KEIN: Tingginya Impor dari China Beratkan Neraca Perdagangan

Senin, 16 September 2019 - 18:01 WIB
KEIN: Tingginya Impor...
KEIN: Tingginya Impor dari China Beratkan Neraca Perdagangan
A A A
JAKARTA - Komite Ekonomi dan Industri Nasional (KEIN) mengimbau pemerintah untuk terus mewaspadai defisit neraca perdagangan mengingat kinerja ekspor yang masih belum mampu menambal defisit sepanjang Januari hingga Agustus 2019. Salah satu hal yang memberatkan kinerja perdagangan adalah besarnya impor nonmigas dari China.

Wakil Ketua Komite Ekonomi dan Industri Nasional (KEIN) Arif Budimanta mengatakan, surplus neraca perdagangan pada Agustus 2018 yang sebesar USD0,085 miliar bukan akibat dari kinerja ekspor yang membaik dari bulan sebelumnya akan tetapi karena impor Agustus 2019 yang turun dari Juli 2019.

"Sehingga pemerintah tidak boleh lengah dengan data surplus yang terjadi pada Agustus ini. Karena masih ada pekerjaan rumah yakni menutupi defisit yang sangat dalam sebesar USD2,28 miliar yang terjadi pada April 2019," ucapnya di Jakarta, Senin (16/9/2019).

Arif menambahkankan, salah satu hal yang memberatkan kinerja neraca perdagangan adalah tingginya impor nonmigas dari salah satu negara mitra dagang terbesar, yakni China. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), impor nommigas China pada Agustus 2019 sebesar USD3,74 miliar sedangkan ekspor nonmigas Indonesia ke negara tersebut hanya sebesar USD2,27 miliar.

Kondisi itu meneruskan tren neraca perdagangan China dengan Indonesia yang pada 2017 ke 2018 mengalami pelebaran defisit, dari USD14,16 miliar menjadi USD20,84 miliar. Hal serupa juga terjadi pada periode Januari-Juli 2019 dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya, yang mana terjadi defisit yang semakin dalam yakni sebesar 7,01%.

"Defisit perdagangan yang semakin melebar dengan China sangat disayangkan karena harusnya Indonesia bisa memanfaatkan perang dagang yang terjadi antara negara itu dan Amerika Serikat (AS). Belum lagi secara penduduk pasar China lebih besar dari pada Indonesia, yang seharusnya menjadi peluang pasar ekspor Indonesia," ucapnya.

Sementara itu, lanjut Arif, neraca perdagangan nonmigas Indonesia dengan Amerika Serikat menunjukkan hasil yang positif dari Januari-Juli 2018 ke Januari-Juli 2019, dengan peningkatan ekspor sebesar 9,85%. Meskipun demikian, angka tersebut harus tetap dijaga agar penurunan ekspor nonmigas yang terjadi pada 2017 ke 2018 tidak terjadi lagi.

"Dengan demikian, kinerja positif neraca perdagangan Indonesia dengan Amerika Serikat harus tetap dipertahankan bahkan harus ditingkatkan," kata Arif.

Berdasarkan keadaan-keadaan tersebut, Arif berpendapat salah satu cara untuk memperbaiki kinerja neraca perdagangan ialah dengan mempersempit neraca dagang nonmigas dengan China. Beberapa cara dapat ditempuh untuk merealisasikan strategi tersebut.

Pertama ialah yakni dengan mengoptimalisasi penggunaan nontariff barrier dalam ASEAN-China Free Trade Area (ACFTA) untuk meningkatkan ekspor Indonesia. Kemudian, penerapan Standar Nasional Indonesia serta melengkapi produk-produk ekspor tersebut dengan bahasa China sehingga memudahkan proses ekspor.

Selanjutnya ialah penerapan sertifikasi halal bagi produk ekspor dan yang tidak kalah penting ialah memastikan seluruh transaksi dalam e-commerce dari negara mitra dagang adalah legal.
(fjo)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Dagang dengan China...
Dagang dengan China Hampir Selalu Defisit, Kenapa?
Beban Sejarah Defisit...
Beban Sejarah Defisit Perdagangan dan Melemahnya Dolar AS
Neraca Perdagangan Kuartal...
Neraca Perdagangan Kuartal I Surplus, Tapi Defisit Terhadap China
Genjot Industri Halal,...
Genjot Industri Halal, Sri Mulyani Beberkan 7 Hasil Rapat Pleno KNEKS
Industri Keuangan Syariah...
Industri Keuangan Syariah Bisa Bantu Pulihkan Ekonomi
Perdagangan RI dengan...
Perdagangan RI dengan AS Cetak Surplus, Namun Defisit Lawan China
Berita Terkini
Pajak Ekonomi Digital...
Pajak Ekonomi Digital per Juni 2026 Capai Rp54,71 Triliun, Kripto Sumbang Rp2,09 T
20 menit yang lalu
Mengapa Didimax Menjadi...
Mengapa Didimax Menjadi Pilihan Banyak Trader? Ternyata ini Alasannya
58 menit yang lalu
Kunjungi Rest Area Cipularang,...
Kunjungi Rest Area Cipularang, COO Danantara Puji Transformasi Layanan Tol Jasa Marga
1 jam yang lalu
Harga Emas Naik 5 Ribu...
Harga Emas Naik 5 Ribu Hari Ini, Termurah Dijual Rp1.370.000
1 jam yang lalu
Lippoland Kembangkan...
Lippoland Kembangkan OAZE sebagai Pusat Kehidupan Baru di Cikarang
2 jam yang lalu
Kuasai 25% Kekayaan...
Kuasai 25% Kekayaan Miliarder AS: 144 Imigran Terkaya Pecahkan Rekor Rp39.261 Triliun
2 jam yang lalu
Infografis
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved