WTO Proyeksikan Perdagangan Global Tahun Ini Bisa Terkontraksi hingga 1,5%
Kamis, 17 April 2025 - 12:38 WIB
loading...
WTO memproyeksikan kontraksi perdagangan global pada tahun 2025 akan berkisar antara 0,2% hingga 1,5%. FOTO/Ilustrasi
A
A
A
JAKARTA - Organisasi Perdagangan Dunia ( WTO ) memproyeksikan bahwa, tergantung pada apakah pemerintah Amerika serikat (AS) akan kembali ke tarif perdagangan (individual) tambahan untuk negara-negara setelah jeda 90 hari berakhir, kontraksi perdagangan global pada tahun 2025 akan berkisar antara 0,2% hingga 1,5%.
"Setelah menyesuaikan proyeksi dasar untuk memperhitungkan dampak tarif yang baru-baru ini diumumkan dan meningkatnya ketidakpastian kebijakan perdagangan, para ekonom WTO sekarang memperkirakan kontraksi -0,2% dalam perdagangan barang dagangan pada tahun 2025,"ungkaporganisasi tersebut dalamlaporannya yang berjudul "Prospek Perdagangan Global dan Statistik Sekretariat WTO" seperti dikutip dari kantor beritaTASS, Kamis (17/4/2025).
Baca Juga: Tarif AS Menggila Capai 245 Persen, China Merapat ke Uni Eropa
Proyeksi dasar oleh organisasi tersebut menunjukkan bahwa pertumbuhan perdagangan barang dagangan dapat mencapai 2,7% tahun ini jika tarif dan ketidakpastian tetap rendah. Jika diberlakukan setelah jeda 90 hari, tarif timbal balik akan mengurangi pertumbuhan perdagangan barang dunia sebesar 0,6 poin persentase tambahan. Sementara ketidakpastian kebijakan perdagangan yang meluas akan memangkas 0,8 poin persentase lebih lanjut.
"Jika digabungkan, tarif timbal balik dan ketidakpastian kebijakan perdagangan yang meluas akan menyebabkan penurunan 1,5% dalam volume perdagangan barang dunia pada tahun 2025," kata laporan itu.
"Setelah menyesuaikan proyeksi dasar untuk memperhitungkan dampak tarif yang baru-baru ini diumumkan dan meningkatnya ketidakpastian kebijakan perdagangan, para ekonom WTO sekarang memperkirakan kontraksi -0,2% dalam perdagangan barang dagangan pada tahun 2025,"ungkaporganisasi tersebut dalamlaporannya yang berjudul "Prospek Perdagangan Global dan Statistik Sekretariat WTO" seperti dikutip dari kantor beritaTASS, Kamis (17/4/2025).
Baca Juga: Tarif AS Menggila Capai 245 Persen, China Merapat ke Uni Eropa
Proyeksi dasar oleh organisasi tersebut menunjukkan bahwa pertumbuhan perdagangan barang dagangan dapat mencapai 2,7% tahun ini jika tarif dan ketidakpastian tetap rendah. Jika diberlakukan setelah jeda 90 hari, tarif timbal balik akan mengurangi pertumbuhan perdagangan barang dunia sebesar 0,6 poin persentase tambahan. Sementara ketidakpastian kebijakan perdagangan yang meluas akan memangkas 0,8 poin persentase lebih lanjut.
"Jika digabungkan, tarif timbal balik dan ketidakpastian kebijakan perdagangan yang meluas akan menyebabkan penurunan 1,5% dalam volume perdagangan barang dunia pada tahun 2025," kata laporan itu.
Lihat Juga :