Neraca Dagang Juli 2019 Diprediksi Bakal Kembali Defisit

Rabu, 14 Agustus 2019 - 15:48 WIB
Neraca Dagang Juli 2019...
Neraca Dagang Juli 2019 Diprediksi Bakal Kembali Defisit
A A A
JAKARTA - Neraca perdagangan Indonesia pada bulan Juli 2019 diperkirakan bakal kembali berbalik mengalami defisit setelah sempat mencetak surplus USD200 juta pada Juni, lalu. Ekonom Bank Permata Joshua Pardede memprediksi, defisit neraca dagang Juli akan mencapai USD520 juta dengan laju ekspor diperkirakan -15,74% year on year (yoy).

Meskipun aktivitas perdagangan sudah kembali normal pasca libur Lebaran pada bulan Juni, ekspor diperkirakan masih dipengaruhi oleh lemahnya harga komoditas ekspor seperti batu bara dan karet alam. Kondisi eksternal diyakini juga menjadi sentimen yang menahan laju ekspor nasional.

"Meski begitu harga CPO cenderung meningkat terbatas sepanjang bulan Juli lalu. Volume ekspor juga masih terbatas terindikasi dari aktivitas manufaktur (PMI manufaktur) dari mitra dagang utama Indonesia seperti AS (Amerika Serikat), Uni Eropa dan global," ujar Joshua saat dihubungi SINDONews di Jakarta, Rabu (14/8/2019).

Sambung dia menambahkan, dari sisi impor non migas diperkirakan akan kembali normal dan cenderung meningkat. Hal tersebut terindikasi dari kinerja ekspor Tiongkok yang juga meningkat pada periode yang sama. "Namun, impor migas diperkirakan cenderung menurun dibandingkan bulan sebelumnya," katanya.

Joshua mengungkapkan, tantangan neraca perdagangan hingga akhir tahun ini masih berasal dari isu perang dagang antara AS dan Tiongkok yang akan mempengaruhi volume ekspor dan fluktuasi harga komoditas global. "Meskipun demikian, impor barang modal sepanjang semester II tahun ini diperkirakan melandai seiring moderasi investasi, sementara impor migas juga diperkirakan menurun seiring tren penurunam harga minyak mentah dunia," tandasnya.

Sebagai informasi neraca perdagangan Indonesia pada Juni tercatat surplus USD200 juta ketika nilai ekspor lebih tinggi dibandingkan impor. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai ekspor Juni sebesar USD11,78 miliar atau turun 8,98% sedangkan impor USD11,58 miliar atau naik 2,80%.

BPS mencatat impor bulan Juni untuk produk konsumsi mengalami penurunan cukup dalam hingga 33,57% dengan komoditas yang menyumbang paling besar adalah anggur. Selanjutnya diikuti daging beku dari India dan Australia, bawang putih, apel, dan bubuk susu. Selanjutnya impor bahan baku tercatat turun 17,78% seperti handphone tanpa baterai yang mengalami penurunan terdalam dari Hong Kong dan China. Kemudian impor bungkil kedelai dan bahan untuk pupuk juga mengalami penurunan.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
PPKM Darurat Tak Akan...
PPKM Darurat Tak Akan Menghentikan Laju Surplus Neraca Perdagangan
Jaga Rekor 43 Bulan...
Jaga Rekor 43 Bulan Beruntun, Neraca Dagang RI November 2023 Cetak Surplus USD4,62 Miliar
Hebat, Neraca Dagang...
Hebat, Neraca Dagang Indonesia Suplus 29 Bulan Beruntun hingga September
Impor Tinggi, Neraca...
Impor Tinggi, Neraca Dagang Diramal Masih Bisa Surplus Tipis
Neraca Dagang November...
Neraca Dagang November 2020 Diproyeksi Cetak Surplus USD3,11 Miliar
Neraca Dagang RI Surplus,...
Neraca Dagang RI Surplus, Menang Lawan AS tapi Keok Vs Korsel
Berita Terkini
Menkeu Purbaya Tegaskan...
Menkeu Purbaya Tegaskan Fiskal Bukan Tumbal Agar Ekonomi RI Tumbuh Cepat
27 menit yang lalu
Bunga Mulai 1,75%! BRI...
Bunga Mulai 1,75%! BRI KPR Hadirkan Solusi Paling Ringan untuk Miliki Rumah Impian
51 menit yang lalu
Danantara Bantah Isu...
Danantara Bantah Isu Pemilik Tabungan Rp3 Miliar Wajib Beli Patriot Bond
57 menit yang lalu
Pertamina Akselerasi...
Pertamina Akselerasi Transisi Energi Melalui Program Dekarbonisasi dan Bisnis Rendah Karbon
1 jam yang lalu
IFG Life Beri Proteksi...
IFG Life Beri Proteksi 10 Ribu Pelari di Ajang Yellow Run 2026
1 jam yang lalu
Klarifikasi Purbaya...
Klarifikasi Purbaya soal Isu Mundur: Sebagian Informasinya Betul, Sebagian Salah
1 jam yang lalu
Infografis
5 Proyek Jalan Tol di...
5 Proyek Jalan Tol di Pulau Jawa Bakal Beroperasi Tahun 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved