Wall Street Jatuh Pasca Serangan ke Kilang Saudi Aramco

Selasa, 17 September 2019 - 08:18 WIB
Wall Street Jatuh Pasca...
Wall Street Jatuh Pasca Serangan ke Kilang Saudi Aramco
A A A
JAKARTA - Wall Street jatuh ketika sebagian besar saham energi melonjak, setelah serangan drone terhadap fasilitas kilang minyak milik Arab Saudi. Ditambah kekhawatiran investor seputar risiko geopolitik hingga potensi perlambatan ekonomi global.

Serangan terhadap Saudi Aramco yang merupakan eksportir minyak mentah terbesar di dunia mengirimkan harga minyak mentah mencuat lebih dari 20% sebelum akhirnya sedikit mereka. Hal itu setelah berbagai negara siap menggelontorkan cadangan darurat mereka untuk memastikan pasokan yang stabil.

Indeks energi 500 S&P yang merupakan salah satu sektor berkinerja terburuk sejauh tahun ini, melonjak 3,3% untuk mencetak keuntungan terbesar dalam satu hari sejak Januari. Saham Apache Corp (APA. N), Helmerich dan Payne (HP. N) dan Cimarex energi (XEC. N) melonjak antara 12% dan 17% serta memimpin di S&P 500.

Koalisi militer dipimpin Saudi yang memerangi gerakan Houthi Yaman mengatakan serangan itu dilakukan dengan senjata Iran. Pernyataan tersebut lantas meningkatkan prospek konflik global yang melibatkan Amerika Serikat dan Iran.

"Para investor AS menunggu dengan menahan napas tentang kemungkinan apa yang akan dilakukan AS bersama sekutunya," kata Jake dollarhide, Chief Executive Officer dari LONGBOW Asset Management di Tulsa, Oklahoma.

Antisipasi harga bahan bakar yang lebih tinggi menurunkan permintaan dari maskapai dan operator jalur pelayaran dengan indeks S&P 1500 Airlines. SPCOMALI merosot 2,1%, sementara Carnival Corp (CCL. N) jatuh 3,2%. Sementara indeks ritel kehilangan 1,4% karena terdampak oleh harga bahan bakar yang lebih tinggi.

"Serangan drone di Saudi telah berdampak pada bagaimana investor melihat keamanan dan stabilitas rantai pasokan energi global dan mendorong tingkat risiko reassessment," kata Peter Kenny, pendiri Kenny ' s Commentary LLC dan strategis Dewan solusi LLC di New York.

Saham perusahaan pertahanan Raytheon Co (RTN. N), Lockheed Martin Corp (LMT. N) dan Northrop Grumman Corp (NOC. N) naik lebih dari 2%. J.P. Morgan meningkatkan saham Raytheon.

Dow Jones Industrial Average tercatat mengalami penurunan 0,52% hingga berakhir pada level 27.076,82 poin, sedangkan indeks S&P 500 kehilangan 0,31% menjadi 2.997,96. Selanjutnya Komposit Nasdaq jatuh 0,28% menjadi 8.153,54.

Delapan dari 11 sektor utama indeks S&P terpantau lebih rendah. Wall Street melanjutkan reli panjang di tengah kemungkinan apakah Fed akan terus memotong suku bunga dan kemajuan dalam pembicaraan perdagangan AS-China. Baru-baru ini meredanya ketegangan perang dagang telah membawa indeka patokan S&P 500. SPX sekitar 1% di bawah rekor tertinggi.

Di antara penggerak lainnya, General Motors Co (GM. N) jatuh 4,2% setelah United Auto Workers mogok pada hari Minggu, untuk jadi kejatuhan pertama dalam 12 tahun. Volume perdagangan bursa AS mencapai 7.60 miliar saham, dibandingkan dengan rata-rata 6.80 miliar saham selama 20 hari perdagangan terakhir.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Wall Street Terdongkrak...
Wall Street Terdongkrak Diterpa Optimisme Pengembangan Vaksin Corona
Wall Street Berbalik...
Wall Street Berbalik Jatuh di Tengah Ancaman Trump Tutup Facebook dan Twitter
Wall Street Bangkit...
Wall Street Bangkit Ditopang Dua Raksasa Teknologi
Ditopang Saham-saham...
Ditopang Saham-saham Bank, Wall Street Dibuka Naik
Wall Street Turun Tajam...
Wall Street Turun Tajam Dihantam Aksi Jual Saham Teknologi
Wall Street Mixed Saat...
Wall Street Mixed Saat Dow dan S&P 500 Jatuh Dibayangi Kasus Baru Covid-19
Berita Terkini
Purbaya: Kebijakan Fiskal...
Purbaya: Kebijakan Fiskal 2027 Diarahkan Dorong Ekonomi Makin Tinggi, Rakyat Sejahtera Lebih Cepat
30 menit yang lalu
Anggaran Sekolah Rakyat...
Anggaran Sekolah Rakyat di Jember Tembus Rp221 Miliar, Punya Lapangan Bola Standar FIFA
1 jam yang lalu
Darurat Rupiah, BI Kembali...
Darurat Rupiah, BI Kembali Kerek Suku Bunga Acuan Jadi 5,50% dan Rilis 4 Operasi Moneter
1 jam yang lalu
Kenaikan Kurs Dolar...
Kenaikan Kurs Dolar dan Harga Energi Hantam Industri Galangan Kapal Nasional
2 jam yang lalu
Begini Hasil Pertemuan...
Begini Hasil Pertemuan Dasco dan Bos Himbara, Dirut BNI: Fundamental Bagus, Tak Perlu Cemas
2 jam yang lalu
Chatib Basri: Tugas...
Chatib Basri: Tugas Menteri Keuangan Sebetulnya Gampang! Potong, Naikkan, Pinjam
2 jam yang lalu
Infografis
Daftar Juara Liga Indonesia...
Daftar Juara Liga Indonesia dari Masa ke Masa: Persib Ukir Sejarah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved