Dapat Pendanaan Rp100 Miliar, Industri Tekstil Indonesia Ingin Saingi Eropa

Jum'at, 12 Juli 2019 - 10:38 WIB
Dapat Pendanaan Rp100...
Dapat Pendanaan Rp100 Miliar, Industri Tekstil Indonesia Ingin Saingi Eropa
A A A
JAKARTA - PT Industri Sandang Nusantara (ISN) melakukan penandatanganan kerja sama Pendanaan Non Cash Loan (SKBDN dan L/C) dengan PT Bank Mandiri Tbk dan PT Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo). Dalam kerjasama ini, Bank Mandiri memberikan plafon fasilitas Pendanaan Non Cash Loan bersifat revolving pada tahap awal sebesar Rp100 miliar dengan Jasindo sebagai penjamin transaksi.

Direktur Utama ISN, Agus Hendardi, mengatakan kerjasa sama ini bertujuan mendorong pengembangan kegiatan bisnis ISN dalam penjualan dan perdagangan serta impor tekstil di Indonesia. Diharapkan dapat meningkatkan turn over penjualan ISN hingga 4-6 kali per tahun, serta memperkuat struktur modal kerja.

"Pada akhirnya dapat meningkatkan daya saing ISN di pasar domestik maupun regional. Kedepan, kita masih punya competitive adventage dengan Eropa dan dapat bersaing dengan Vietnam," ujar Agus di Jakarta, Jumat (12/7/2019).

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Hubungan Kelembagaan Bank Mandiri, Alexandra Askandar, mengatakan industri tekstil ini merupakan salah satu portofolio besar dari perbankan. Terbukti, pada kuartal I-2019, produksi tekstil tumbuh 19% lebih tinggi dibandingkan industri manufaktur.

"Momen positif ini membuat Bank Mandiri siap mendukung pengembangan bisnis dari ISN," jelas Alexandra.

Agus Hendardi menambahkan kerja sama ini merupakan anugerah untuk perseroan. Selain menambah sisi permodalan, kerja sama ini juga membuka ISN untuk ekspansi bisnis di industri tekstil. Menurutnya, industri tekstil saat ini memiliki pasar yang luas.

"Kapitalisasi yang didapat ISN sekarang ini, resikonya lebih rendah. Sehingga perputaran keuangannya lebih bagus. Efeknya, keberlanjutan dalam bisnis sandang ini lebih bagus," kata Agus.

Di tahun 2018, ISN telah memperoleh pendanaan dari sinergi BUMN, yaitu PT Surabaya Industrial Estate Rungkut, PT Kliring Berjangka Indonesia, Perum Jaminan Kredit Indonesia dan PT Danareksa.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Diadang Pandemi, Industri...
Diadang Pandemi, Industri Asuransi Masih Tumbuh 11%
Prudential dan Bank...
Prudential dan Bank Mandiri Kolaborasi Percepat Layanan Klaim
Berlomba Kembangkan...
Berlomba Kembangkan Insurtech di Tengah Tingginya Pengguna Internet
Bisnis Asuransi Mulai...
Bisnis Asuransi Mulai Dilirik Manager Terkena PHK saat Pendemi Covid-19
Asuransi Properti Diproyeksi...
Asuransi Properti Diproyeksi Bakal Meningkat di 2022
Tingkatkan Kesadaran...
Tingkatkan Kesadaran Asuransi di Masyarakat, 2026 Jadi Tahun Kolaborasi
Berita Terkini
Dasco Ungkap Tujuan...
Dasco Ungkap Tujuan Prabowo Panggil Chatib Basri-Luhut ke Istana
17 menit yang lalu
Tak Ada Pergantian Menkeu,...
Tak Ada Pergantian Menkeu, Sentimen Pasar Berbalik Positif
46 menit yang lalu
Bea Cukai Gagalkan 8,9...
Bea Cukai Gagalkan 8,9 Juta Batang Rokok Ilegal, Selamatkan Rp8,6 Miliar
1 jam yang lalu
Kinerja Tumbuh 21,17%,...
Kinerja Tumbuh 21,17%, Patra Logistik Catat Pendapatan Rp3,25 Triliun di 2025
1 jam yang lalu
Setelah Chatib Basri,...
Setelah Chatib Basri, Menkes Merapat ke Istana Temui Prabowo
1 jam yang lalu
Menko Yusril Beberkan...
Menko Yusril Beberkan Delapan Arahan Pelayanan Publik yang Bersih
2 jam yang lalu
Infografis
Sniper Udara Paling...
'Sniper Udara' Paling Ditakuti Dunia Perkuat Pertahanan Udara Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved