IHSG Melemah Tipis, Bursa Asia Jatuh Imbas Data Manufaktur China

Kamis, 01 Agustus 2019 - 16:29 WIB
IHSG Melemah Tipis,...
IHSG Melemah Tipis, Bursa Asia Jatuh Imbas Data Manufaktur China
A A A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Kamis (1/8/2019) ditutup kontraksi 8,96 poin atau 0,14% ke level 6.381,54.

Awal perdagangan, IHSG dibuka berbalik melemah, dengan berkurang 5,24 poin atau 0,08% menjadi 6.385,26. Awal Agustus ini, IHSG diperdagangkan di 6.372,70-6.404.58.

Melemahnya IHSG akibat faktor internal dan eksternal. Faktor internal diantaranya inflasi bulan Juli sebesar 0,31%. Sehingga membuat inflasi tahun kalender mencapai 2,36%, dibawah target.

Selain itu, enam dari 10 indeks sektoral memerah, dengan sektor properti -1,29%. Kenaikan sektor konsumer +1,36%, tidak mampu mengerek indeks ke zona hijau. Dari 613 saham yang ditransaksikan, 255 terkoreksi, 143 stabil, dan 215 menguat.

Adapun nilai transaksi saham mencapai Rp9,70 triliun dari 15,50 miliar unit saham. Transaksi bersih asing Rp36,95 miliar, dengan aksi beli asing Rp3,14 triliun berbanding aksi beli asing Rp3,10 triliun.

Nah, faktor internal adalah melemahya bursa regional Asia Pasifik merespon kontraksi data manufaktur China di bulan Juli. Aktivitas pabrik di China melemah menjadi 49,9 pada bulan yang baru lewat. Data manufaktur di atas 50 berarti ekspansi, di bawah itu terjadi kontraksi. Hal ini ditambah dengan menurunnya ekspor Korea Selatan.

Melansir dari CNBC, pasar saham China daratan ditutup tergelincir. Indeks Shanghai turun 0,81% menjadi 2.908,77, dan Shenzhen merosot 0,524% menjadi 1.563,06. Indeks Hang Seng Hong Kong turun 0,76% menjadi 27.565,70.

Bursa Kospi di Korea Selatan mengakhiri perdagangan hari ini dengan turun 0,36% menjadi 2.017,34. Disebabkan angka ekspor Korea Selatan bulan Juli turun 11%. Hal ini disebabkan sengketa antara Korea Selatan dan Jepang.

Indeks Nikkei 225 Jepang ditutup lebih tinggi menjadi 21.540,99 dan Topix bertambah 0,14% menjadi 1.567,35. ASX 200 Australia melemah 0,35% ke level 6.788,90, karena saham pertambangan Australia, Lynas turun 3,07%.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
IHSG Kehabisan Tenaga...
IHSG Kehabisan Tenaga di Akhir Pekan Usai Bertengger ke Level 6.139
IHSG Hari Ini Dibuka...
IHSG Hari Ini Dibuka Melemah, Bursa Asia Rontok Berjamaah
IHSG Dibuka Anjlok 2,91%...
IHSG Dibuka Anjlok 2,91% Mengiringi Kejatuhan Bursa Asia
IHSG Berakhir Turun...
IHSG Berakhir Turun Tipis Saat Bursa Asia Menguat
IHSG Dibuka Tergelincir...
IHSG Dibuka Tergelincir Iringi Kejatuhan Bursa Utama Asia
IHSG Ditutup Ambruk...
IHSG Ditutup Ambruk 1,37% Saat Bursa Asia Terkapar
Berita Terkini
Bidik Calon Kreditur,...
Bidik Calon Kreditur, CLIK Propensity Score Bantu Bank Ambil Keputusan Akurat
16 menit yang lalu
Babinsa Awasi Pajak...
Babinsa Awasi Pajak Bisa Picu Persepsi Negatif, DPR: Jangan Sampai Dianggap Mata-mata
2 jam yang lalu
Redam Perang Dagang...
Redam Perang Dagang dengan AS, China Usul Pangkas Tarif Rp535 triliun
5 jam yang lalu
Tarif 3 Jalan Tol Berpotensi...
Tarif 3 Jalan Tol Berpotensi Naik Tahun Ini, Semuanya di Pulau Jawa
7 jam yang lalu
PLN EPI Bidik Pasar...
PLN EPI Bidik Pasar Hidrogen Hijau untuk Industri dan Penerbangan
8 jam yang lalu
Hasil Panen Raya, Bulog...
Hasil Panen Raya, Bulog Pede Capai Target Pengadaan 4 Juta Ton Beras
9 jam yang lalu
Infografis
10 Universitas Terbaik...
10 Universitas Terbaik di Indonesia Versi THE Asia University Rankings 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved