PLTU yang Dibangun PLN Dilengkapi Monitor Emisi

Selasa, 06 Agustus 2019 - 06:14 WIB
PLTU yang Dibangun PLN...
PLTU yang Dibangun PLN Dilengkapi Monitor Emisi
A A A
JAKARTA - PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) terus melakukan inovasi teknologi. Pembangkit listrik yang ada di Jakarta misalnya, dilengkapi dengan continuous emission monitoring system (CEMS) yang berfungsi untuk memonitor emisi.

Direktur Teknik dan Lingkungan Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, Wanhar, memaparkan kebijakan pengembangan ketenagalistrikan di Indonesia sangat memperhatikan kebijakan penurunan emisi dan Gas Rumah Kaca (GRK) nasional.

"Khusus untuk PLTU batubara, PLN juga menerapkan teknologi rendah karbon dengan tingkat efisiensi tinggi atau High Efficiency and Low Emmission (HELE), seperti Clean Coal Technology (Super Critical dan Ultra Super Critical)," jelasnya di Jakarta, Senin (5/8/2019).

“Dengan diterapkannya teknologi efisiensi tinggi dan rendah emisi pada pembangkit listrik tersebut, maka konsumsi bahan bakar fosil akan berkurang. Sehingga berdampak mengurangi efek gas rumah kaca, emisi gas buang dan pencemaran lingkungan hidup.

Tidak hanya diterapkan bagi PLN, kegiatan pembangkit listrik milik swasta juga dikenai tuntutan untuk menurunkan emisi non GRK. Kepada mereka, pemerintah menerapkan ketentuan untuk pemasangan teknologi pengendalian pencemaran udara (PPU).

Beberapa unit pembangkit swasta telah memasang Flue Gas Desulphurization (FGD) untuk menurunkan kandungan sulfur pada gas buang dan hampir semua PLTU telah dilengkapi Low NOx Burner.

RUPTL PTPLN (Persero) tahun 2019-2028 menargetkan penerapan bauran energi pembangkit listrik dengan komposisi batubara 54,4%, EBT 23,2%, gas alam 22% dan BBM 0,4%.

Melalui penerapan bauran 23% EBT, jelas Wanhar, pemerintah telah menargetkan penurunan emisi sebesar 137 juta ton CO2, yang berarti penurunan 28% dari skenario tanpa EBT yang bisa mencapai 488 juta ton CO2 pada 2028.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Kementerian ESDM Genjot...
Kementerian ESDM Genjot Capaian Energi Baru Terbarukan
Mengejar Realisasi Energi...
Mengejar Realisasi Energi Baru dan Terbarukan
Co-firing Biomassa pada...
Co-firing Biomassa pada PLTU untuk Genjot Bauran Energi Baru Terbarukan
Green Booster PLN Disebut...
Green Booster PLN Disebut Bakal Genjot Energi Terbarukan, Apa Itu?
Potensi Air Papua Dibidik...
Potensi Air Papua Dibidik Australia, Kementerian ESDM Godok Konsep REBID
Bravo, Uji Coba Listrik...
Bravo, Uji Coba Listrik dari Sampah Kembali Berhasil
Berita Terkini
60 Negara Jadi Sasaran...
60 Negara Jadi Sasaran Tarif Baru Trump, Termasuk Sekutu Dekat AS!
52 menit yang lalu
Diplomasi Sawit Perlu...
Diplomasi Sawit Perlu Diperkuat untuk Jaga Daya Saing Ekspor
9 jam yang lalu
Perang AS-Iran Kian...
Perang AS-Iran Kian Sengit, ASEAN Wanti-wanti Krisis Pangan dan Energi
10 jam yang lalu
Garudafood Resmikan...
Garudafood Resmikan Rumah Maggot di Depok, Kelola 100 Ton Sampah Organik Jadi Nilai Ekonomi
10 jam yang lalu
MNC Sekuritas Dukung...
MNC Sekuritas Dukung MNC University dalam Seminar 'Crafting Your Career and Wealth in The Web3 Era'
10 jam yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Regional JBB Manfaatkan Tenaga Surya Tingkatkan Ekonomi Masyarakat
10 jam yang lalu
Infografis
Slavko Vincic, Wasit...
Slavko Vincic, Wasit Final Piala Dunia 2026 yang Pelit Kartu
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved