Penambahan Utang Pemerintah Dingatkan Harus Atas Persetujuan DPR

Senin, 08 Juli 2019 - 17:21 WIB
Penambahan Utang Pemerintah...
Penambahan Utang Pemerintah Dingatkan Harus Atas Persetujuan DPR
A A A
JAKARTA - Pemerintah mendapatkan peringatan dari DPR terkait pengelolaan utang dalam Pembahasan Pembicaraan Pendahuluan RAPBN dan RKP 2020, dengan agenda Penyampaian dan Pengesahan Laporan Panja-panja. Anggota Komisi III DPR John Kennedy Azis meminta pemerintah hati-hati dalam melakukan penambahan utang untuk pembangunan di 2020.

"Catatan kami (DPR), jika pemerintah memutuskan menambah utang untuk mempercepat pembangunan negara, agar melakukannya dengan prinsip kehati-hatian. Dan tetap menjaga rasio utang sesuai dengan undang-undang dan persetujuan DPR," ujar John di Gedung DPR, Jakarta, Senin (8/7/2019).

Menurutnya pengendalian rasio utang harus dalam batas aman berkisar 29,4 sampai 30,1% dari PDB untuk mendukung keseimbangan fiskal. Selain itu juga diingatkan adanya pemanfaatan utang untuk kegiatan produktif sehingga terciptanya efisiensi biaya utang.

Sementara itu terang dia untuk pembiayaan non utang, DPR meminta pemerintah harus mendorong efektivitas pembiayaan investasi pada kisaran 0,3% hingga 0,5% dari PDB. "Kedua meningkatkan pembiayaan kreatif dan inovatif untuk akselerasi pembangunan infrastruktur, kewajiban penjaminan, peningkatan akses pembiayaan UMKM, UMI," pungkas dia.

Sebelumnya DPR telah memberikan persetujuan Asumsi Makro Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) 2020 yakni untuk pertumbuhan ekonomi 2020 berada di kisaran sebesar 5,2%-5,5%. Kemudian inflasi diperkirakan 2%-4%. Sedangkan tingkat bunga SPN 3 bulan disepakati sebesar 5%-5,5% dan selanjutnya untuk nilai tukar Rupiah menjadi Rp14.000- Rp14.500 per USD.

Sementara harga minyak mentah Indonesia USD60-70/barrel dengan lifting minyak bumi USD695-840/barrel ditambah lifting gas bumi 1.191-1.300 ribu barel setara minyak/hari. Di sisi lain untuk target pembangunan 2020 adalah sebagai berikut target pengangguran 4,8-5,1% pada tahun 2020. Lalu untuk tingkat kemiskinan ditargetkan 8,5% hingga 9%. Kemudian, rasio gini ditargetkan berada pada kisaran 0,35-0,38 pada tahun depan. Indeks pembangunan manusia ditargetkan 72,51.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Utang Pemerintah Terus...
Utang Pemerintah Terus Bertambah Disebut Masih Batas Aman, Ekonom Beri Penjelasan
Utang Luar Negeri Indonesia...
Utang Luar Negeri Indonesia Melambat di Bulan Juli 2020
April 2020, Utang Pemerintah...
April 2020, Utang Pemerintah Capai Rp5.172 Triliun
Utang Luar Negeri Indonesia...
Utang Luar Negeri Indonesia di Bulan Oktober 2020 Tumbuh Melambat
Wow! Hingga April 2020,...
Wow! Hingga April 2020, Pemerintah Sudah Tarik Utang Rp223,8 Triliun
Utang Luar Negeri Indonesia...
Utang Luar Negeri Indonesia Melambat di Kuartal III/2020
Berita Terkini
Rupiah Ambruk Tembus...
Rupiah Ambruk Tembus Rp17.900, IHSG Tiba-tiba Anjlok 2,35%
26 menit yang lalu
Gaya Hidup Miliarder,...
Gaya Hidup Miliarder, Begini Cara Keluarga Trump Membelanjakan Hartanya
54 menit yang lalu
Desa BRILiaN Ketapanrame,...
Desa BRILiaN Ketapanrame, Bukti Pemberdayaan Berbasis Potensi Lokal Mampu Ciptakan Ekonomi Desa yang Maju dan Berkelanjutan
1 jam yang lalu
HUT ke-14, JustMarkets...
HUT ke-14, JustMarkets Bagi-bagi Emas Batangan dan Total Hadiah USD50.000+
3 jam yang lalu
10 Rute Penerbangan...
10 Rute Penerbangan Internasional Tersibuk di Dunia, Jakarta-Singapura Masuk Daftar
3 jam yang lalu
PT IIM Buktikan Konsistensi...
PT IIM Buktikan Konsistensi Kinerja Historis dan Dampak Sosial di Tengah Volatilitas Pasar
12 jam yang lalu
Infografis
Ini Rincian Gaji Anggota...
Ini Rincian Gaji Anggota DPR Jadi Rp65,5 Juta usai Pemangkasan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved