Kurangi Ketergantungan Dolar AS, Bank ICBC Dorong Penggunaan Renminbi

Selasa, 27 Agustus 2019 - 13:14 WIB
Kurangi Ketergantungan...
Kurangi Ketergantungan Dolar AS, Bank ICBC Dorong Penggunaan Renminbi
A A A
JAKARTA - PT Bank ICBC Indonesia bersama Asosiasi Pengusaha Indonesua (APINDO) mendorong pengunaan mata uang renminbi (RMB) sebagai mata uang perdagangan dan pembayaran internasional antara Indonesia dan Tiongkok. Pengunaan RMB diharapkan mampu mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap dolar Amerika Serikat (AS).

“Itu sejalan dengan masuknya RMB sebagai special drawing right dalam basket mata uang IMF. Penggunaan RMB secara serius untuk transaksi perdagangan internasional, investasi dan pembiayaan akan mengurangi ketergantungan kita terhadap dolar AS,” ujar Managing Director Bank ICBC Indonesia Thomas Arifin, di acara RMB Internazionalization, di Hotel Westin, Jakarta, Selasa (27/8/2019).

Menurut dia faktor kesuksesan internasionalisasi renminbi tergantung pada tiga indikator penting. Pertama, adanya liberalisasi dan pembukaan pasar modal Tiongkok secara bertahap. Kedua, melakukan langkah-langkah perluasan penggunaan mata uang RMB secara global dan selanjutnya menyediakan infrastruktur pendukung penyelesaian transaksi pembayaran di negara mitra dagang Tiongkok.

“Untuk saat ini alasan belum digunakannya RMB dalam pembayaran karena kurangnya edukasi menggunakan RMB beserta keuntungan lainnya. Sebab itu perlu edukasi menghapus persepsi bahwa pelaku pasar merasa mitra dagang Tiongkok lebih suka menggunakan USD,” kata dia.

Pihaknya menyebut sejumlah keuntungan menggunakan RMB selain mengurangi ketergantungan terhadap dolar AS. Penggunaan RMB, imbuhnya, importir Indonesia dapat memperluas hubungan dengan eksportir-eskportir lainnya di Tiongkok sehingga dapat memperoleh harga barang lebih murah.

“Importir Indonesia juga dapat membeli RMB dengan diskon melalui pasar forward di Tiongkok. Di mana manfaat ini tidak bisa dinikmati apabila perusahaan membeli dalam dolar AS,” terangnya.

Tidak hanya itu, eksportir di Indonesia juga dapat mengurangi biaya nilai tukar valas, mitigasi risiko mata uang dan menyederhanakan peoses administrasi nilai tukar valas. Eksportir juga dapat mendiversifikasi posisi-posisi mata uang disamping melakukan lindung nilai secara natural atas posisi hutang dan piutang.

“Selain itu dalam hal investasi, pasar obligasi Tiongkok saat ini telah menempati peringkat ketiga paling besar di dunia dengan jumlah investor asing yang besar,” papar Thomas Arifin.

Dia mengatakan, mata uang RMB merupakan produk yang diberikan Bank ICBC kepada konsumen. Bank ICBC juga menyediakan fasilitas RMB seperti RMB Cross Border Trade Settlement, RMB Prefix Remittance, RMB Domestic & Cross Border Fund Transfer.

Bank ICBC Indonesia di bawah ICBC Limited telah menawarkan berbagai produk dan layanan perbankan untuk korporasi, UKM, dan individual melalui 19 cabang di Jakarta, Bandung, Surabaya, Medan, Batam, Balikpapan dan Makassar.

Thomas menyebut sepanjang 2018 lalu Bank ICBC mampu membukukan aset sebesar Rp4,84 triliun. Sementara induknya ICBC Limited pada periode yang sama berhasil membukukan aset mecapai USD3,9 triliun dengan laba bersih mencapai USD42 miliar. “Sampai akhir tahun lalu, volume lintas batas RMB dari ICBC Limited mencapai USD649 miliar,” jelasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Berkunjung ke Museum...
Berkunjung ke Museum Bank Indonesia, Mengintip Peninggalan Uang Kuno Kerajaan hingga Kompeni
Perkuat Ekonomi Jateng,...
Perkuat Ekonomi Jateng, ICBC Indonesia Buka Kantor Cabang Semarang
Ternyata BI Pernah Terbitkan...
Ternyata BI Pernah Terbitkan Uang Logam Pecahan Bernilai Tinggi
Bank Indonesia Akan...
Bank Indonesia Akan Luncurkan Rupiah Digital, Ini Tantangannya
Risiko Besar, Penerbitan...
Risiko Besar, Penerbitan Mata Uang Digital Butuh Persiapan Matang
BI Ungkap 3 Inisiatif...
BI Ungkap 3 Inisiatif dan Fokus Pengembangan Pasar Uang 2025
Berita Terkini
IHSG Hari Ini Dibuka...
IHSG Hari Ini Dibuka Ambles ke Level 6.266 saat Ada 518 Saham Malas Bergerak
7 menit yang lalu
Bangun PFII di Bali...
Bangun PFII di Bali Butuh Waktu 3 Tahun, Danantara Siapkan Masa Transisi di Jakarta
20 menit yang lalu
4 Negara Bebas Kewajiban...
4 Negara Bebas Kewajiban Parkir DHE SDA di Himbara, Pemerintah Beri Kelonggaran
42 menit yang lalu
Panda Bond Laris Manis,...
Panda Bond Laris Manis, Indonesia Raup Rp18,47 Triliun
1 jam yang lalu
Trump Berlakukan Tarif...
Trump Berlakukan Tarif Impor Baru secara Global, Indonesia Kena 10%
2 jam yang lalu
Hari Anak Nasional,...
Hari Anak Nasional, Jasa Raharja Ajak Generasi Muda Jadi Pelopor Keselamatan
10 jam yang lalu
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved