Rupiah Ditutup Jatuh ke Level Rp14.225/USD Iringi Kemerosotan Pounds
Selasa, 03 September 2019 - 17:43 WIB
Rupiah Ditutup Jatuh ke Level Rp14.225/USD Iringi Kemerosotan Pounds
A
A
A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada akhir perdagangan, Selasa (3/9/2019) ditutup jatuh untuk terus semakin tertekan sejak awal pekan kemarin. Tren negatif kurs Rupiah mengiringi kemerosotan Poundsterling ke level terendah dalam tiga tahun.
Data Yahoo Finance menunjukkan rupiah lesu ke level Rp14.225/USD untuk anjlok sangat dalam dibandingkan sesi sebelumnya Rp14.190/USD. Pergerakan harian rupiah pada perdagangan hari ini berada pada kisaran Rp14.210 hingga Rp14.235/USD.
Posisi rupiah melihat data Bloomberg, pada akhir perdagangan spot exchange merosot cukup tajam menjadi Rp14.227/USD dari awal pekan, kemarin Rp14.194/USD. Rupiah hari ini bergerak di antara Rp14.216-Rp14.232/USD.
Berdasarkan data SINDOnews bersumber dari Limas, rupiah hingga sesi sore terlihat tak berdaya usai menyusut hingga Rp14.230/USD. Kondisi eksternal yang tidak menentu menekan kurs rupiah dalam beberapa hari terakhir, dimana Senin kemarin bertengger pada level Rp14.205/USD.
Menurut kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah tertahan pada zona merah di posisi Rp14.217/USD untuk menjadi sinyal pelemahan mata uang Garuda. Posisi ini memperlihatkan rupiah memburuk usai Senin, kemarin Rp14.190/USD.
Di sisi lain seperti dilansir Reuters, Poundsterling merosot di bawah USD1,20 pada perdagangan, Selasa ke level rendah dalam tiga tahun saat Perdana Menteri Boris Johnson memberikan ultimatum kepada anggota parlemen untuk mendukungnya dalam negosiasi Brexit. Atau menghadapi pemilihan yang membuat investor berebut untuk membuang aset Inggris.
Pounds sendiri sejauh ini telah kehilangan 20% dari nilainya sejak Inggris memutuskan untuk meninggalkan Uni Eropa (UE) pada tahun 2016, lalu. Pada sesi perdagangan, Selasa hari ini sudah jatuh ke level terendah 1,1959 per USD atau hampir menyusut hampir 1% pada hari itu.
Data Yahoo Finance menunjukkan rupiah lesu ke level Rp14.225/USD untuk anjlok sangat dalam dibandingkan sesi sebelumnya Rp14.190/USD. Pergerakan harian rupiah pada perdagangan hari ini berada pada kisaran Rp14.210 hingga Rp14.235/USD.
Posisi rupiah melihat data Bloomberg, pada akhir perdagangan spot exchange merosot cukup tajam menjadi Rp14.227/USD dari awal pekan, kemarin Rp14.194/USD. Rupiah hari ini bergerak di antara Rp14.216-Rp14.232/USD.
Berdasarkan data SINDOnews bersumber dari Limas, rupiah hingga sesi sore terlihat tak berdaya usai menyusut hingga Rp14.230/USD. Kondisi eksternal yang tidak menentu menekan kurs rupiah dalam beberapa hari terakhir, dimana Senin kemarin bertengger pada level Rp14.205/USD.
Menurut kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah tertahan pada zona merah di posisi Rp14.217/USD untuk menjadi sinyal pelemahan mata uang Garuda. Posisi ini memperlihatkan rupiah memburuk usai Senin, kemarin Rp14.190/USD.
Di sisi lain seperti dilansir Reuters, Poundsterling merosot di bawah USD1,20 pada perdagangan, Selasa ke level rendah dalam tiga tahun saat Perdana Menteri Boris Johnson memberikan ultimatum kepada anggota parlemen untuk mendukungnya dalam negosiasi Brexit. Atau menghadapi pemilihan yang membuat investor berebut untuk membuang aset Inggris.
Pounds sendiri sejauh ini telah kehilangan 20% dari nilainya sejak Inggris memutuskan untuk meninggalkan Uni Eropa (UE) pada tahun 2016, lalu. Pada sesi perdagangan, Selasa hari ini sudah jatuh ke level terendah 1,1959 per USD atau hampir menyusut hampir 1% pada hari itu.
(akr)