DPP KNPI Desak Pemerintah Realisasikan Maluku Sebagai Lumbung Ikan Nasional

Jum'at, 13 September 2019 - 22:30 WIB
DPP KNPI Desak Pemerintah...
DPP KNPI Desak Pemerintah Realisasikan Maluku Sebagai Lumbung Ikan Nasional
A A A
JAKARTA - Dewan Pimpinan Pusat Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPP KNPI) meminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) memanggil Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti untuk mendorong realisasi janji pemerintah pusat menjadikan Maluku sebagai Lumbung Ikan Nasional (LIN).

"Persoalan LIN ini sudah lama sebelum Susi jadi menteri. Jadi Presiden harus memanggil yang bersangkutan untuk menekankan soal janji ini jika kendalanya di menteri. Sebab adanya LIN digadang-gadang bisa membuat masyarakat Maluku sejahtera dan itu harus dipertimbangkan Presiden," kata Ketua DPP KNPI Haris Pratama dalam keterangan persnya, Jumat (13/9/2019).

DPP KNPI, tegas dia, dalam hal ini akan terus mendorong yang terbaik untuk masyarakat. Pihaknya juga telah meminta semua DPD KNPI mengawal kebijakan pemerintah pusat dan daerah demi kesejahteraan masyarakat.

Haris mengungkapkan, saat memberikan kuliah umum dan dialog publik di kampus Universitas Pattimura (Unipatti), Selasa (11/9) lalu, ia telah menyampaikan dukungannya terhadap langkah Gubernur Maluku Komjen Pol (Purn) Murad Ismail yang memperjuangkan agar sumber daya alam di Maluku bisa memakmurkan masyarat daerah tersebut.

"Yang sekarang sudah jelas, saya pernah lihat di beberapa daerah. Misalnya di Tual ada kapal Thailand, Filipina. Itu daerah Maluku, juga ada kapal-kapal asing lainnya yang ditangkap di Maluku," kata Haris.

Ia menilai, peran pemuda dan masyarakat dalam hal ini sangat dibutuhkan untuk mengawal masalah pemberdayaan sumber daya alam tersebut. "Jangan sampai ada mafia lain lagi yang ikut masuk. Kan sudah ada contoh pernah ada pabrik ikan ditutup karena mafia banyak. Tidak ada manfaatnya bagi masyarakat, jadi tugas KNPI dan pemuda Maluku menjaganya,” tegas Haris.

Sebelumnya, Ketua Caretaker DPD KNPI Maluku Abdussalam Hehanussa menilai pengelolaan laut di Maluku selama ini sangat tidak optimal bagi masyarakat lokal. Dia menyoroti kebijakan moratorium yang dikeluarkan Kementerian Kelautan dan Perikanan yang dinilai melemahkan nelayan kecil.

"Kami sangat tegas melawan kebijakan yang merugikan masyarakat Maluku. Harus ada semacam otonomi khusus yang membuat semua industri berinvestasi di Maluku agar ada dampak serapan tenaga kerja, ada ruang orang bisa mendapat hasil maksimal dalam aspek ekonomi dan ada daya beli masyarakat nelayan,” tandasnya.
(fjo)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
KKP Pastikan Pengelola...
KKP Pastikan Pengelola Kepulauan Widi Belum Kantongi Izin Menteri Kelautan dan Perikanan
Menteri Edhy Bertekad...
Menteri Edhy Bertekad Hidupkan Bitung Jadi Kawasan Ekonomi Khusus Perikanan
Di Hadapan Dunia, RI...
Di Hadapan Dunia, RI Tekankan Pentingnya Ekonomi Kelautan Pasca-Covid-19
Dongkrak Ekonomi, KKP...
Dongkrak Ekonomi, KKP Kembangkan Potensi Kelautan Perikanan di Banten
Kadin Ingin Sektor Kelautan...
Kadin Ingin Sektor Kelautan dan Perikanan Jadi Penopang Ekonomi
Pengungkit Ekonomi Masyarakat...
Pengungkit Ekonomi Masyarakat Biak, Sentra Kelautan dan Perikanan Terpadu Jadi Andalan
Berita Terkini
Harga Emas Antam Hari...
Harga Emas Antam Hari Ini Turun Rp30.000 per Gram, Cek Daftar Lengkapnya
16 menit yang lalu
Penunjukan Luke Thomas...
Penunjukan Luke Thomas Dinilai Mencerminkan Meritokrasi di DSI
1 jam yang lalu
Bukan Rp16.250, Harga...
Bukan Rp16.250, Harga Asli Pertamax Seharusnya Rp20.200 per Liter
2 jam yang lalu
Terbitkan Panda Bond,...
Terbitkan Panda Bond, Menkeu Purbaya Kantongi Dukungan China
3 jam yang lalu
Indonesia Raih Komitmen...
Indonesia Raih Komitmen Pendanaan AIIB USD17 Miliar, Bukti Kepercayaan pada Fiskal RI
3 jam yang lalu
Maskapai China Spring...
Maskapai China Spring Airlines Resmi Mengudara di Indonesia, Buka Rute Seminggu 3 Kali
13 jam yang lalu
Infografis
Kaleidoskop 2025: 6...
Kaleidoskop 2025: 6 Peristiwa Politik Nasional yang Menggemparkan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved