Wapres Kritisi Lambatnya Pengembangan Energi Panas Bumi

Selasa, 13 Agustus 2019 - 15:21 WIB
Wapres Kritisi Lambatnya...
Wapres Kritisi Lambatnya Pengembangan Energi Panas Bumi
A A A
JAKARTA - Pengembangan panas bumi (geothermal) sebagai energi ramah lingkungan bukan hal baru di Indonesia. Namun, sejak puluhan tahun lalu pengembangan energi panas bumi dinilai masih lambat dan perlu dipacu.

"Geothermal ini bukan hal yang baru. Sejak 35 tahun lalu sudah ada yang beroperasi tapi kemajuannya lambat banget," ujar Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla saat membuka acara Indonesia International Geothermal Convention & Exhibition 2019 bertajuk "Making Geothermal the Energy of Today" di JCC, Jakarta, Selasa (13/8/2019).

Wapres mentatakan, sejak puluhan tahun lalu memang sudah ada pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) yang dikembangkan di Indonesia. Di antaranya adalah PLTP Dieng di Wonosobo, PLTP Lahendong di Sulawesi Utara dan PLTP Patuha di Jawa Barat. Meski begitu, perkembangan pembangunan PLTP masih cukup lambat karena total kapasitas terpasang pembangkit geothermal baru mencapai sekitar 2.000 megawatt (MW).

"Kita mulai sudah puluhan tahun lamanya. Jadi kalau kita bisa mengatakan, perkembangan ini lambat banget karena sudah 35 tahun lamanya," tandas JK.

Ia menyebut, lambatnya pengembangan energi panas bumi bukan soal teknologi maupun terkait pinjaman perbankan kepada pengembang. Dia menyebut hambatan pengembangan panas bumi maupun energi baru terbarukan lainnya berada di regulasi pemerintah termasuk proses perizinan.

Untuk itu, imbuhnya, pemerintah akan bergerak cepat supaya masalah regulasi dan perizinan dapat dipangkas agar tidak menghambat pengembangan panas bumi. JK beranggapan, pengembangan pembangkit berbasis energi bersih harus didorong sebanyak mungkin guna menekan tingkat polusi udara.

"Seperti di DKI Jakarta, di samping mobil, salah satu sebab karena polusi cerobong dari pembangkit batu bara. Untuk itu, perlu meningkatkan renewable energy seperti geothermal, hydro, surya, angin dan biofuel supaya lebih baik lagi," kata dia.
(fjo)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
JK Tegaskan Rencana...
JK Tegaskan Rencana Pertemuan dengan Megawati Atas Nama Pribadi Bukan Partai
Refly Harun Berharap...
Refly Harun Berharap Penegak Hukum Bisa Cerna Pesan JK
Indonesia Punya Harta...
Indonesia Punya Harta Karun Energi Terbesar ke-2 Dunia, Tapi Baru Dipakai 9%
JK Sebut Rizal Ramli...
JK Sebut Rizal Ramli Punya Pemikiran Tangguh
JK: Mudah-mudahan Allah...
JK: Mudah-mudahan Allah Memaafkan para Pemfitnah Itu
Cerita Perseteruan JK...
Cerita Perseteruan JK dan Rizal Ramli Diwarnai Ambisi Jadi Menkeu dan Menteri BUMN
Berita Terkini
Respons Purbaya soal...
Respons Purbaya soal Tren Sell Indonesia: Kita Tak Sedang Menuju Seperti 1998 Lagi
25 menit yang lalu
MNC Sekuritas & KSPM...
MNC Sekuritas & KSPM GI Universitas Pelita Bangsa Gelar Seminar Pasar Modal
54 menit yang lalu
Ukir Sejarah, BPS-PT...
Ukir Sejarah, BPS-PT Pos Indonesia Luncurkan Sampul Peringatan Edisi Khusus Sensus Ekonomi 2026
2 jam yang lalu
K-SIGN KKP di Rote Ndao...
K-SIGN KKP di Rote Ndao NTT, RI Bersiap Swasembada Garam Industri
3 jam yang lalu
Diserbu 3.800 Pengunjung,...
Diserbu 3.800 Pengunjung, PINDEX 2026 Disambut Antusias
3 jam yang lalu
Purbaya Desak Seluruh...
Purbaya Desak Seluruh Transaksi di Pelabuhan Pakai Rupiah: Kalau Ada Dolar, Saya Hajar!
4 jam yang lalu
Infografis
Terdeteksi, Fenomena...
Terdeteksi, Fenomena Alam Pemicu Ratusan Gempa Bumi per-Hari
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved