Digitalisasi Menjadi Keharusan Demi Keberlangsungan Bisnis

Kamis, 20 Juni 2019 - 04:17 WIB
Digitalisasi Menjadi...
Digitalisasi Menjadi Keharusan Demi Keberlangsungan Bisnis
A A A
JAKARTA - Pelaku bisnis harus menyesuaikan perkembangan teknologi untuk mempertahankan keberlangsungan kegiatan bisnis. Manajer Pemasaran Online Training PPM Manajemen Rahadi Catur Yuwono menuturkan, teknologi berdampak sangat besar bagi perusahaan terutama untuk memahami dan memenuhi perubahan kebutuhan konsumen.

Untuk itu menurutnya perusahaan perlu terus belajar dalam ranah pengembangan karyawan. "Kalau sebuah organisasi, apabila karyawan berhenti belajar maka mereka akan berhenti berkarier," ujarnya dalam diskusi di Gedung PPM Manajemen, Jakarta.

Menurut dia, pola pembelajaran telah bergeser dari yang hanya di dalam kelas menjadi pembelajaran daring atau online learning. Tidak sedikit perusahaan yang telah berinvestasi besar untuk mengembangkan e-learning mulai dari investasi teknologi hingga membangun konten materi yang interaktif. Namun hal ini menjadi sia-sia apabila perubahan tidak diikuti dengan budaya yang mendukung terciptanya perubahan.

"Ada dua faktor yang harus dimiliki organisasi. Pertama, komitmen dari pimpinan kerja, leader juga harus bisa digital. Kedua, membangun culture dengan karyawan," jelasnya.

Vice President Human Capital Angkasa Pura 1 Imron Qodari mengatakan, proses masuk dalam digitalisasi memerlukan waktu dan tahapan yang cukup lama. Untuk itu dibutuhkan komitmen yang sangat tinggi. "Di sini peran pemimpin bagaimana bisa membangkitkan semangat. Karena tanpa peran people manager sangat sulit mentransformasi budaya digitalisasi dan budaya perusahaan," tuturnya.

Sementara Vice President Human Capital Dwidayatour World Wide Dede Yuliawaty mengungkapkan, perusahaan mampu terus tumbuh selama 52 tahun dalam bisnis travel agent meski harus bersaing dengan online travel agent yang semakin banyak tumbuh.

"Bisnis travel agent yang konvensional tidak pernah mati. Untuk menjaga itu, kami harus berbenah. Kami sudah ada di seluruh Indonesia. Selain memiliki offline, kami juga mempunyai situs online," ungkapnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Era Booming Teknologi...
Era Booming Teknologi Digital, Ekonom Sebut Ada 4 Tantangan Krusial
China dan AS Masih Menjadi...
China dan AS Masih Menjadi Raja Ekonomi Digital Global
Potensi Ekonomi Digital...
Potensi Ekonomi Digital Tembus Rp2.095 Triliun, Sayang Dilewatkan Sektor Industri
Pertumbuhan Ekonomi...
Pertumbuhan Ekonomi Digital Indonesia
PR Besar Ekonomi Digital
PR Besar Ekonomi Digital
Layanan Digital Mutlak...
Layanan Digital Mutlak Diperlukan
Berita Terkini
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
3 jam yang lalu
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
3 jam yang lalu
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
3 jam yang lalu
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
4 jam yang lalu
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
4 jam yang lalu
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
5 jam yang lalu
Infografis
5 Artis Indonesia Punya...
5 Artis Indonesia Punya Gelar S3, Ada yang Sukses Menjadi Dosen
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved