JP Morgan: Kesepakatan AS-China Akan Bikin Pasar Optimis Beberapa Bulan

Senin, 01 Juli 2019 - 18:32 WIB
JP Morgan: Kesepakatan...
JP Morgan: Kesepakatan AS-China Akan Bikin Pasar Optimis Beberapa Bulan
A A A
NEW YORK - Gencatan perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dan China diyakini setidaknya untuk sementara waktu meredam ketegangan perdagangan yang memanas dalam beberapa bulan belakangan. Salah seorang eksekutif dari J.P. Morgan Chase memprediksi, optimisme pasar hanya akan berlangsung selama beberapa bulan.

Diketahui Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping telah bertemu selama akhir pekan kemarin di KTT G-20 di Jepang, untuk menyepakati menunda kebijakan tarif tinggi lanjutan terhadap produk satu sama lain. Kesepakatan genjatan perang dagang itu mengirim sebagian besar pasar saham di wilayah Asia Pasifik lebih tinggi pada hari Senin, dengan saham China daratan memimpin kenaikan.

“Saya pikir untuk saat ini, pasar telah mengambil nada yang lebih optimis dan optimisme setidaknya munculsejak akhir pekan. Dan saya pikir nada optimis ini akan berlanjut untuk beberapa bulan ke depan,” ujar Jing Ulrich, direktur pelaksana dan wakil ketua perbankan global dan Asia Pasifik di J.P. Morgan Chase.

Sambung dia menjelaskan, bahwa perkembangan selama akhir pekan kemarin setidaknya telah menghilangkan sementara satu ketidakpastian yang dihadapi ekonomi global. Ini akan memungkinkan investor untuk fokus pada faktor-faktor lain yang mempengaruhi kinerja saham, seperti pendapatan perusahaan dan reformasi dalam perekonomian China, katanya di Forum Ekonomi Dunia di Dalian, Cina.

Kebijakan Moneter Lebih Mudah


Sentimen investor juga akan mendapat efek positif dari kemungkinan bank sentral yang lebih besar untuk melonggarkan kebijakan moneter, kata Ulrich. Dia mengatakan pemotongan suku bunga oleh bank sentral utama seperti Federal Reserve AS dan Bank Sentral Eropa dapat membantu untuk "membalikkan beberapa tren ekonomi negatif" yang disebabkan oleh perang dagang.

Namun, Ulrich mencatat bahwa AS dan China belum mencapai kesepakatan untuk menyelesaikan ketegangan mereka. Itu berarti investor masih harus memperhatikan bagaimana negosiasi antara dua ekonomi terbesar dunia tersebut dalam beberapa bulan mendatang.

“Investor harus memilih sektor di mana Anda memiliki pertumbuhan pendapatan. Pada akhirnya, saham didorong oleh pertumbuhan pendapatan. Lingkungan makro itu penting, tetapi fundamental perusahaan mungkin jauh lebih penting,” tambahnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pandemi Bikin Banyak...
Pandemi Bikin Banyak Perusahaan di Asia Pasifik Pilih 'Dansa' di Bursa
10 Negara yang Kena...
10 Negara yang Kena Tarif Impor Trump Terbesar, Mayoritas Negara-negara Asia
Perang Dagang Guncang...
Perang Dagang Guncang Pasar Global, Begini Gerak IHSG dalam Sepekan
Persatuan ASEAN-China...
Persatuan ASEAN-China Jadi Pertahanan Terbaik Asia dalam Hadapi Perang Dagang
Daya Beli Masyarakat...
Daya Beli Masyarakat Akan Pengaruhi Pergerakan Bursa Saham
BEI: Perang Israel-Iran...
BEI: Perang Israel-Iran Bikin Bursa Saham Asia Ambruk Berjamaah
Berita Terkini
Redam Sentimen Sell...
Redam Sentimen 'Sell Indonesia', Ini Saran dari Ekonom
16 menit yang lalu
Soroti Pelemahan Rupiah,...
Soroti Pelemahan Rupiah, BADKO HMI Jatim Dorong Evaluasi Kebijakan Moneter
1 jam yang lalu
Kanda Dukung Afi Trending...
'Kanda Dukung Afi' Trending Global Jelang Pemilihan Ketum Hipmi
1 jam yang lalu
Heboh Sell Indonesia...
Heboh 'Sell Indonesia' saat Rupiah-IHSG Terpuruk, Muncul Sosok Lama Bikin Kepercayaan Runtuh
1 jam yang lalu
Raih Predikat Tertinggi...
Raih Predikat Tertinggi IRCA Dua Kali Berturut-turut, GDPS Tegaskan Budaya Kepatuhan
2 jam yang lalu
Acaraki Jamu Festival...
Acaraki Jamu Festival 2026 Dorong Jamu Jadi Penggerak Ekonomi Nasional
3 jam yang lalu
Infografis
Perkembangan Tentara...
Perkembangan Tentara Robotik China Bikin Para Ahli Khawatir
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved