Indra Karya Perkuat Hubungan Bisnis dengan BUMN India Wapcos

Minggu, 30 Juni 2019 - 16:30 WIB
Indra Karya Perkuat...
Indra Karya Perkuat Hubungan Bisnis dengan BUMN India Wapcos
A A A
JAKARTA - PT Indra Karya (Persero) dan BUMN asal India Wapcos Limited menjalin komitmen strategis untuk bersama memperluas cakupan bisnis di Asia-Afrika. Melalui kerja sama ini, Indra Karya dan Wapcos akan meningkatkan kemitraan bisnis strategis di bidang air, energi dan infrastruktur.

Indra Karya diundang pada perhelatan acara 50 tahun Golden Jubillee of Wapcos Limited bersama Ministry of Jal Shakti The Government of India di Delhi pekan lalu, bersama 47 delegasi perwakilan pemerintah dan BUMN dari seluruh dunia.

Misnister of Ministry Jal Shakti Gov. India Shri Gajendra Singh Shekhawat mengatakan bahwa pertemuan ini merupakan pertemuan penting, dimana Wapcos limited sebagai BUMN India dapat menjalin dan memperkuat kerja sama bisnis antar-BUMN lintas negara.

"Melalui Wapcos, India menjalin dan memperkuat kerja sama bisnis dengan negara-negara sahabat dengan melakukan peran dan manfaat strategis di beberapa sektor pada 47 negara Asia-Afrika, seperti Afghanistan, Indonesia, Bhutan, Ghana, Nigeria, Malaysia, Singapura, Bangladesh, dan lainnya. Hal ini merupakan langkah strategis dan sangat baik bagi hubungan antar negara," ungkap Gajendra dalam keterangan tertulis, Minggu (30/6/2019).

Direktur Utama PT Indra Karya (Persero) Milfan Rantawi mengatakan, saat ini perusahaan dan Wapcos turut memperkuat hubungan antara Indonesia-India dengan menjalin hubungan bisnis sebagai mitra strategis pada beberapa proyek pengembangan sumber daya air di Indonesia. Selain itu pertemuan ini juga membuka peluang bagi Indra Karya untuk melakukan perluasan pasar bersama Wapcos untuk menginisiasi beberapa proyek di wilayah Asia-Afrika seperti Bangladesh, Ghana, Nepal, dan Papua Nugini.

"Saat ini peluang pasar Asia-Afrika sangat terbuka lebar, dengan 47 delegasi yang hadir diharapkan hubungan bisnis BUMN antarnegara di bidang pengembangan sumber daya air dan infrastruktur ini dapat menghasilkan sinergi yang saling menguntungkan dan memperkuat hubungan bisnis antarnegara, terutama Indonesia - India," jelasnya.

Saat ini Indra Karya bekerja sama dengan Wapcos menggarap tiga proyek strategis nasional di mana Indra Karya menjadi pemipmpin dengan total nilai proyek sebesar Rp100 miliar, dengan komposisi saham Wapcos sekitar 15%. Ke depan, sambung dia, Indra Karya dan Wapcos akan memulai penetrasi pasar di Bangladesh, Ghana, dan Papua Nugini.

"Semoga kerja sama bisnis ini dapat pula memperkuat hubungan antarnegara melalui sharing knowledge, penguatan alih teknologi, dan pengembangan usaha jasa-jasanya," kata Milfan.
(fjo)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Erick Rombak 9 BUMN...
Erick Rombak 9 BUMN dalam Sepekan, Ini Rinciannya
Kenali 11 Jurusan Kuliah...
Kenali 11 Jurusan Kuliah yang Paling Diincar BUMN PT Persero
Korupsi PT DI Persero,...
Korupsi PT DI Persero, KPK Dalami RUPS Penentuan Mitra Penjualan
Strategi BUMN Indra...
Strategi BUMN Indra Karya Capai Target 40% TKDN
Genjot Perekonomian,...
Genjot Perekonomian, Pegadaian Gandeng Agen BUMN
Sukses Penuhi Kriteria...
Sukses Penuhi Kriteria CSR, Indra Karya Kembali Raih Penghargaan
Berita Terkini
Energi Menjadi Medan...
Energi Menjadi Medan Perang AS-China di Abad Ini
2 jam yang lalu
PLN EPI Targetkan Pengembangan...
PLN EPI Targetkan Pengembangan Bio-CNG Berbasis Limbah Sawit Dukung Transisi Energi
3 jam yang lalu
IHSG dan Rupiah Tertekan,...
IHSG dan Rupiah Tertekan, Pasar Uji Kredibilitas Sistem Keuangan Indonesia
3 jam yang lalu
Redam Sentimen Sell...
Redam Sentimen 'Sell Indonesia', Ini Saran dari Ekonom
3 jam yang lalu
Soroti Pelemahan Rupiah,...
Soroti Pelemahan Rupiah, BADKO HMI Jatim Dorong Evaluasi Kebijakan Moneter
4 jam yang lalu
Kanda Dukung Afi Trending...
'Kanda Dukung Afi' Trending Global Jelang Pemilihan Ketum Hipmi
5 jam yang lalu
Infografis
7 Wilayah AS yang Diperoleh...
7 Wilayah AS yang Diperoleh dengan Membeli dan Merebut dari Negara Lain
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved