APBN Tak Akan Sanggup Danai Pemindahan Ibu kota Baru

Selasa, 27 Agustus 2019 - 11:42 WIB
APBN Tak Akan Sanggup...
APBN Tak Akan Sanggup Danai Pemindahan Ibu kota Baru
A A A
JAKARTA - Pemindahan Ibu kota negara dari Jakarta ke sebagian Kabupaten Penajam Pasir Utara dan Sebagian Kabupaten Kutai Kartenagara bakal membutuhkan anggaran sangat besar. Ekonom dari Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudisthira menilai anggaran yang bakal dibutuhkan untuk pembangunan infrastruktur mencapai Rp520 triliun.

Dengan anggaran yang sangat besar tersebut, tentunya bakal membebani Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN). "Kalau melihat adanya tren kenaikan harga bisa membengkak di atas Rp500 hingga Rp520 triliun dan ini tidak akan cukup. 80% nya perlu libatkan swasta dan BUMN. Pertanyaannya ketika kondisi ekonomi sedang melambat, apa swasta mau keluarkan ratusan triliun," ujar Bhima saat dihubungi SINDOnews di Jakarta, Selasa (27/8/2019).

Menurutnya, pengumuman lokasi ibu kota yang terburu-buru justru berisiko terhadap naiknya harga tanah. Spekulan tanah akan memborong aset warga di lokasi ibu kota baru hingga membuat harga tanah bisa naik bahkan ratusan hingga ribuan kali lipat.

"Tanah yang awalnya hanya Rp300 ribu per meter bisa naik hingga Rp5 juta per meter. Imbasnya investor yang ingin kembangkan perumahan untuk PNS misalnya atau fasilitas lain jadi berpikir ulang," jelasnya.

Dia menambahkan pembangunan ibu kota ini juga dinilai justru berbahaya bagi pembangunan kedepannya, sementara regulasi di Indonesia tidak memiliki sanksi bagi spekulan tanah. "Baru bilang ibu kota mau pindah ke Kalimantan saja, tanah sudah naik apalagi spesifik nama kota atau daerahnya," terang dia.

Sebelumnya Menteri PPN/Kepala Bappenas, Bambang Brodjonegoro memberikan estimasi dibutuhkan lahan minimal 40.000 hektare. "Dengan penduduk 1,5 juta, pemerintahan akan membutuhkan 5% lahan, ekonomi 15%, sirkulasi infrastruktur 20%, pemukiman 40%, dan ruang terbuka hijau 20%. Diperkirakan dibutuhkan lahan minimal 40.000 hektar untuk estimasi atau skenario yang pertama," ucap Bambang Brodjo.

Hal itu menurutnya apabila mengikuti skenario pertama, dimana tidak ada resizing jumlah Aparatur Sipil Negara (ASN), maka seluruh ASN pemerintah pusat akan pindah ke ibu kota baru dengan jumlah sekitar 1,5 juta orang. Meliputi anggota eksekutif, legislatif, yudikatif, TNI, Polri dan bersama anggota keluarganya.

Skenario kedua, apabila ketika pemindahan ada resizing dari ASN, dimana ASN-nya yang pindah itu 111 ribuan, ditambah Polri/TNI, anggota keluarganya menyesuaikan dengan 4 anggota keluarga, pelaku ekonominya 184.000, maka jumlah penduduk diperkirakan 870.000 orang. Dengan peruntukan lahan dengan persentase pemakaian yang sama, maka lahan yang diperlukan sekitar 30.000 hektar.

Menurut Bambang, sumber pembiayaan untuk kota baru ini bisa berasal dari empat sumber. Yaitu dari APBN, khususnya untuk initial infrastructure dan juga fasilitas kantor pemerintahan dan parlemen. Kemudian dari BUMN (Badan Usaha Milik Negara) untuk infrastruktur utama dan fasilitas sosial. Selanjutnya, KPBU, Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha untuk beberapa unsur utama dan juga fasilitas sosial, dan swasta murni khususnya yang terkait dengan properti perumahan dan fasilitas commercial.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Bangun IKN Nusantara...
Bangun IKN Nusantara Pakai Duit APBN, Begini Tahapannya
Berapa Anggaran Bangun...
Berapa Anggaran Bangun Ibu Kota Negara Baru? Ini Jawaban Sri Mulyani
Terungkap! Mayoritas...
Terungkap! Mayoritas Pembangunan Ibu Kota Baru Pakai Duit APBN
Otorita IKN Nusantara...
Otorita IKN Nusantara Setingkat Kementerian, Tapi Pendanaan Bukan Hanya dari APBN
Pemindahan Ibu Kota...
Pemindahan Ibu Kota Negara Bisa Berakhir Gagal, 3 Negara Ini Merasakannya
Mayoritas Pakai Duit...
Mayoritas Pakai Duit APBN, Ibu Kota Baru Dibangun sampai 2045
Berita Terkini
Bahlil Ungkap Penyebab...
Bahlil Ungkap Penyebab Pemadaman Listrik di Sejumlah Daerah, Janji Pulih Cepat
6 jam yang lalu
Indodax Diapresiasi...
Indodax Diapresiasi Atas Edukasi dan Pengembangan Pasar Aset Kripto
6 jam yang lalu
Harga Pertamax Naik...
Harga Pertamax Naik Rp16.250, Bahlil: Sudah Diperhitungkan Secara Bijak
6 jam yang lalu
Lewat Program Pondasi,...
Lewat Program Pondasi, Brahma Binabakti Renovasi Rumah Tak Layak di Muaro Jambi
6 jam yang lalu
Harga Pertamax Naik...
Harga Pertamax Naik Jadi Rp16.250, Bos Pertamina: Telah Mempertimbangkan Daya Beli Masyarakat
7 jam yang lalu
Janji Manis Ledakan...
Janji Manis Ledakan Ekonomi Piala Dunia 2026, Awas! Tensi Geopolitik Bisa Bikin Zonk
7 jam yang lalu
Infografis
Skuad Timnas Spanyol...
Skuad Timnas Spanyol di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Real Madrid
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved