Pemerintah Tolak Permintaan DPR Mencabut Subsidi LRT

Selasa, 03 September 2019 - 21:43 WIB
Pemerintah Tolak Permintaan...
Pemerintah Tolak Permintaan DPR Mencabut Subsidi LRT
A A A
JAKARTA - Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) meminta agar pemerintah mencabut subsidi moda transportasi Light Rail Transit (LRT) Palembang.

Anggota Komisi V DPR Fraksi Gerindra, Bambang Haryo Soekartono, menilai LRT Palembang lebih menyasar kepada masyarakat kelas menengah atas, bukan menengah bawah. Lanjut dia, LRT Palembang bertujuan ke bandara, bukan ke terminal atau pelabuhan, yang umumnya digunakan masyarakat kelas menengah kebawah.

"LRT Palembang ini bukan transportasi untuk masyarakat menengah kebawah, atau bahkan bawah sekali. Jadi sangat mengharapkan agar pemerintah tidak memberi subsidi untuk LRT Palembang, tapi dialokasikan ke bidang lain," ujar Bambang Haryo di Gedung DPR RI, Jakarta, Selasa (3/9/2019).

Sambung dia, dengan demikian maka subsidi yang diberikan pemerintah melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), setiap tahunnya menjadi salah sasaran.

"Anggaran itu harus dinikmati oleh masyarakat menengah kebawah. Mohon maaf, saya keberatan sekali soal subsidi ini," katanya.

Menanggapi hal tersebut, Menteri Perhubungan, Budi Karya, menyatakan pemerintah tidak bisa melakukan penghapusan subsidi LRT Palembang. Menurutnya, transportasi publik memang sudah seharusnya disubsidi oleh pemerintah, tidak peduli menyasar kalangan masyarakat apapun.

Tahun depan, transportasi modern ini, kata Budi Karya, bahkan sudah dianggarkan subsidi sebesar Rp200 miliar.

"Angkutan massal perkotaan itu lazim diberikan subsisidi. Seperti juga di Jakarta, transportasi umumnya juga banyak disubsidi. Jadi memang kami harus lakukan subsidi (LRT Palembang)," ungkapnya.

Dia menyatakan, LRT Palembang mungkin saja lebih banyak digunakan kalangan menengah keatas, namun hal itu memberikan keuntungan dalam hal lain. Diantaranya, berdampak pada penurunan penggunaan transportasi pribadi.

"Orang akan meninggalkan kendaraan pribadi sehingga mengurangi kemacetan. Kemudian juga memberikan dampak baik pada lingkungan, terkait polusi kendaraan," jelasnya.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pembangunan LRT Jabodebek...
Pembangunan LRT Jabodebek Sudah 75%, Beres Kapan?
Uji Coba LRT Jabodebek...
Uji Coba LRT Jabodebek Dihentikan Sementara, Begini Penjelasan Kemenhub
Begini Cara Menghitung...
Begini Cara Menghitung Tarif LRT Jabodebek, Mulai dari Rp5.000
LRT Jakarta Velodrome-Manggarai...
LRT Jakarta Velodrome-Manggarai Groundbreaking Paling Lambat Awal Oktober 2023
LRT Jakarta Gunakan...
LRT Jakarta Gunakan Sinar Ultraviolet untuk Cegah Covid-19
Jangan Salah! Ini Perbedaan...
Jangan Salah! Ini Perbedaan LRT Jakarta, Jabodebek, dan Palembang
Berita Terkini
EV dan SPKLU, Infrastruktur...
EV dan SPKLU, Infrastruktur Penting untuk Mendukung Mobilitas Rendah Emisi
8 jam yang lalu
Hadirkan Platform Sovereign...
Hadirkan Platform Sovereign Cloud Berbasis Kubernetes untuk Indonesia
8 jam yang lalu
Jaga Pertumbuhan Bisnis...
Jaga Pertumbuhan Bisnis dan Transformasi, BRI Life Unjuk Gigi di Digital Forum 2026
8 jam yang lalu
Energi Panas Bumi, Tantangan,...
Energi Panas Bumi, Tantangan, Mitos, dan Ekonomi
9 jam yang lalu
Jawab Perluasan Biodiesel...
Jawab Perluasan Biodiesel B50 untuk Industri, Bpfilters Hadirkan Filter Solar Terbaru
9 jam yang lalu
Peluang Investasi Startup...
Peluang Investasi Startup di Era Tech Winter
9 jam yang lalu
Infografis
LRT Jakarta Velodrome-Manggarai...
LRT Jakarta Velodrome-Manggarai Rampung Paling Lama Awal 2027
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved