Founder Dtech-Engineering Arfian Fuadi, Lulusan SMK yang Karyanya Mendunia

Jum'at, 06 September 2019 - 16:05 WIB
Founder Dtech-Engineering Arfian Fuadi, Lulusan SMK yang Karyanya Mendunia
Founder Dtech-Engineering Arfian Fuadi, Lulusan SMK yang Karyanya Mendunia
A A A
JAKARTA - Arfian Fuadi yang lahir 32 tahun lalu merupakan warga Dukuh Canden, Kelurahan Kutowinangun, Kecamatan Tingkir, Kota Salatiga. Terlahir di keluarga prasejahtera tidak menyurutkan semangatnya untuk maju dan berkarya.

Arfian yang memiliki bakat pada desain teknik sejak kecil, menentukan langkah awalnya untuk maju dengan menamatkan pendidikannya di sekolah menengah kejuruan (SMK) di Semarang pada 2005. Dengan segala keterbatasannya, Arfian kerap meminjam komputer sepupu dan menjelajahi dunia maya untuk belajar mengenai teknik desain dan mengasah kemampuannya.

(Baca: 7 Millennial Heroes, Ajang Generasi Milenial Menentukan Pahlawannya)

Bermula dari komputer bekas yang di belinya dari hasil bekerja di Kantor Pos pada tahun 2009, Arfian dan adiknya kemudian mendirikan perusahaan desain teknik bernama Dtech-Engineering yang merupakan perusahaan desain mekanik dengan lingkup bisnis mechanical engineering, mechanical designing, product design, serta finite element analysis.

Dtech-Engineering mendapatkan klien pertama berupa perusahaan berbasis di Jerman berkat mem-posting jasanya di situs freelance, Elance.com. Dari situ, Dtech-Engineering terus berkembang, khususnya setelah berhasil memenangi kompetisi global yang diadakan perusahaan General Electric (GE) asal Amerika, untuk membuat desain bracket jet.

Kompetisi itu diikuti hampir 700 orang dari berbagai negara, yang salah satu pesertanya adalah doktor lulusaan Oxford University yang berpengalaman di Swedish Air Force dan bekerja di perusahaan Airbus.

Kini, ratusan karya Dtech-Engineering menjadi produk dunia, mulai dari chasing ponsel, produk kesehatan dan bagian kendaraan. Desain Dtech-Engineering kini dipakai di beberapa negara di Eropa dan Asia dan memiliki nilai ekonomis tinggi.

Setelah jerih payahnya menunjukkan hasil, Arfian tak lupa mengabdikan dirinya ke masyarakat Salatiga dan dunia pendidikan di Indonesia. Melalui DTech Innovation Center yang ia dirikan, Arfian melakukan pembinaan bagi masyarakat umum, mahasiswa, dan siswa SMK/SLTA dari seluruh Indonesia untuk dilatih sesuai bidang yang ditekuninya, tanpa membayar biaya apapun. Sangat pantas jika rasanya jika lulusan SMK dengan prestasi mendunia ini menjadi salah satu nominator 7 Millennial Heroes .
(fjo)
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
berita/ rendering in 0.1279 seconds (11.210#12.26)