Lima Tahun Pembangunan Infrastruktur Diklaim Berimbas ke Ekonomi Daerah

loading...
Lima Tahun Pembangunan Infrastruktur Diklaim Berimbas ke Ekonomi Daerah
Lima Tahun Pembangunan Infrastruktur Diklaim Berimbas ke Ekonomi Daerah
JAKARTA - Pembangunan infrastruktur yang menjadi salah satu prioritas dari kerja Presiden Joko Widodo dinilai sudah tepat. Sebab infrastruktur diklaim terbukti mendorong perekonomian daerah.

Hanya pembangunan infrastruktur bukan kunci satu-satunya untuk menggerakkan ekonomi kerakyatan. Supaya berdampak pada perekonomian daerah, maka perlu sinergi dengan pemerintah daerah (pemda). Pemda perlu terus berinovasi agar dapat makin mengoptimalkan potensi daerah masing-masing terutama di sektor pariwisata dan ekonomi pedesaan.

"Infrastruktur dapat memicu perekonomian daerah, tapi butuh sinergi dengan Pemda, masyarakat, dan investor," kata Deputi I Kepala Staf Kepresidenan Bidang Pengendalian Pembangunan Program Prioritas, Darmawan Prasojo, dalam diskusi IndoSterling Forum bertajuk Mengukur Infrastruktur: Sejauh Mana Pembangunan Infrastruktur Menstimulasi Pembangunan Ekonomi di Daerah di Jakarta, Selasa,(6/8/2019).

Darmawan Prasojo menyebutkan, proyek infrastruktur bukan hanya mengurangi waktu tempuh perjalanan ataupun mempercepat jalur logistik, tapi lebih jauh lagi mendorong dan menggerakkan ekonomi kerakyatan.

"Jakarta-Cirebon sebelumnya membutuhkan waktu tempuh 10-12 jam, sekarang hanya 3,5-4 jam saja. Kehadiran Infrastruktur ini mendorong berkembangnya ekonomi daerah," klaimnya.

Kehadiran infrastruktur juga mendorong industri pariwisata dan bisnis lokal. Dia mencontohkan, jumlah pedagang kuliner Cirebon meningkat setelah adanya Tol Cipali. "Pembangunan infrastruktur mendorong pariwisata dan mampu menggerakkan ekonomi rakyat di daerah," ujarnya.



Pembangunan infrastruktur juga memberikan keadilan bagi wilayah Indonesia bagian timur. Sebab masyarakat Papua pada akhirnya bisa menikmati dampak dari pembangunan yang pada akhirnya menciptakan kesejahteraan mereka.

"Trans Papua adalah contohnya. Sebelumnya Sorong-Manokwari ditempuh jalur darat selama lima hari. Sekarang sekitar lima jam," katanya.

Lalu apa dampak ekonominya? Darmawan mengatakan, di Manokwari terdapat banyak kebun durian yang dulunya tidak memiliki nilai ekonomi karena kesulitan tak ada pasarnya.
halaman ke-1
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top