Boeing Kehilangan Pesanan Besar untuk Pesawat 737 Max

Selasa, 09 Juli 2019 - 16:11 WIB
Boeing Kehilangan Pesanan...
Boeing Kehilangan Pesanan Besar untuk Pesawat 737 Max
A A A
CHICAGO - Flyadeal, maskapai penerbangan Arab Saudi berbiaya rendah telah membatalkan pesanan sebanyak 30 pesawat Boeing 737 Max. Keputusan tersebut menyusul jatuhnya dua pesawat jet 737 Max secara beruntun hanya dalam kurun waktu lima bulan.

Kecelakaan pertama yang melibatkan pesawat Boeing 737 Max terjadi di Indonesia pada bulan Oktober, dan selanjutnya kejadian serupa menimpa maskapai Ethiopia di bulan Maret yang menewaskan 346 orang. Sejak saat itu pesawat Boeing di seluruh dunia mendapatkan larangan terbang, dimana produsen pesawat asal Amerika Serikat itu tengah mengerjakan perbaikan untuk memuaskan regulator.

Dilansir BBC, Boeing mengatakan bahwa Flyadea telah memutuskan untuk tidak melanjutkan pesanan secara sementara karena "persyaratan jadwal". Kesepakatan itu mencakup opsi tambahan untuk membeli 20 lagi pesawat 737 Max senilai USD5,9 miliar termasuk harga jual, akan tetapi maskapai ditawari diskon untuk harga tersebut.

Alih-alih Flyadea yang dikendalikan oleh Saudi Arabian Airlines sebagai perusahaan milik negara itu memakai Airbus, mereka justru akan mengoperasikan armada pesawat Airbus A320. Kecelakaan ET302 penerbangan Ethiopian Airlines pada bulan Maret, merupakan insiden fatal kedua yang melibatkan 737 Max dalam waktu lima bulan.

Dua kecelakaan itu hampir identik, dimana pesawat 737 Max milik maskapai Lion Air Indonesia, jatuh di laut lepas Jakarta pada Oktober 2018. Investigator Crash memusatkan, perhatian serta investigasi mereka kepada sistem kontrol pesawat dan Boeing telah bekerja dengan regulator untuk perbaikan perangkat lunak.

Sejauh ini belum diketahui tanggal pasti, kapan pesawat Boeing 737 Max diperbolehkan terbang kembali. Pekan lalu, Boeing mengumumkan bahwa mereka akan memberikan USD100 juta untuk membantu keluarga yang terkena dampak dari dua kecelakaan itu.

Pembayaran yang berlangsung selama beberapa tahun tidak tergantung dari tuntutan hukum yang diajukan setelah kecelakaan, yang menewaskan 346 orang. Pengacara untuk keluarga korban menolak hal tersebut. Sementara bulan lalu IAG mengatakan bakal membeli 200 pesawat Boeing 737 Max.

Meski pesanan itu belum dalam dikonfirmasi secara jelas, namun hal itu dipandang sebagai dorongan bagi Boeing. Pesawat itu rencananya akan digunakan oleh maskapai IAG termasuk British Airways, Vueling dan Level. Kesepakatan ketertarikan telah ditandatangani di Paris Air Show.

Kepala eksekutif IAG Willie Walsh mengatakan pada saat itu: "Kami memiliki kepercayaan pada Boeing dan berharap bahwa pesawat akan berhasil kembali ke layanan dalam beberapa bulan mendatang setelah mendapat persetujuan dari regulator".
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Ini Spesifikasi Boeing...
Ini Spesifikasi Boeing 787-9 Dreamliner yang Mengalami Turbulensi Parah
Menyesatkan Investor...
Menyesatkan Investor Soal Kecelakaan 737 MAX, Boeing Bayar Denda Rp2,99 Triliun
NTSB Pastikan Pintu...
NTSB Pastikan Pintu Boeing 737 Max 9 yang Terlepas saat Terbang Buatan Malaysia
Pesawat China Eastern...
Pesawat China Eastern Airlines Jatuh, Boeing Jadi Sorotan
Alasan Boeing Bikin...
Alasan Boeing Bikin Pesawat Baru di Metaverse
2.600 Pesawat Boeing...
2.600 Pesawat Boeing 737 Mengalami Masalah Baru, FAA Beri Perintah Tegas
Berita Terkini
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
3 jam yang lalu
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
3 jam yang lalu
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
4 jam yang lalu
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
4 jam yang lalu
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
4 jam yang lalu
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
5 jam yang lalu
Infografis
IRGC Siapkan Jebakan...
IRGC Siapkan Jebakan Maut untuk Armada Amerika Serikat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved