Terimbas Perang Tarif AS-Uni Eropa, Rupiah Diprediksi Loyo

Rabu, 03 Juli 2019 - 09:41 WIB
Terimbas Perang Tarif...
Terimbas Perang Tarif AS-Uni Eropa, Rupiah Diprediksi Loyo
A A A
JAKARTA - Pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada hari ini diperkirakan tertekan. Hal ini dipengaruhi sentimen negatif hubungan dagang Amerika Serikat (AS) dengan Uni Eropa.

Kepala Riset Monex Investindo Futures Ariston Tjendra memperkirakan kurs rupiah pada perdagangan hari ini akan bergerak di kisaran Rp14.100-Rp14.200 per dolar AS.

"Sentimen negatif dari perang dagang berpotensi kembali menekan rupiah. AS menekan Uni Eropa dengan menaikan tarif impor untuk barang senilai USD4 miliar. Terlihat harga emas Loco London kembali bergerak di atas USD1.400 per troy ons yang mengindikasikan para pelaku pasar kembali ke aset safe haven," ujar Ariston di Jakarta, Rabu (3/7/2019).

Sebagai informasi, kurs rupiah terhadap dolar AS tertekan pada perdagangan Selasa (2/7/2019). Data Yahoo Finance mencatat rupiah terdepresiasi 25 poin atau 0,17% menjadi Rp14.135 per USD, berbanding Senin lalu di Rp14.110 per USD.

Senada, data Bloomberg mengkonfirmasi rupiah pada Selasa petang ini ditutup tergerus 26 poin atau 0,19% ke level Rp14.139 per USD. Awal perdagangan, rupiah dibuka melemah 16 poin atau 0,11% menjadi Rp14.129 per USD, berbanding Senin kemarin di Rp14.112 per USD. Selasa ini, rupiah diperdagangkan di kisaran Rp14.123-Rp14.146 per USD.

Rupiah dan sejumlah mata uang Asia lainnya pun melemah, dengan won Korea Selatan memimpin pelemahan yaitu -0,64%, yuan China -0,37%, peso Filipina dan dolar Taiwan masing-masing -0,21%, rupiah Indonesia -0,19%, dan ringgit Malaysia -0,16%.
(ind)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Neraca Dagang Surplus,...
Neraca Dagang Surplus, Rupiah Ditutup Menguat di Rp14.897 per Dolar AS
Surplus Neraca Dagang...
Surplus Neraca Dagang Jadi Sentimen Positif, Rupiah Diramal Menguat
Rupiah Diguncang Perang...
Rupiah Diguncang Perang AS-Iran, Hari Ini Rp16.893 per Dolar AS
Rupiah Hari Ini Diprediksi...
Rupiah Hari Ini Diprediksi Menguat ke Rp14.500-an
Akhir Pekan, Rupiah...
Akhir Pekan, Rupiah Diprediksi Bergerak Terbatas
Dolar AS Masih Tangguh,...
Dolar AS Masih Tangguh, Mata Uang Garuda Diprediksi Rapuh
Berita Terkini
Lompatan Besar Transportasi...
Lompatan Besar Transportasi Publik Jakarta: Terbaik Kedua di ASEAN, Posisi ke-27 Dunia
39 menit yang lalu
IHSG Sepekan Ambruk...
IHSG Sepekan Ambruk 8,69%, Market Cap Menyusut Jadi Rp9.807 Triliun
59 menit yang lalu
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
10 jam yang lalu
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
11 jam yang lalu
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
12 jam yang lalu
LPPOM Dorong Konsep...
LPPOM Dorong Konsep Green Halal untuk Perkuat Industri Berkelanjutan
12 jam yang lalu
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved