Publik Resah OVO Monopoli Lahan Parkir, KPPU: Secepatnya Kita Selidiki

Senin, 26 Agustus 2019 - 20:41 WIB
Publik Resah OVO Monopoli...
Publik Resah OVO Monopoli Lahan Parkir, KPPU: Secepatnya Kita Selidiki
A A A
JAKARTA - Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) telah memanggil sejumlah pihak terkait dugaan monopoli OVO pada sejumlah area parkir mal milik grup Lippo. KPPU menyatakan pemanggilan ini berdasarkan keresahan masyarakat, dan tupoksinya untuk menggali segala potensi kecurangan yang terjadi.

Komisioner KPPU, Guntur S Saragih, mengatakan hingga saat ini pihaknya baru bisa mengumumkan perkembangan terkait penelitian kasus OVO. "Ada beberapa dugaan, belum selesai penelitian. Kemungkinan-kemungkinan masih ada di situ," ungkapnya di Jakarta, Senin (26/8/2019).

Sejauh ini, Guntur mengatakan, terlihat praktik yang dilakukan OVO berupa posisi dominan dan kemungkinan perjanjian tertutup.

Pihaknya menegaskan bahwa penyelidikan atas perkara OVO yang merupakan payment gateway milik grup Lippo dan terintegrasi dalam aplikator asal Malaysia Grab itu bukan atas laporan pihak lain.

"Kami memperhatikan adanya keresahan publik, adanya dari konsumen. Tapi ini statusnya perkara inisiatif. Bukan laporan," tegasnya.

Atas dasar itu, Guntur menyebut KPPU berupaya keras agar praktik curang dominasi cara pembayaran parkir oleh OVO itu bisa segara selesai. "Tergantung kompleksitasnya. Kalau memang cukup kompleks tentunya memakan waktu banyak, tergantung juga kerja sama antar pihak. Ya kalau saya semakin cepat semakin baik," ujarnya.

Saat ini, KPPU masih membuka ruang untuk mendalami segala hal terkait. Para pihak sudah dipanggil dan termasuk OVO itu sendiri. "Tapi tidak bisa saya ceritakan di sini inti penjelasannya sekarang," kata dia.

Antitrust Investigator KPPU, Devi Matondang, menambahkan di antara beberapa pihak dipanggil, di antaranya adalah Skyparking. Perusahaan ini merupakan pengelola parkir di gedung Lippo.

"Kemudian dari kompetitornya, Securepark. Kemudian juga kami sudah panggil dari Lippo Mall Indonesia," tuturnya.

Diakuinya bahwa berdasarkan kronologi termasuk laporan media, banyak keluhan masyarakat kesulitan membayar parkir di sejumlah tempat milik Lippo. Bukan hanya mal tapi juga menambah fasilitas publik lain seperti Rumah Sakit Siloam.

"Kita melihat di sini, apakah ada indikasi anti persaingan. Dari hasil pertemuan dengan mereka, mengatakan pada tahun 2015, pembayaran di gedung parkir melalui pembayaran tunai kemudian menggunakan Flazz BCA," kisahnya.

Pada 2017, OVO berdiri dan pembayaran tunai masih ada. Namun untuk pembayaran nontunai sudah diambilalih OVO. "Flazz dihilangkan," lanjutnya.

Alibi sejauh ini, dari hasil penyelidikan, dominasi OVO dilakukan dalam rangka mendukung pemerintah dalam rangka program cashless society. "Tapi kalau melaksanakan itu, kenapa yang Flazz dihilangkan?" Devi mempertanyakan.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
KPPU Sebut Persaingan...
KPPU Sebut Persaingan Usaha di Sulsel Barkategori Tinggi
Wasit Persaingan Usaha...
Wasit Persaingan Usaha Rilis Kurikulum Kepatuhan
KPPU Bakal Panggil 10...
KPPU Bakal Panggil 10 Perusahaan Minyak Goreng, Ini Nama-namanya!
Tahun Ini Indeks Persaingan...
Tahun Ini Indeks Persaingan Usaha di Indonesia Naik
Kemitraan Usaha Besar...
Kemitraan Usaha Besar dan UMKM Minimalisir Persaingan Usaha Tidak Sehat
Tutup Celah Pelanggaran...
Tutup Celah Pelanggaran Persaingan Usaha, Pupuk Kaltim Ajak Karyawan Ikut Pelatihan dan Sosialisasi KPPU
Berita Terkini
Aksi Bersih dan Penghijauan...
Aksi Bersih dan Penghijauan dalam Memperingati HLH 2026, NHM Ajak Masyarakat Jaga Lingkungan Bersama
9 menit yang lalu
Kena PHK Dapat Uang...
Kena PHK Dapat Uang Tunai 60% dari Gaji selama 6 Bulan, Ini Syaratnya
10 menit yang lalu
Pengembangan CBG Perkuat...
Pengembangan CBG Perkuat Transisi dan Kemandirian Energi Nasional
23 menit yang lalu
Cerita Purbaya Ingin...
Cerita Purbaya Ingin Beli Harley Davidson Hasil Sitaan Negara, Tapi Dilarang Istri
1 jam yang lalu
AS-Iran Sepakat Damai,...
AS-Iran Sepakat Damai, Harga Minyak Dunia Langsung Anjlok
2 jam yang lalu
IHSG Dibuka Melesat...
IHSG Dibuka Melesat 1,85% ke 6.118, Mayoritas Saham Menghijau
3 jam yang lalu
Infografis
Kaleidoskop 2025: 7...
Kaleidoskop 2025: 7 Peristiwa Hukum yang Menyita Perhatian Publik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved