Penanganan Berlapis Tumpahan Minyak, Pertamina Lakukan Sesuai Standar Global

Kamis, 19 September 2019 - 13:33 WIB
Penanganan Berlapis...
Penanganan Berlapis Tumpahan Minyak, Pertamina Lakukan Sesuai Standar Global
A A A
JAKARTA - Penanganan tumpahan minyak di perairan Karawang, Jawa Barat yang dilakukan PT. Pertamina dalam dua bulan terakhir dinilai sudah sesuai dengan standar industri migas di berbagai belahan dunia. Direktur Eksekutif Reforminer Institute Komaidi Notonegoro mengatakan, sudah seharusnya Pertamina melakukan penanganan berlapis seperti saat ini.

Yakni tidak hanya berusaha menutup sumur YYA-1 yang menjadi pusat kebocoran, namun juga membuat barikade agar tumpahan minyak tidak meluas, di antaranya melalui barikade oil boom. "Sudah tepat, sesuai dengan SOP (standart operational procedure) global,” kata Komaidi di Jakarta.

Ditambah Pertamina proaktif dalam membersihkan ceceran minyak yang terbawa ombak hingga ke pantai, termasuk lewat pemberdayaan yang dilakukan kepada nelayan. “Yang dilakukan Pertamina sudah proaktif, baik aspek teknis maupun aspek demografis dengan menata masyarakat itu sendiri,” ujarnya melalui keterangan tertulis.

Terkait SOP global, Komaidi menegaskan bahwa penanganan memang harus dilakukan dengan segera, termasuk melakukan evakuasi jika memang diperlukan. Pertamina, lanjut dia, sudah melakukan semua itu. BUMN tersebut dinilai sigap bertindak, termasuk melakukan evakuasi atau relokasi bagi warga yang terdampak.

Sambung dia menerangkan, tidak sependapat jika saat ini dilakukan investigasi dan pembukaan data, karena yang harus dilakukan adalah menyelesaikan persoalan darurat terlebih dahulu yaitu menutup kebocoran. Kalaupun terdapat konsekuensi lain, imbuhnya bisa dilakukan setelah proses-proses yang mendesak selesai dilakukan.

Menurut Komaidi, jika investigasi dilakukan paralel, dikhawatirkan malah tidak optimal, baik untuk investigasnya maupun proses penanganan kebocoran yang sekarang sedang dilakukan. "Begitu juga terkait data,benar bahwa hak pubik untuk meminta, tetapi dalam konteks ini, perlu waktu dan tidak harus sekarang karena dikhawatirkan tidak menyelesaikan masalah," paparnya.

Hingga saat ini, Pertamina terus fokus menangani tumpahan minyak. Untuk menutup sumur YYA-1 yang bocor, BUMN tersebut melakukan pengeboran miring (relief well) di dekat sumur tadi. Pengeboran relief well dilakukan, untuk mencapai sumur YYA-1 sebagai target. Dan sampai saat ini, proses pengeboran sudah mencapai kedalaman 8.900 kaki dari target 9 ribu kaki.

“Kecepatan pengeboran juga sesuai standar. Upaya ini juga istimewa, karena di dasar laut. Pertamina tidak membiarkan berlarut-larut, karena memang terdapat risikonya ke ekosistem laut,” terang Komaidi.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Bersihkan Sisa Ceceran...
Bersihkan Sisa Ceceran Minyak, Pertamina Hulu Energi Sinergi dengan Stakeholder
Respons Adanya Ceceran...
Respons Adanya Ceceran Minyak, PHE ONWJ Gelar Pembersihan di Kepulauan Seribu
PHE ONWJ Tuntaskan Fase...
PHE ONWJ Tuntaskan Fase Kritis Proyek OO-OX, Siap Tambah Produksi 3.000 BOPD
Resmi Pensiun, Kapal...
Resmi Pensiun, Kapal Arco Ardjuna Tampung 1,28 Miliar Barel Minyak
PHE ONWJ Gercep Tangani...
PHE ONWJ Gercep Tangani Ceceran Minyak, Bupati Karawang Minta 3 Minggu Sudah Bersih
Inovasi Digital PHE...
Inovasi Digital PHE OSES Berhasil Optimalkan Produksi Minyak
Berita Terkini
Inflasi Kembali Muncul,...
Inflasi Kembali Muncul, Penting bagi Trader Mengamati Rilis CPI Berikutnya
27 menit yang lalu
Uang Beredar Tumbuh...
Uang Beredar Tumbuh 8,7%, Per Juni 2026 Tembus Rp10.432,8 Triliun
29 menit yang lalu
Pajak Ekonomi Digital...
Pajak Ekonomi Digital per Juni 2026 Capai Rp54,71 Triliun, Kripto Sumbang Rp2,09 T
1 jam yang lalu
Mengapa Didimax Menjadi...
Mengapa Didimax Menjadi Pilihan Banyak Trader? Ternyata ini Alasannya
1 jam yang lalu
Kunjungi Rest Area Cipularang,...
Kunjungi Rest Area Cipularang, COO Danantara Puji Transformasi Layanan Tol Jasa Marga
2 jam yang lalu
Harga Emas Naik 5 Ribu...
Harga Emas Naik 5 Ribu Hari Ini, Termurah Dijual Rp1.370.000
2 jam yang lalu
Infografis
Gubernur DKI Dorong...
Gubernur DKI Dorong Pasar di Jakarta Lakukan Digitalisasi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved