BPK Diminta Lakukan Audit Rekap Bond Merger Bank Permata

Selasa, 23 Juli 2019 - 06:32 WIB
BPK Diminta Lakukan...
BPK Diminta Lakukan Audit Rekap Bond Merger Bank Permata
A A A
JAKARTA - Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) diminta untuk melakukan audit potensi kerugian negara di rekap bond Bank Bali dan 4 bank lainnya ke Bank Permata senilai Rp11,9 triliun.

"Saat merekap Bank Bali dan empat bank lainnya menjadi PT Bank Permata Tbk nilainya Rp11,9 triliun. Tidak lama setelah direkap, PT Bank Permata dijual oleh BPPN ke SCB, hanya senilai Rp2,7 triliun," ujar mantan pemilik Bank Bali, Rudy Ramli di Jakarta, Senin (22/7/2019).

Sehingga, lanjut dia, ada indikasi kerugiaan negara dalam proses rekapitalisasi, merger dan pelepasan saham PT Bank Permata Tbk.

Bank Permata merupakan hasil penggabungan lima bank di bawah pengelolaan Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN). Bank-bank yang dimerger itu adalah Bank Bali Tbk, Bank Universal Tbk, PT Bank Prima Express, Bank Artamedia, dan Bank Patriot.

Bank Bali ditunjuk menjadi Bank Rangka dan pada 1 Februari 2002 berganti nama menjadi Bank Permata. Sedangkan empat bank lainnya sebagai bank yang menggabungkan diri.

Rudy mengatakan, pihaknya juga telah meminta agar dilakukan investigasi khusus atas adanya indikasi proses transaksi pengambil alihan saham Bank Permata oleh Standard Chartered Bank (SCB) pada 2004, yang diduga cacat hukum.

Menurut Rudy, seharusnya negara tidak akan mengalami kerugiaan triliunan rupiah untuk menyelamatkan Bank Bali. "Karena pada dasarnya Bank Bali sehat, terbukti dapat bertahan dari krisis 1997-1998. Dan keuangannya sangat likuid," tegas Rudy.

Pengamat ekonomi, Ichsanuddin Noorsy, mengatakan jika benar Bank Permata dibeli SCB, maka Bank Permata akan menyebutkan sebagai members atau affiliated SCB.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
BI Kembali Peroleh Opini...
BI Kembali Peroleh Opini WTP dari BPK
17 Tahun Berturut-turut...
17 Tahun Berturut-turut BI Raih Opini WTP dari BPK
Audit BPK Bisa Pengaruhi...
Audit BPK Bisa Pengaruhi Kepercayaan Masyarakat kepada Bank
BPK Serahkan LHP ke...
BPK Serahkan LHP ke Badan Bank Tanah, Pendorong Perbaikan Internal
Tiga Bank Asing Besar...
Tiga Bank Asing Besar Tarik Uang Rp11,5 Triliun dari Indonesia, Ada Apa?
OJK Khawatir Pernyataan...
OJK Khawatir Pernyataan BPK Akan Dipersepsi Keliru
Berita Terkini
Diplomasi Sawit Perlu...
Diplomasi Sawit Perlu Diperkuat untuk Jaga Daya Saing Ekspor
5 jam yang lalu
Perang AS-Iran Kian...
Perang AS-Iran Kian Sengit, ASEAN Wanti-wanti Krisis Pangan dan Energi
5 jam yang lalu
Garudafood Resmikan...
Garudafood Resmikan Rumah Maggot di Depok, Kelola 100 Ton Sampah Organik Jadi Nilai Ekonomi
5 jam yang lalu
MNC Sekuritas Dukung...
MNC Sekuritas Dukung MNC University dalam Seminar 'Crafting Your Career and Wealth in The Web3 Era'
5 jam yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Regional JBB Manfaatkan Tenaga Surya Tingkatkan Ekonomi Masyarakat
6 jam yang lalu
Bea Cukai Tak Jadi Dibubarkan...
Bea Cukai Tak Jadi Dibubarkan Prabowo, Ini Alasannya
6 jam yang lalu
Infografis
Anggoro Eko Cahyo, Dirut...
Anggoro Eko Cahyo, Dirut Baru Bank Syariah Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved