IHSG Turun 3,087 Poin di Sesi Pagi Saat Bursa China Memerah
Kamis, 18 Juli 2019 - 09:43 WIB
IHSG Turun 3,087 Poin di Sesi Pagi Saat Bursa China Memerah
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan, Kamis (18/7/2019) dibuka turun untuk melanjutkan tren pelemahan dalam beberapa hari terakhir, diikuti kejatuhan bursa utama Asia lainnya. Tercatat, IHSG pagi ini dibuka jatuh 3,087 poin atau 0,056% menjadi 6.391,526.
Sebelumnya pada perdagangan, Rabu (17/7) bursa saham Tanah Air berakhir terpeleset untuk mengiringi kejatuhan sebagian besar bursa utama Asia lainnya. Di akhir sesi, IHSG merosot ke level 6,394.61 dengan pelemahan 7.27 poin yang setara 0.11%
Penurunan IHSG Kamis pagi ini disebabkan antara lain oleh kemerosotan harga beberapa saham emiten berkapitalisasi pasar di atas Rp300 triliun. Emiten tersebut adalah Bank Central Asia Tbk (BBCA), Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), Bank Mandiri Tbk (BMRI), HM Sampoerna Tbk (HMSP),dan Unilever Indonesia Tbk (UNVR).
Hingga pukul 09.30 WIB, harga saham BBCA turun 0,97% menjadi Rp30.450 per unit. Adapun harga saham BBRI 0,66% ke Rp4.490 per unit, BMRI terkoreksi 1,25% ke Rp7.875 per unit, HMSP turun 0,32% menjadi Rp3.070 per unit, dan UNVR turun 0,17% menjadi Rp44.825 per saham.
Di sisi lain pasar saham daratan China turun pada Kamis Pagi, diikuti kejatuhan bursa Asia lainnya ketika ancaman baru terhadap perdagangan masih terus mencuat. Bursa China tergelincir pada awal perdagangan dengan komposit Shanghai turun 0,71% dan Komposit Shenzhen juga jatuh hingga 1,136%.
Sementara indeks Hang Seng, Hong Kong melemahan tipis 0,53% untuk mengiringi pelemahan yang juga menimpa indeks Nikkei Jepang usai kehilangan 1,25% karena saham kelas berat seperti Softbank Group dan Fanuc tak berdaya. Tren negatif juga terlihat pada indeks Topix dengan pelemahan hingga 1,38%.
Ekspor Jepang turun 6,7% pada Juni dibandingkan dengan tahun lalu, menurut data yang dirilis pada hari Kamis, melewati ekspektasi penurunan 5,6% dari para ekonom dalam jajak pendapat Reuters. Sedangkan indeks Kospi di Korea Selatan juga lebih rendah 0,26% karena saham Celltrion turun sekitar 1%.
Bank of Korea mengumumkan memangkas suku bunga acuan sebesar 25 basis poin menjadi 1,5%, menyusul pemotongan target pertumbuhan Korea Selatan awal bulan ini. Ditambah pertikaian perdagangan yang sedang berlangsung antara Seoul dan Tokyo yang telah membuat Jepang menempatkan pembatasan impor.
Sebelumnya pada perdagangan, Rabu (17/7) bursa saham Tanah Air berakhir terpeleset untuk mengiringi kejatuhan sebagian besar bursa utama Asia lainnya. Di akhir sesi, IHSG merosot ke level 6,394.61 dengan pelemahan 7.27 poin yang setara 0.11%
Penurunan IHSG Kamis pagi ini disebabkan antara lain oleh kemerosotan harga beberapa saham emiten berkapitalisasi pasar di atas Rp300 triliun. Emiten tersebut adalah Bank Central Asia Tbk (BBCA), Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI), Bank Mandiri Tbk (BMRI), HM Sampoerna Tbk (HMSP),dan Unilever Indonesia Tbk (UNVR).
Hingga pukul 09.30 WIB, harga saham BBCA turun 0,97% menjadi Rp30.450 per unit. Adapun harga saham BBRI 0,66% ke Rp4.490 per unit, BMRI terkoreksi 1,25% ke Rp7.875 per unit, HMSP turun 0,32% menjadi Rp3.070 per unit, dan UNVR turun 0,17% menjadi Rp44.825 per saham.
Di sisi lain pasar saham daratan China turun pada Kamis Pagi, diikuti kejatuhan bursa Asia lainnya ketika ancaman baru terhadap perdagangan masih terus mencuat. Bursa China tergelincir pada awal perdagangan dengan komposit Shanghai turun 0,71% dan Komposit Shenzhen juga jatuh hingga 1,136%.
Sementara indeks Hang Seng, Hong Kong melemahan tipis 0,53% untuk mengiringi pelemahan yang juga menimpa indeks Nikkei Jepang usai kehilangan 1,25% karena saham kelas berat seperti Softbank Group dan Fanuc tak berdaya. Tren negatif juga terlihat pada indeks Topix dengan pelemahan hingga 1,38%.
Ekspor Jepang turun 6,7% pada Juni dibandingkan dengan tahun lalu, menurut data yang dirilis pada hari Kamis, melewati ekspektasi penurunan 5,6% dari para ekonom dalam jajak pendapat Reuters. Sedangkan indeks Kospi di Korea Selatan juga lebih rendah 0,26% karena saham Celltrion turun sekitar 1%.
Bank of Korea mengumumkan memangkas suku bunga acuan sebesar 25 basis poin menjadi 1,5%, menyusul pemotongan target pertumbuhan Korea Selatan awal bulan ini. Ditambah pertikaian perdagangan yang sedang berlangsung antara Seoul dan Tokyo yang telah membuat Jepang menempatkan pembatasan impor.
(akr)
Lihat Juga :