Waspadai Perubahan Iklim, Kementan Lakukan TOT untuk Petugas dan Petani

Kamis, 27 Juni 2019 - 21:29 WIB
Waspadai Perubahan Iklim,...
Waspadai Perubahan Iklim, Kementan Lakukan TOT untuk Petugas dan Petani
A A A
JAKARTA - Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementerian Pertanian mewaspadai perubahan iklim yang terjadi belakangan ini di Indonesia. Untuk itu, diperlukan kemampuan adaptasi dan pengelolaan dari pelaku utama (petani) yang semakin meningkat.

Karenanya, Direktorat Irigasi Pertanian, Ditjen PSP Kementan melakukan Training of Trainer (TOT) peningkatan kapasitas petugas dan petani dalam adaptasi perubahan iklim di tingkat usaha tani. Kegiatan digelar di Balai Besar Pelatihan Pertanian, Lembang, Jawa Barat, 24-28 Juni 2019.

Kegiatan tersebut diikuti oleh peserta berjumlah 58 orang berasal dari 8 Provinsi dan 25 Kabupaten. Dengan narasumber berjumlah 6(enam) orang berasal dari Balai Penelitian Agroklimat dan Hidrologi, Badan Litbang Pertanian, hingga Field Indonesia.

"Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan petani tentang perubahan iklim serta meningkatkan pemanfaatan pembangunan embung pertanian, dalam hal ini dapat berupa embung, dam parit, dan longstorage. Sebagai upaya adaptasi dan antisipasi perubahan iklim di tingkat usaha tani pada saat musim kemarau," terang Direktur Irigasi Pertanian, Rahmanto, Kamis (27/6/2019).

Menurut Rahmanto, perubahan iklim secara langsung akan berpengaruh terhadap capaian ketahanan pangan nasional.

"Pengaruh yang sangat dirasakan mulai dari infrastruktur pendukung pertanian seperti pada sumber daya lahan dan air, infrastruktur jaringan irigasi, hingga sistem produksi melalui produktifitas, luas tanam dan panen," tuturnya.

Oleh karena itu, diperlukan upaya adaptasi yang diimbangi dengan antisipasi yang dapat dilakukan petani dengan bantuan dari pemerintah. Sehingga tingkat kepedulian petani terhadap adanya gejala alam dapat lebih diantisipasi. Sehingga dapat mengurangi dampak negatif terhadap usaha pertaniannya, terutama kekeringan yang mengakibatkan gagal panen.

Untuk diketahui, selama lima tahun terakhir sudah 2.962 unit embung terbangun sebagai infrastruktur air dan bentuk antisipasi terhadap perubahan iklim.

"Embung tersebut sudah seharusnya dikelola dengan baik dengan sumber daya manusia yang mempunyai kemampuan pengelolaan dan daya adaptasi yang baik," tambahnya.

Sehingga dalam pelatihan tersebut, petugas dan petani diberikan pengetahuan tentang bagimana cara memanfaatkan embung pertanian dalam upaya adaptasi dan antisipasi perubahan iklim di tingkat usaha tani pada saat musim kemarau.

"Sehingga petani maupun petugas lapangan bisa memiliki daya adaptif yang meningkat meskipun perubahan iklim terus terjadi," tuturnya.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Petani Purworejo Dibekali...
Petani Purworejo Dibekali Kemampuan Pertanian Cerdas Iklim
Kementan Susun Kebijakan...
Kementan Susun Kebijakan Strategis Antisipasi Dampak Perubahan Iklim
Lewat Sekolah Lapang,...
Lewat Sekolah Lapang, Petani Purworejo Terapkan Pertanian Cerdas Iklim
Living Lab Berbasis...
Living Lab Berbasis Masyarakat jadi Solusi Petani Hadapi Perubahan Iklim
Hadapi Perubahan Iklim,...
Hadapi Perubahan Iklim, Petani Diimbau Manfaatkan Teknologi Pertanian
Antisipasi Perubahan...
Antisipasi Perubahan Iklim, Kementan Minta Petani Proteksi Diri dengan AUTP
Berita Terkini
BCA Gelar BYC Fest 2026...
BCA Gelar BYC Fest 2026 Dukung Kolaborasi Pengusaha Muda
47 menit yang lalu
Sinergi Lintas Sektor...
Sinergi Lintas Sektor Percepat Penurunan Stunting menuju Indonesia Emas 2045
1 jam yang lalu
Sepekan ke Depan, Rupiah...
Sepekan ke Depan, Rupiah Masih Akan Dibayangi Tekanan
1 jam yang lalu
BRI Life Hadirkan Solusi...
BRI Life Hadirkan Solusi Perlindungan Kesehatan dan Finansial
4 jam yang lalu
IHSG Naik 0,34% dalam...
IHSG Naik 0,34% dalam Sepekan, Ini Daftar Saham Cuan dan Rugi Terbesar
4 jam yang lalu
Perkuat Ekonomi Daerah,...
Perkuat Ekonomi Daerah, Dana Bagi Hasil Tambang Perlu Dievaluasi
5 jam yang lalu
Infografis
Perburuan Sepatu Emas...
Perburuan Sepatu Emas Piala Dunia 2026: Messi Dihantui Haaland dan Mbappe!
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved