Pentahelix Dibutuhkan Untuk Bangun Wisata di Tanara

Kamis, 15 Agustus 2019 - 12:25 WIB
Pentahelix Dibutuhkan...
Pentahelix Dibutuhkan Untuk Bangun Wisata di Tanara
A A A
TANARA - Wilayah Tanara di Kabupaten Serang, dinilai memiliki potensi wisata yang luar biasa. Khususnya wisata religi. Namun untuk mengembangkan wisata di Tanara dibutuhkan unsur pentahelix. Potensi itu dibahas dalam Focus Group Discussion Pengembangan Wisata Perdesaan dan Perkotaan di Pondok Pesantren An Nawawi, Tanara, Rabu (14/8/2019).

Pentingnya pentahelix dalam membangun pariwisata, disampaikan Asdep Pengembangan Wisata Budaya Kementerian Pariwisata, Oneng Setya Harini.

“Bagaimana caranya Tanara bisa menjadi destinasi pariwisata? Tentunya harus ada unsur pentahelix. Tidak mungkin hanya dikerjakan pengurus pesantren saja. Harus ada akademisi, bisnis atau industri, government atau pemerintah, komunitas, dan media,” paparnya.

Oneng juga mengimbau agar generasi millennial dilibatkan. Karena, generasi inilah yang akan membantu mengenalkan dan mengangkat destinasi di dunia maya. Dan imbasnya bisa dikenal lebih luas.

“Jangan lupa libatkan juga anak muda. Libatkan generasi millennial untuk mengangkat destinasi Tanara. Generasi millennial ini adalah generasi yang akrab dengan digital. Akrab dengan dunia maya. Mereka bisa posting setiap hari. Dan ini bagian dari promosi.

Hal yang juga tidak kalah penting, adalah memetakan pasar. Oneng menjelaskan, bicara mengenai pariwisata tidak akan bisa dipisahkan dari pasar.

“Berbicara mengenai pariwisata, berarti kita juga bicara pasar. Karena, tanpa pasar tidak akan ada pariwisata. Kalau hanya membuat destinasi tapi tidak ada yang datang, kan jadi sia-sia. Kita harus kenali pasar dulu, baru kembangkan produknya,” jelasnya.

Dengan disusunnya masterplan pengembangan Wisata Religi Kabupaten Serang oleh Kementerian Pariwisata, maka nanti akan terpetakan potensi pasar wisatawannya.

“Kemenpar hadir karena Tanara punya potesi yang luar biasa. Khususnya, untuk mengembangkan wisata religi. Tapi, memang masih ada yang harus dibenahi. Namun intinya, bagiamana kita sama-sama memahami konsep wisata religi,” katanya.

Wanita berhijab itu mengatakan, pariwisata memberikan harapan bagi masyarakat. Bahkan, Presiden menyampaikan jika pariwisata harus jadi nomor 1 untuk kesejahteraan masyarakat. Namun, hal itu akan susah untuk dicapai jika tidak ada komitmen dari masyarakat sendiri.

“Pariwisata itu cara mudah dan murah untuk mendapatkan income. Bukan hanya bagi devisa negara. Tetapi juga PAD. Yang harus dipikirkan dari pariwisata adalah bagaimana masyarakat bisa bahagia dan sejahtera,” paparnya.

Oneng menambahkan, pariwisata bisa dikelola masyarakat, komunitas atau lembaga tertentu. Dan bisa jadi besar bila ada komitmen di dalamnya. Namun, harus diketahui apa potensi yang bisa dikembangkan.

Sementara Deputi Bidang Pengembangan Industri dan Kelembagaan Kemenpar Ni Wayan Giri Adnyani mengatakan Kemenpar akan memberikan dukungan buat Tanara. Karena, hal ini menjadi bagian dari strategi untuk menjaring wisatawan mancanegara.

“Wisata religi bisa dikembangkan di Tanara. Dengan pengembangan storytelling, Tanara bisa mengangkat potensi daerahnya. Khususnya potensi wisata religi. Dan bisa turut mendatangkan wisatawan mancanegara,” paparnya.

Sementara Menteri Pariwisata Arief Yahya, mengingatkan pentingnya 3A (aksesibilitas-amenitas-atraksi) dalam mengembangkan sebuah destinasi.

“3A itu faktor utama yang harus diperhatikan jika ingin mendatangkan wisatawan, khususnya wisatawan mancanegara. Tanara harus memikirkan apa atraksi yang bisa dinikmati wisatawan. Kemudian bagaimana akses menuju ke sana. Yang tidak kalah penting adalah amenitas. Kembangkan hal-hal itu bersama stakeholder. Dan rangkul pentahelix agar semakin cepat pengembangannya,” papar mantan Dirut PT Telkom itu.
(atk)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Kementerian Pariwisata...
Kementerian Pariwisata Jadikan Bissoloro sebagai Desa Wisata
Kemenpar Siapkan Sistem...
Kemenpar Siapkan Sistem API untuk Saring Hotel dan Vila Ilegal di OTA
Akademisi Sarankan Olahraga...
Akademisi Sarankan Olahraga dan Pariwisata Jadi Satu Kementerian
BPKP Kawal Akuntabilitas...
BPKP Kawal Akuntabilitas Program Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif
15 Desa di Bulukumba...
15 Desa di Bulukumba Terima Penghargaan dari Kementerian Pariwisata
Gaji PNS Kementerian...
Gaji PNS Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Tahun 2024
Berita Terkini
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
7 jam yang lalu
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
7 jam yang lalu
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
7 jam yang lalu
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
8 jam yang lalu
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
8 jam yang lalu
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
9 jam yang lalu
Infografis
Joao Pinheiro, Wasit...
Joao Pinheiro, Wasit Kontroversial di Laga Argentina vs Swiss
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved