USD Cemas Jelang Keputusan The Fed, Rupiah Tancap Gas ke Rp14.010
Rabu, 31 Juli 2019 - 12:44 WIB
USD Cemas Jelang Keputusan The Fed, Rupiah Tancap Gas ke Rp14.010
A
A
A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah bangkit dari keterpurukan terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan Rabu (31/7/2019). Data Bloomberg mencatat rupiah pada sesi I ini, menguat 17 poin atau 0,12% ke level Rp14.010 per USD.
Saat pembukaan, rupiah langsung tancap gas dengan terapresiasi 7 poin atau 0,05% ke level Rp14.020 per USD, berbanding penutupan Selasa kemarin di Rp14.027 per USD.
Idem, kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia mematok kurs tengah rupiah di Rp14.026 per USD, menguat 8 poin atau 0,06% dari posisi Rp14.034 per USD pada Selasa lalu.
Rupiah menguat ditopang faktor internal dari meningkatnya investasi asing di Indonesia, dimana Selasa kemarin, BKPM melaporkan realisasi investasi pada semester I 2019 mencapai Rp395,6 triliun. Meningkat 9,4% dibandingkan periode yang sama tahun 2018 sebesar Rp361,6 triliun.
Sedangkan faktor eksternal adalah pasar yang menunggu keputusan bank sentral AS, The Fed soal rencana pemangkasan suku bunga acuan. Hal ini membuat dolar AS menjadi cemas.
The Fed diperkirakan bakal menurunkan suku bunga sebesar 25 basis poin (bps). Namun investor mencermati apakah The Fed akan melakukan pelonggaran kebijakan lebih lanjut untuk melindungi negara ekonomi terbesar di dunia itu dari melambatnya pertumbuhan global.
FedWatch CME menunjukkan 78% dari pasar berharap pemotongan suku bunga 25 bps, sisanya 22% masih melihat pelonggaran lebih lanjut untuk pemotongan suku bunga hingga 50%.
Melansir dari Reuters, indeks USD yang mengukur kinerja greenback terhadap enam mata uang utama berubah di 98,055, mundur dari level tertinggi dua bulan yaitu 98,206 yang dicapai pada Selasa kemarin.
Saat pembukaan, rupiah langsung tancap gas dengan terapresiasi 7 poin atau 0,05% ke level Rp14.020 per USD, berbanding penutupan Selasa kemarin di Rp14.027 per USD.
Idem, kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia mematok kurs tengah rupiah di Rp14.026 per USD, menguat 8 poin atau 0,06% dari posisi Rp14.034 per USD pada Selasa lalu.
Rupiah menguat ditopang faktor internal dari meningkatnya investasi asing di Indonesia, dimana Selasa kemarin, BKPM melaporkan realisasi investasi pada semester I 2019 mencapai Rp395,6 triliun. Meningkat 9,4% dibandingkan periode yang sama tahun 2018 sebesar Rp361,6 triliun.
Sedangkan faktor eksternal adalah pasar yang menunggu keputusan bank sentral AS, The Fed soal rencana pemangkasan suku bunga acuan. Hal ini membuat dolar AS menjadi cemas.
The Fed diperkirakan bakal menurunkan suku bunga sebesar 25 basis poin (bps). Namun investor mencermati apakah The Fed akan melakukan pelonggaran kebijakan lebih lanjut untuk melindungi negara ekonomi terbesar di dunia itu dari melambatnya pertumbuhan global.
FedWatch CME menunjukkan 78% dari pasar berharap pemotongan suku bunga 25 bps, sisanya 22% masih melihat pelonggaran lebih lanjut untuk pemotongan suku bunga hingga 50%.
Melansir dari Reuters, indeks USD yang mengukur kinerja greenback terhadap enam mata uang utama berubah di 98,055, mundur dari level tertinggi dua bulan yaitu 98,206 yang dicapai pada Selasa kemarin.
(ven)
Lihat Juga :