Pemindahan Ibu Kota Indonesia Ditargetkan Terealisasi di 2045

Selasa, 20 Agustus 2019 - 18:56 WIB
Pemindahan Ibu Kota...
Pemindahan Ibu Kota Indonesia Ditargetkan Terealisasi di 2045
A A A
JAKARTA - Realisasi pemindahan Ibu Kota Republik Indonesia ditargetkan baru akan terwujud oleh Bappenas pada tahun 2045, mendatang. Sementara itu kajian pemindahan Ibu Kota dari Jakarta, sejatinya bukanlah ide baru karena pernah oleh Presiden pertama RI Soekarno, dimana ada usulan perpindahan Ibu Kota ke Palangkaraya.

"Pengkajian Ibu Kota baru ini sudah dilaksanakan sejak tahun 2017, dimana Bappenas bekerja sama dengan Kementerian PUPR dan Kementerian Agraria dan Tata Ruang. Kami melakukan pencarian lokasi mana yang terbaik dengan pemenuhan kriteria-kriteria tertentu, yang penting ibukota baru ini bisa merefleksikan identitas bangsa Indonesia," ujar anggota Tim Komunikasi Pemindahan Ibu Kota Kementerian BPN/Bappenas Himawan Hariyoga di Jakarta, Selasa(20/8/2019).

Lebih lanjut Himawan menerangkan, pemindahan Ibu Kota tertuang dalam Visi Indonesia 2045 yaitu manusia Indonesia yang unggul, berbudaya, serta menguasai IPTEK; ekonomi yang maju dan berkelanjutan. Ditambah embangunan yang merata dan inklusif; dan ketahanan nasional dan tata kelola pemerintahan yang mantap.

Sementara itu Menteri PPN atau Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro mengatakan, Jakarta sudah terlalu padat sehingga tidak lagi ideal sebagai Ibu Kota negara. Bahkan akibat Kemacetan dan sistem pengelolaan yang buruk di Jakarta menimbulkan kerugian ekonomi hingga Rp56 triliun per tahun. "Jakarta ini masuk 10 besar kota terpadat di dunia, sayangnya bentuk kotanya tidak ideal," ungkap Bambang Brodjo.

Sambung dia menuturkan, Jakarta harus menampung beban penduduk yang sedemikian besar dengan kapasitas yang kecil. Akibat banyaknya orang berkumpul di Jakarta, kemacetan menjadi hal yang lumrah. "Tetapi masalahnya adalah, kita menjadi melupakan aspek waktu, berapa banyak waktu kita yang terbuang di jalan," paparnya.

Waktu yang terbuang itu, terang dia bisa berdampak pula pada ketahanan keluarga. Waktu yang dinikmati bersama keluarga terbuang di dalam kemacetan. Bambang juga menjelaskan bahwa perlu ada ruang terbuka untuk udara bersih demi kesehatan masyarakat. "Ini hal-hal yang kesannya mungkin sepele, tetapi sangat berdampak pada kehidupan kita," tandas Bambang.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pemprov DKI dan Kementerian...
Pemprov DKI dan Kementerian PPN/Bappenas Bahas Rencana Tata Ruang Jakarta Pasca-Ibu Kota Pindah
Kementerian PPN/Bappenas...
Kementerian PPN/Bappenas Tekankan Pentingnya Program Pemberdayaan Berbasis Data
Bappenas Tegaskan Pemindahan...
Bappenas Tegaskan Pemindahan IKN Wujudkan Pemerataan Ekonomi
Menteri PPN: Ibu Kota...
Menteri PPN: Ibu Kota Baru Dibangun untuk Mendorong Pertumbuhan Ekonomi di Kawasan Timur
Paling Penting, 3 Kementerian...
Paling Penting, 3 Kementerian Ini Diboyong Duluan ke Ibu Kota Baru
Proyek Ibu Kota Negara...
Proyek Ibu Kota Negara Bersifat Stand By, Apa Ada Harapan?
Berita Terkini
MNC Sekuritas Perluas...
MNC Sekuritas Perluas Jangkauan Literasi ke Kendari melalui Edukasi Cerdas Investasi Digital
2 menit yang lalu
IHSG Hari Ini Berakhir...
IHSG Hari Ini Berakhir Meroket 4,12% Tembus Level 6.254
30 menit yang lalu
Rupiah Tampil Perkasa...
Rupiah Tampil Perkasa di Awal Pekan, Hari Ini Sentuh Rp17.708 per Dolar AS
38 menit yang lalu
Tips MotionTrade: Kenali...
Tips MotionTrade: Kenali Modus Penipuan Berkedok Investasi Pasar Modal
1 jam yang lalu
Perkuat Ekosistem Pendidikan,...
Perkuat Ekosistem Pendidikan, BTN Teken MoU Strategis dengan UNAIR
2 jam yang lalu
Brantas Abipraya Kebut...
Brantas Abipraya Kebut Penyelesaian Akhir Sekolah Rakyat Jabar II, DPR Optimistis Segera Operasional
2 jam yang lalu
Infografis
10 Pemain Bintang yang...
10 Pemain Bintang yang Absen di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved