OJK: Investor Inggris Tertarik Perbanyak Investasi di Indonesia

Rabu, 28 Agustus 2019 - 06:32 WIB
OJK: Investor Inggris...
OJK: Investor Inggris Tertarik Perbanyak Investasi di Indonesia
A A A
JAKARTA - Sejumlah perusahaan investasi asal Inggris menyatakan tertarik untuk memperbanyak investasinya di sektor jasa keuangan di Indonesia, terutama pembiayaan ramah lingkungan (green financing), dan pembiayaan yang menunjang pencapaian program pembangunan berkelanjutan.

Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Wimboh Santoso, mengatakan ketertarikan investor asal Inggris ini, disampaikan saat pertemuan "United Kingdom Financial Services Dialogue 2019," yang dihadiri Duta Besar Inggris untuk Indonesia Owen Jenkins serta puluhan investor dan jajaran eksekutif pasar keuangan Inggris.

Dubes Owen Jenkins menjelaskan bahwa Inggris sudah memposisikan diri sebagai negara mitra bagi Indonesia untuk berkolaborasi dalam green finance, pembiayaan syariah (Islamic finance), pembiayaan untuk fintech dan berbagai insitiatif penting lainnya di pasar keuangan.

Data OJK menyatakan sampai dengan tahun 2019 ini, pinjaman untuk sektor industri ramah lingkungan (green loans) di Indonesia sudah mencapai USD133 miliar atau setara Rp1.850 triliun. Surat utang untuk sektor ramah lingkungan sebesar USD169 juta dan Surat Utang Syariah pemerintah untuk sektor ramah lingkungan (green sukuk) sebesar USD2 juta.

Dengan minat investasi dari Inggris ini, Wimboh mengatakan, pemerintah dan regulator industri keuangan di Indonesia akan mengantisipasi tantangan ekonomi global untuk menjaga kestabilan ekonomi dan iklim investasi.

"OJK bersama Bank Indonesia dan pemerintah berkomitmen kuat merespon tantangan-tantangan global dengan kebijakan antisipatif. Pemerintah akan meluncurkan insentif perpajakan untuk menarik investasi ke Indonesia. Bank Indonesia sendiri telah menurunkan suku bunga 50 basis point ke level 5,5% dalam dua bulan terakhir untuk antisipasi perlambatan pertumbuhan ekonomi global," katanya dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Selasa (27/8/2019).

Selain itu, tambah dia, OJK terus berkerja sama dengan berbagai pihak termasuk pemerintah pusat maupun daerah, Kadin, Apindo dan pelaku industri keuangan untuk pengembangan sektor unggulan, yaitu: Pariwisata, Manufaktur, Pertambangan, Agribisnis dan Perikanan. Pengembangan sektor unggulan ini diharap meningkatkan ekspor dan substitusi impor, membuka lapangan kerja dan meningkatkan basis pajak.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
BFI Finance Catatkan...
BFI Finance Catatkan Nilai Restrukturisasi Rp4,1 Triliun
OJK Resmi Cabut Izin...
OJK Resmi Cabut Izin Usaha OVO Finance
Bos OJK Minta Dukungan...
Bos OJK Minta Dukungan Perusahaan Keuangan Global Pulihkan Ekonomi Indonesia
Di Peringatan 45 Tahun...
Di Peringatan 45 Tahun Diaktifkan Kembali Pasar Modal Indonesia, OJK Dorong Jaga Stabilitas Pasar Modal
OECD/INFE - OJK Conference...
OECD/INFE - OJK Conference di Bali
Kementerian-Lembaga...
Kementerian-Lembaga Lintas Kerja Sama Berantas Pinjol Ilegal
Berita Terkini
Penjelasan PLN soal...
Penjelasan PLN soal Blackout di Beberapa Wilayah Pulau Jawa
1 jam yang lalu
Emas Antam Kembali Berkilau,...
Emas Antam Kembali Berkilau, Hari Ini Naik Rp20 Ribu Sentuh Rp2.709.000 per Gram
1 jam yang lalu
IHSG Dibuka Perkasa...
IHSG Dibuka Perkasa Sentuh Level 5.960, Ada 380 Saham Berlari di Zona Hijau
2 jam yang lalu
Aliran Modal Asing Mulai...
Aliran Modal Asing Mulai Masuk, Rupiah Membaik Tinggalkan Rp18.000 per Dolar AS
2 jam yang lalu
Beban Berat Kelas Menengah...
Beban Berat Kelas Menengah di Tengah Kenaikan Pertamax jadi Rp16.250/Liter
3 jam yang lalu
Bahlil Ungkap Penyebab...
Bahlil Ungkap Penyebab Pemadaman Listrik di Sejumlah Daerah, Janji Pulih Cepat
13 jam yang lalu
Infografis
10 Pemain Bintang yang...
10 Pemain Bintang yang Absen di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved