadi
1 jam yang lalu
Danantara Ikut Rapat...
Danantara Ikut Rapat KSSK, Purbaya: Hadir Sebagai Undangan, Tak Punya Hak Suara
2 jam yang lalu
Konsep Green Living...
Konsep Green Living Kian Diminati, Hunian Berlingkungan Hijau Jadi Incaran
2 jam yang lalu
Infografis
Tiga Alasan Microsoft...
Tiga Alasan Microsoft Investasi Rp27 Triliun di Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved