Siap IPO, Kencana Energi Lestari Incar Dana Rp410,6 Miliar

Jum'at, 19 Juli 2019 - 17:36 WIB
Siap IPO, Kencana Energi...
Siap IPO, Kencana Energi Lestari Incar Dana Rp410,6 Miliar
A A A
JAKARTA - PT Kencana Energi Lestari Tbk berencana melakukan penawaran umum perdana saham (initial public offering/IPO) pada semester II tahun ini dengan melepas sebanyak-banyaknya 977,68 juta saham biasa atas nama atau sebanyak-banyaknya 25% dari modal ditempatkan dan disetor perseroan.

Perseroan menawarkan saham di kisaran harga Rp250-420 per saham dengan perkiraan perolehan dana segar sekitar Rp244,4 miliar hingga Rp410,6 miliar. Dana hasil IPO itu rencananya akan digunakan untuk ekspansi usaha, baik di bidang energi pembangkit listrik maupun energi terbarukan lainnya.

"Kami telah melakukan berbagai upaya persiapan IPO ini dengan beberapa aspek di antaranya adalah laporan keuangan konsolidasian yang diaudit untuk cut off 31 Maret 2019. Persiapan lainnya meliputi perizinan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia," Chief Financial Officer Kencana Energi Lestari Giat Widjaja, di sela-sela public expose di Jakarta, Jumat (19/7/2019).

Bersamaan dengan aksi itu, perseroan juga mengadakan program alokasi saham karyawan atau employee stock allocation(ESA) sebanyak-banyaknya 2% dari jumlah saham yang ditawarkan lewat IPO atau sekitar 19,55 juta. Perseroan memberikan mandat kepada PT RHB Sekuritas Indonesia, PT Bahana Sekuritas dan PT Mirae Asset SekuritasIndonesia sebagai Penjamin Pelaksaan Emisi untuk IPO ini.

Masa penawaran awal (bookbuilding) rencananya akan dilakukan pada 17-30 Juli 2019. Sementara itu, masa penawaran umum perdana saham diperkirakan akan berlangsung pada 9 Agustus 2019-14 Agustus 2019. "Kami berharap saham perusahaan dapat dicatatkan di Bursa Efek Indonesia pada 20 Agustus 2019," ujar Giat.

Terkait penggunaan dana hasil IPO, secara lebih terinci Giat membeberkan, mayoritas atau sebesar 55% akan digunakan untuk pengembangan usaha di bidang energi pembangkit listrik tenaga air (PLTA) dan energi terbarukan lainnya. Kemudian, sekitar 25% untuk modal kerja dan sekitar 20% untuk belanja modal.

PT Kencana Energi Lestari adalah salah satu pemain utama di sektor PLTA yang telah beroperasi di Indonesia. Perseroan memiliki profil usaha yang unik dengan business model penyediaan energi terbarukan yang didukung oleh kontrak penyediaan listrik jangka panjang PPA (power purchase agreement) kepada PLN; yaitu selama 20 hingga 30 tahun sejak dioperasikannya PLTA.

Hingga saat ini, perseroan telah memiliki tiga proyek PLTA di pulau Sumatra dan Sulawesi dengan total kapasitas produksi sebesar 49 mengawatt (MW). Dari jumlah tersebut, Proyek PLTA Pakkat bekapasitas 18 MW telah beroperasi di Sumatera Utara; Proyek PLTA Air Putih berkapasitas 21 MW yang saat ini sedang menunggu commercial operation date (COD) yang dijadwalkan Agustus-September 2019 dan yang berlokasi di Bengkulu, serta Proyek PLTM Madong berkapasitas 10 MW yang saat ini sedang dalam tahap persiapan konstruksi di Sulawesi Selatan.
(fjo)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Masa Penawaran Awal...
Masa Penawaran Awal Rampung, Emiten Produsen Alat Kebersihan KLIN Mantap IPO
Selesaikan Masa Penawaran...
Selesaikan Masa Penawaran Umum, PT Sarana Mitra Luas Selangkah Menuju Bursa
Mulai Hari Ini! PT Soraya...
Mulai Hari Ini! PT Soraya Berjaya Indonesia Tbk (SPRE) Buka Penawaran Umum Rp125 per Saham
Emiten PT Cipta Perdana...
Emiten PT Cipta Perdana Lancar Tbk (PART) Siap Melantai di Bursa, Tawarkan Harga Rp105 Per Saham
PT Sarana Mitra Luas...
PT Sarana Mitra Luas Tbk, Pionir Rental Forklift Elektrik & Pemain Kunci di Pasar Domestik
Mora Telematika Siap...
Mora Telematika Siap IPO, Incar Dana Segar Rp1,03 Triliun
Berita Terkini
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
5 jam yang lalu
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
6 jam yang lalu
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
6 jam yang lalu
LPPOM Dorong Konsep...
LPPOM Dorong Konsep Green Halal untuk Perkuat Industri Berkelanjutan
6 jam yang lalu
Bitget Stocks 2.0 Hadir...
Bitget Stocks 2.0 Hadir Menghubungkan Ekuitas Berbentuk Token dengan Likuiditas Nyata
7 jam yang lalu
LPPOM Paparkan Peluang...
LPPOM Paparkan Peluang Industri Halal Indonesia di Tokyo
7 jam yang lalu
Infografis
Profil Sarifah Suraidah...
Profil Sarifah Suraidah Istri Gubernur Kaltim yang Viral di Tengah Polemik Pengadaan Mobdin Rp8,5 Miliar
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved