Perdagangan Awal Pekan, Rupiah Diprediksi Berbalik Melemah
Senin, 26 Agustus 2019 - 09:17 WIB
Perdagangan Awal Pekan, Rupiah Diprediksi Berbalik Melemah
A
A
A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan awal pekan, Senin (26/8/2019) diprediksi berbalik melemah, setelah akhir pekan kemarin sedikit mendapatkan dorongan dari internal. Namun belakangan perang dagang antara dua ekonomi besar dunia yang memanas membuat mata uang negera berkembang tertekan.
"Perang dagang yang memanas bisa mendorong pelemahan rupiah hari ini. Jumat malam, Tiongkok mengumumkan kenaikan bea masuk untuk produk AS senilai USD75 milyar dan dibalas lagi oleh AS dengan menaikan tarif sebesar 5% untuk barang Tiongkok sebesar USD550 milyar," ujar Kepala Riset Monex Investindo Futures, Ariston Tjendra di Jakarta, Senin (25/8/2019).
Dia menambahkan, aksi saling balas ini meningkatkan kekhawatiran pasar bahwa perang dagang akan makin panjang dan bisa berujung pada pelambatan ekonomi global. "Hari ini, USDIDR berpotensi bergerak ke arah Rp14.300 per USD dengan support di Rp14.210 per USD," jelasnya.
Sebelumnya pada Jumat, kemarin keputusan Bank Indonesia (BI) memangkas suku bunga acuan 25 basis poin menjadi 5,5% memberi tuah bagi pergerakan rupiah pada akhir pekan ini. Data Bloomberg mencatat rupiah, ditutup menguat 24 poin atau 0,17% ke level Rp14.215 per USD.
Rupiah pada Jumat, sempat dibuka melemah 1 poin ke level Rp14.240 per USD, dibanding Kamis lalu di level Rp14.239 per USD. Namun sepanjang akhir pekan, rupiah bergerak labil dan berakhir manis. Akhir pekan ini, rupiah diperdagangkan pada kisaran Rp14.207-Rp14.264 per USD.
"Perang dagang yang memanas bisa mendorong pelemahan rupiah hari ini. Jumat malam, Tiongkok mengumumkan kenaikan bea masuk untuk produk AS senilai USD75 milyar dan dibalas lagi oleh AS dengan menaikan tarif sebesar 5% untuk barang Tiongkok sebesar USD550 milyar," ujar Kepala Riset Monex Investindo Futures, Ariston Tjendra di Jakarta, Senin (25/8/2019).
Dia menambahkan, aksi saling balas ini meningkatkan kekhawatiran pasar bahwa perang dagang akan makin panjang dan bisa berujung pada pelambatan ekonomi global. "Hari ini, USDIDR berpotensi bergerak ke arah Rp14.300 per USD dengan support di Rp14.210 per USD," jelasnya.
Sebelumnya pada Jumat, kemarin keputusan Bank Indonesia (BI) memangkas suku bunga acuan 25 basis poin menjadi 5,5% memberi tuah bagi pergerakan rupiah pada akhir pekan ini. Data Bloomberg mencatat rupiah, ditutup menguat 24 poin atau 0,17% ke level Rp14.215 per USD.
Rupiah pada Jumat, sempat dibuka melemah 1 poin ke level Rp14.240 per USD, dibanding Kamis lalu di level Rp14.239 per USD. Namun sepanjang akhir pekan, rupiah bergerak labil dan berakhir manis. Akhir pekan ini, rupiah diperdagangkan pada kisaran Rp14.207-Rp14.264 per USD.
(akr)