Rupiah Ditutup Tak Berdaya Saat Yuan China Sentuh Level Terendah 11 Tahun
Senin, 05 Agustus 2019 - 17:44 WIB
Rupiah Ditutup Tak Berdaya Saat Yuan China Sentuh Level Terendah 11 Tahun
A
A
A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada akhir perdagangan, Senin (5/8/2019) ditutup masih tak berdaya untuk tertahan dalam tren negatif sejak awal pembukaan. Penyusutan kurs rupiah mengiringi kejatuhan Yuan China yang tembus ke level terendah dalam 11 tahun terhadap USD.
Data Yahoo Finance menunjukkan rupiah masih terkapar di level Rp14.250/USD dari sebelumnya Rp14.175/USD. Pergerakan harian rupiah pada hari ini berada pada kisaran Rp14.175 hingga Rp14.275/USD.
Posisi rupiah melihat data Bloomberg, pada perdagangan spot exchange juga lebih rendah menjadi Rp14.255/USD dibandingkan sesi penutupan Jumat, kemarin di level Rp14.185/USD. Rupiah hari ini bergerak di antara Rp14.187-Rp14.272/USD.
Berdasarkan data SINDOnews bersumber dari Limas, rupiah masih tergerus di level Rp14.245/USD meski sedikit membaik apabila dibandingkan dari sesi siang awal pekan. Sedangkan dari sebelumnya kurs rupiah terpantau masih lesu.
Menurut kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah tertahan pada zona merah di posisi Rp14.231/USD untuk menjadi sinyal keterpurukan mata uang Garuda. Posisi ini memperlihatkan rupiah tergelincir usai sebelumnya pada akhir pekan kemarin bertengger Rp14.203/USD.
Di sisi lain seperti dilansir Reuters, China membiarkan yuan melemah di bawah 7 yuan per dolar pada hari Senin, atau menjadi level terendah dalam 11 tahun ketika eskalasi dalam perang perdagangan AS-China mengguncang pasar mata uang.
Kekhawatiran seputar dampak pada pertumbuhan global, membuat investor membuang mata uang Asia yang berorientasi ekspor dan bergegas ke tempat yang aman, dengan Yen Jepang melonjak ke level tertinggi tujuh bulan.
Otoritas China, telah diperkirakan akan mempertahankan level psikologis penting 7 per dolar, namun memungkinkan mata uang ke level terendah sejak krisis keuangan global 2008. Mata uang China menuju penurunan satu hari terbesar dalam empat tahun, dimana terakhir turun 1,4%.
Yen Jepang yang dibeli oleh investor pada saat penghindaran risiko, naik 0,7% ke level tertinggi sejak flash crash Januari. Yen terakhir naik 0,7% pada 105,89 JPY = EBS, setelah mencapai 105,78 sebelumnya.
Diplomat mata uang utama Jepang, Yoshiki Takeuchi, memperingatkan bahwa Tokyo siap melakukan intervensi jika kenaikan yen mengancam ekonomi yang bergantung pada ekspor. Sedangkan Dolar AS berangsur lebih rendah terhadap enam mata uang utama, dengan penurunan 0,1% pada posisi 98,032.
Data Yahoo Finance menunjukkan rupiah masih terkapar di level Rp14.250/USD dari sebelumnya Rp14.175/USD. Pergerakan harian rupiah pada hari ini berada pada kisaran Rp14.175 hingga Rp14.275/USD.
Posisi rupiah melihat data Bloomberg, pada perdagangan spot exchange juga lebih rendah menjadi Rp14.255/USD dibandingkan sesi penutupan Jumat, kemarin di level Rp14.185/USD. Rupiah hari ini bergerak di antara Rp14.187-Rp14.272/USD.
Berdasarkan data SINDOnews bersumber dari Limas, rupiah masih tergerus di level Rp14.245/USD meski sedikit membaik apabila dibandingkan dari sesi siang awal pekan. Sedangkan dari sebelumnya kurs rupiah terpantau masih lesu.
Menurut kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah tertahan pada zona merah di posisi Rp14.231/USD untuk menjadi sinyal keterpurukan mata uang Garuda. Posisi ini memperlihatkan rupiah tergelincir usai sebelumnya pada akhir pekan kemarin bertengger Rp14.203/USD.
Di sisi lain seperti dilansir Reuters, China membiarkan yuan melemah di bawah 7 yuan per dolar pada hari Senin, atau menjadi level terendah dalam 11 tahun ketika eskalasi dalam perang perdagangan AS-China mengguncang pasar mata uang.
Kekhawatiran seputar dampak pada pertumbuhan global, membuat investor membuang mata uang Asia yang berorientasi ekspor dan bergegas ke tempat yang aman, dengan Yen Jepang melonjak ke level tertinggi tujuh bulan.
Otoritas China, telah diperkirakan akan mempertahankan level psikologis penting 7 per dolar, namun memungkinkan mata uang ke level terendah sejak krisis keuangan global 2008. Mata uang China menuju penurunan satu hari terbesar dalam empat tahun, dimana terakhir turun 1,4%.
Yen Jepang yang dibeli oleh investor pada saat penghindaran risiko, naik 0,7% ke level tertinggi sejak flash crash Januari. Yen terakhir naik 0,7% pada 105,89 JPY = EBS, setelah mencapai 105,78 sebelumnya.
Diplomat mata uang utama Jepang, Yoshiki Takeuchi, memperingatkan bahwa Tokyo siap melakukan intervensi jika kenaikan yen mengancam ekonomi yang bergantung pada ekspor. Sedangkan Dolar AS berangsur lebih rendah terhadap enam mata uang utama, dengan penurunan 0,1% pada posisi 98,032.
(akr)