Investor Lari dari Aset Berisiko, Rupiah Loyo di Rp14.060

Rabu, 11 September 2019 - 16:50 WIB
Investor Lari dari Aset...
Investor Lari dari Aset Berisiko, Rupiah Loyo di Rp14.060
A A A
JAKARTA - Nilai dolar Amerika Serikat (USD) kembali meningkat terhadap rupiah pada perdagangan Rabu (11/9/2019). Data Bloomberg mencatat mata uang kebanggaan kita loyo 8 poin atau 0,05% ke level Rp14.060 per USD.

Perdagangan pagi, rupiah dibuka melemah 5 poin atau 0,03% ke level Rp14.057, dibanding penutupan kemarin di Rp14.052 per USD. Rabu ini, rupiah berada di kisaran Rp14.047-Rp14.066 per USD.

Idem, rupiah di data Yahoo Finance, terdepresiasi 28 poin atau 0,19% ke level Rp14.055 per USD. Kemarin rupiah di level Rp14.027 per USD. Sepanjang hari ini, rupiah diperdagangkan di Rp14.027-Rp14.065 per USD.

Melansir dari Reuters, dolar mendapat dukungan menjelang pertemuan Bank Sentral Eropa, yang diharapkan memangkas suku bunga lebih lanjut. Namun ECB menunjukkan kehati-hatian, sehingga membuat investor lari dari aset berisiko dan kembali memilih mata uang safe haven.

"(ECB) belum ada yang benar-benar ingin berkomitmen. Padahal ketegangan perang dagang sudah mereda," kata Matt Simpson, analis pasar senior di Gain Capital di Singapura.

Sifat kehati-hatian ECB membuat dolar mengambil nafas. Indeks USD terhadap enam mata uang utama stabil di level 98,332. Hal ini membuat mata uang euro beringsut ke level USD1,1050 dan poundsterling melemah ke USD1,2356. Yen Jepang melemah ke 107,77 per USD, pelemahan tertinggi sejak 1 Agustus.
(ven)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Rupiah Pulang Merosot...
Rupiah Pulang Merosot ke Rp14.133 per USD
Rupiah Diprediksi Melanjutkan...
Rupiah Diprediksi Melanjutkan Penguatan
Rupiah Berpotensi Berbalik...
Rupiah Berpotensi Berbalik Menguat
Rupiah Diprediksi Kembali...
Rupiah Diprediksi Kembali Menguat
Hari Ini, Rupiah Diprediksi...
Hari Ini, Rupiah Diprediksi Kembali Menguat
Rupiah Melemah 60 Poin...
Rupiah Melemah 60 Poin ke Rp15.455 per USD
Berita Terkini
Bahas Efisiensi Anggaran...
Bahas Efisiensi Anggaran MBG, Purbaya dan Kepala BGN Baru Bakal Bertemu Minggu Depan
1 jam yang lalu
Bagaimana Public Listing...
Bagaimana Public Listing Mengubah Perusahaan Crypto?
2 jam yang lalu
Inflasi Kembali Muncul,...
Inflasi Kembali Muncul, Penting bagi Trader Mengamati Rilis CPI Berikutnya
2 jam yang lalu
Uang Beredar Tumbuh...
Uang Beredar Tumbuh 8,7%, Per Juni 2026 Tembus Rp10.432,8 Triliun
2 jam yang lalu
Pajak Ekonomi Digital...
Pajak Ekonomi Digital per Juni 2026 Capai Rp54,71 Triliun, Kripto Sumbang Rp2,09 T
3 jam yang lalu
Mengapa Didimax Menjadi...
Mengapa Didimax Menjadi Pilihan Banyak Trader? Ternyata ini Alasannya
3 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved