Rupiah Diprediksi Balik Menguat
Rabu, 11 September 2019 - 09:07 WIB
Rupiah Diprediksi Balik Menguat
A
A
A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan Rabu ini diprediksi berbalik menguat, seiring meredanya perang dagang Amerika Serikat dan China.
Kepala Riset Monex Investindo Futures, Ariston Tjendra, menerangkan resolusi perang dagang AS dan China semakin terbuka lebar, dengan kesediaan China memberi opsi pembelian produk pertanian AS dan mengubah praktik hak kekayaan intelektual yang dikeluhkan AS.
Imbal baliknya, AS tidak menerapkan tarif produk China dan memberikan keleluasaan untuk Huawei berbisnis di AS. Selain itu, harapan adanya stimulus moneter oleh bank sentral global juga mendorong para pelaku pasar masuk ke aset berisiko.
"Hari ini rupiah berpotensi menguat terhadap dolar Amerika Serikat dengan kisaran Rp14.000-Rp14.100 per USD," ujar Ariston Tjendra di Jakarta, Rabu (11/9/2019).
Selasa kemarin, rupiah ditutup mundur 18 poin atau 0,13% ke level Rp14.052 per USD, setelah sempat reli alias menguat selama empat hari beruntun. Penurunan rupiah disebabkan aksi profit taking.
Kepala Riset Monex Investindo Futures, Ariston Tjendra, menerangkan resolusi perang dagang AS dan China semakin terbuka lebar, dengan kesediaan China memberi opsi pembelian produk pertanian AS dan mengubah praktik hak kekayaan intelektual yang dikeluhkan AS.
Imbal baliknya, AS tidak menerapkan tarif produk China dan memberikan keleluasaan untuk Huawei berbisnis di AS. Selain itu, harapan adanya stimulus moneter oleh bank sentral global juga mendorong para pelaku pasar masuk ke aset berisiko.
"Hari ini rupiah berpotensi menguat terhadap dolar Amerika Serikat dengan kisaran Rp14.000-Rp14.100 per USD," ujar Ariston Tjendra di Jakarta, Rabu (11/9/2019).
Selasa kemarin, rupiah ditutup mundur 18 poin atau 0,13% ke level Rp14.052 per USD, setelah sempat reli alias menguat selama empat hari beruntun. Penurunan rupiah disebabkan aksi profit taking.
(ven)