Kementan dan Bulog Sepakat Tingkatkan Serapan Gabah/Beras Petani

Selasa, 23 Juli 2019 - 20:48 WIB
Kementan dan Bulog Sepakat...
Kementan dan Bulog Sepakat Tingkatkan Serapan Gabah/Beras Petani
A A A
JAKARTA - Rakor Serap gabah/beras (sergap) di kantor pusat perum Bulog Selasa (23/7) yang dipimpin Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian (Kementan) Agung Hendriadi dan Direktur Pengadaan Bulog, dan Direktur Komersil Bulog menghasilkan kesepakatan bahwa peningkatan serap gabah/beras harus ditingkatkan.

Dalam rakor ini Agung menekankan pentingnya mempercepat sergap hingga bulan Agustus mendatang. “Bulog harus memanfaatkan momentum panen Juli sampai Agustus ini. Mengingat tren panen mengalami penurunan hingga September nanti. Jika tidak, kita akan kehilangan kesempatan,” ucap Agung.

Dijelaskan Agung, realisasi sergap hingga saat ini baru mencapai 46 persen dari total target hingga Desember sebesar 1,8 juta ton. Target sergap sampai dengan Agustus 1,250 juta ton, realisasi pengadaan Bulog 800.000 ton. "Untuk memenuhi target tersebut, Bulog harus menyerap gabah/beras sebesar 400.000 ton hingga akhir Agustus ini," tegas Agung.

Terlebih lagi di bulan-bulan ini terjadi kekeringan di beberapa wilayah. Berdasarkan prakiraan BMKG, sebagian besar wilayah di Pulau Jawa, Bali dan Nusa Tenggara sudah tidak mengalami hujan lebih dari 30 hari. Wilayah yang terdampak kekeringan mencapai kurang lebih 100 kabupaten/kota.

Hal ini tentu berdampak pada kenaikan harga beras di pasaran. Karena itu, Agung berharap Bulog sudah mengantisipasi situasi ini dengan menerapkan mekanisme komersil untuk memenuhi kebutuhan pasar.

Direktur Pengadaan Perum Bulog, Bachtiar, berkomitmen untuk mengejar realisasi pengadaan dengan memanfaatkan momen panen gadu di bulan Juli-Agustus. Beberapa strategi yang dilakukan untuk mencapai target antara lain Bulog akan fokus pada pengadaan gabah khususnya hasil on farm dan pengadaan buy to sell untuk pengadaan komersial, move dan sewa gudang filial untuk penyediaan space gudang.

"Bulog juga akan berupaya meningkatkan penyaluran stok beras yang tersedia melalui Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), KPSH dan penjualan komersial," ujar Bachtiar.

Rakor ini dihadiri 10 Kadivre Bulog, yaitu Sumut, Lampung, Sumsel, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Kalsel, NTB, dan Sulsel. Daerah ini merupakan wilayah sentra produksi padi yang berkontribusi sampai 85 persen dari total pengadaan gabah/beras nasional.
(alf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Strategi Penilaian Kinerja...
Strategi Penilaian Kinerja Kementerian Pertanian
Pelaku Pemalsuan Pestisida...
Pelaku Pemalsuan Pestisida Dapat Dihukum Maksimal
Kementan Ajak Petani...
Kementan Ajak Petani dan Penyuluh Manfaatkan Bahan Organik
Antisipasi Kekeringan,...
Antisipasi Kekeringan, Masa Tanam Kedua Padi Dipercepat Mei
Antisipasi Krisis Pangan,...
Antisipasi Krisis Pangan, Pemerintah Akan Buka Lahan Sawah 900 Ribu Hektare
Petani Maros Giatkan...
Petani Maros Giatkan On Farm dengan Tanam Cabai Organik
Berita Terkini
Dirut Pertamina Patra...
Dirut Pertamina Patra Niaga Pastikan Layanan SPBU di Palembang Optimal
10 menit yang lalu
Lokasi PFII Belum Final,...
Lokasi PFII Belum Final, Purbaya: Nanti yang Nentuin Menteri Keuangan
18 menit yang lalu
Permintaan Hunian Tetap...
Permintaan Hunian Tetap Tinggi, Alam Sutera Kembangkan Kawasan Residensial Baru
41 menit yang lalu
Tak Hanya di Bali, PFII...
Tak Hanya di Bali, PFII Juga Akan Dibangun di Jakarta
52 menit yang lalu
SPKS Dorong Riset BPDP...
SPKS Dorong Riset BPDP Hasilkan Teknologi Murah untuk Petani Sawit
1 jam yang lalu
Transformasi IFG Tak...
Transformasi IFG Tak Hanya Streamlining, Tapi Perkuat Tata Kelola Investasi
1 jam yang lalu
Infografis
Perburuan Sepatu Emas...
Perburuan Sepatu Emas Piala Dunia 2026: Messi Dihantui Haaland dan Mbappe!
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved