Tarif Rancang Bangun PNBP Tinggi Berpotensi Matikan Industri Karoseri

Kamis, 08 Agustus 2019 - 22:21 WIB
Tarif Rancang Bangun...
Tarif Rancang Bangun PNBP Tinggi Berpotensi Matikan Industri Karoseri
A A A
JAKARTA - Pengamat transportasi dari Unika Soegijapranata Semarang Djoko Setijowarno mengatakan, usulan asosiasi perusahaan karoseri yang meminta tarif uji rancang bangun diturunkan dinilai sebuah langkah yang positif. Jika tidak, maka berpotensi mematikan industri ini.

“Agak berat juga kalau tidak diturunkan. Apalagi industri ini juga bukanlah industri yang berskala besar sehingga perlu dicermati dan perlu mendapat perhatian yang lebih,” ujarnya kepada SINDO di Jakarta, Kamis (8/8/2019).

Namun begitu pemerintah juga perlu melihat seberapa besar penjualan untuk angkutan darat yang berkaitan dengan Karoseri. Artinya, jika penjualan sedikit atau tidak terlalu besar maka sewajarnya diturunkan.

“Industri ini sangat bergantung pada penjualan angkutan logistik dan bus melalui pihak ATPM di Indonesia. Namun, tidak semua juga setiap ada angkutan bus atau logistik itu langsung ke karoseri,” ungkapnya.

Dia menambahkan bahwa pemerintah mempertimbangkan adanya sejumlah proyek besar yang berkaitan dengan angkutan bus sehingga dirasa perlu menaikkan pungutan melalui tarif PNBP.

“Saya kira pertimbangannya juga ada pada proyek-proyek pemerintah, misalnya di Perhubungan Darat ada proyek angkutan bus dengan skema Buy The Service yang mana pemerintah melalui Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyiapkan anggaran untuk dibayar kepada operator yang mengelola dan menyiapkan sarana dan prasarana angkutan busnya. Tapi ya jangan semena-mena juga naiknya sebab bisa berpotensi mematikan industri ini,” pungkasnya.

Terpisah Ketua DPD Asosiasi Karoseri (Askarindo) Jawa Barat Luhut Simanjuntak mengatakan, persoalan usulan penurunan tarif PNBP uji rancang bangun di sektor darat bidang Karoseri sebenarnya telah disetujui di tingkat Kemenhub dan Kementerian Keuangan.

Namun, aturan soal PNBP yang diatur dan disiapkan dalam Rancangan Peraturan Pemerintah ini sepaket dengan tarif rancang bangun untuk angkutan udara, laut maupun perkeretaapian di Kemenhub.

“Makanya tidak akan bisa keluar peraturannya kalau masih ada pembahasan di sektor angkutan laut, udara dan perkeretaapian. Sedangkan kami di kalangan karoseri bahkan sudah mengetahui bahwa di Direktorat Darat sudah ajukan normalisasi. Persoalannya harus menunggu sektor lain,” ucapnya.

Dia menambahkan bahwa saat ini aturan soal PNBP mengenai tarif uji rancang bangun yang diharapkan turun tersebut bisa mengurangi beban pengusaha karoseri. Alasannya, tidak semua perusahaan karoseri berskala besar.

“Bayangin aja kalau perusahaannya (karoseri) hanya produksi satu kendaraan untuk jenis bak merek tertentu. Untungnya tidak terlalu besar tapi tarifnya besar akan sangat berpotensi mematikan. Itu belum lagi ditambah dengan pengurusan lain-lain,” pungkasnya.

Saat ini perusahaan karoseri yang tergabung dalam Askarindo berjumlah 400 usaha yang resmi dan terdaftar di Askarindo pada tujuh wilayah di Indonesia.
(ind)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Solusi Lengkap Menjawab...
Solusi Lengkap Menjawab Kebutuhan Industri Karoseri
Dukung Kelancaran Usaha,...
Dukung Kelancaran Usaha, Isuzu Apresiasi Industri Karoseri Indonesia
PO Raya Luncurkan Bus...
PO Raya Luncurkan Bus Baru Garapan Karoseri Laksana, Pakai Livery Legendaris
Perusahaan Karoseri...
Perusahaan Karoseri Bus Bakal Jor-joran di GIIAS 2024, Ini Bocorannya!
Mengenal 4 Karoseri...
Mengenal 4 Karoseri Bus Legendaris Indonesia
Prospek Industri Bus...
Prospek Industri Bus Cerah di 2024, Ini Indikatornya
Berita Terkini
Menhub Dipanggil Menghadap...
Menhub Dipanggil Menghadap Prabowo di Istana, Ada Apa?
47 menit yang lalu
IHSG Ambruk Lagi Sentuh...
IHSG Ambruk Lagi Sentuh Level 5.789 usai Kehilangan 1,91% di Sesi Siang
59 menit yang lalu
Dasco Kasih Bocoran...
Dasco Kasih Bocoran Pemerintah Punya Strategi Khusus Atasi Pelemahan Rupiah
1 jam yang lalu
Saksikan Sore Ini, IG...
Saksikan Sore Ini, IG Live MNC Sekuritas Bersama Danapathi AM: Di Tengah Ketidakpastian, Uang Harus Ke Mana?
3 jam yang lalu
Harga Emas Ambles Rp24...
Harga Emas Ambles Rp24 Ribu Jadi Rp2.689.000 per Gram, Buyback Terjun Bebas Rp92.000
3 jam yang lalu
IHSG Dibuka Terpeselet...
IHSG Dibuka Terpeselet ke Zona Merah, Sentuh 5.899 Ditopang Transaksi Rp1,6 Triliun
4 jam yang lalu
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved