BI Terbitkan Surat Berharga Komersial Demi Jaga Likuiditas Pasar Keuangan

Rabu, 25 September 2019 - 17:28 WIB
BI Terbitkan Surat Berharga...
BI Terbitkan Surat Berharga Komersial Demi Jaga Likuiditas Pasar Keuangan
A A A
JAKARTA - Bank Indonesia (BI) menerbitkan instrumen bernama Surat Berharga Komersial (SBK) untuk memperdalam produk pasar keuangan. Instrumen tersebut juga diterbitkan untuk memberikan opsi bagi pelaku pasar untuk membantu pembiayaan yang masuk dalam skema jangka pendek.

“Pendekatan kami dari BI ingin dekat dengan pasar, saya menekankan sinergi dengan market dam regulator yang aplicable terhadap tujuan kita. BI ingin perdalam pasar agar semakin kokoh," ujar Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Destry Damayanti di Bursa Efek Indonesia, Rabu (25/9/2019).

Lebih lanjut Ia menerangkan, ingin likuiditas di pasar tercipta pembiayaan yang smooth, baik dalam jangka pendek, menengah dan panjang. Adapun instrumen SBK bukan merupakan barang baru. Bank Indonesia sebelumnya telah memiliki instrumen serupa dengan nama Commercial Paper.

Instrumen tersebut sebelumnya banyak dikeluarkan oleh perusahaan atau BUMN pada kurun waktu 1997 hingga 2000-an. Terakhir instrumen tersebut diterbitkan pada 2005. Namun, demikian instrumen tersebut kemudian tak lagi banyak dipilih karena banyak terjadi persoalan.

Destry mengakui, ada beberapa tantangan yang harus dihadapi dalam penerapan SBT dimana salah satunya trauma pada masa penerbitan commercial paper (CP) yang masih belum sempurna. Salah satunya terkait tata kelola penerbitan instrumen yang masih belum baik. Akibatnya banyak terjadi mismatch pembiayaan, currency missmatch dan munculnya potensi pemalsuan karena diterbitkan dalam bentuk warkat.

Akan tetapi Ia menyatakan, penerbitan instrumen SBK tersebut kini sudah lebih baik dibandingkan instrumen yang sama pada tahun lampau. Sambung dia menerangkan, untuk pendalaman pasar keuangan sangat dibutuhkan karena Indonesia kekurangan referensi instrumen jangka pendek.

"Utamanya untuk instrumen yang kurang dari 1 tahun. Kami mau isi kekosongan di likuiditas pasar itu. Padahal melalui SBK, target stabilitas nilai tukar terjaga dan memberi imbas juga pada perbaikan ekonomi ke depan. Hal ini mengingat kondisi global yang tidak pasti masih cukup tinggi," jelasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Banyak Beud! Uang Beredar...
Banyak Beud! Uang Beredar Tembus Rp6.900,0 Triliun
BI Beli Surat Berharga...
BI Beli Surat Berharga Syariah Negara Rp1,7 Triliun
Bank Sentral Siapkan...
Bank Sentral Siapkan Instrumen Investasi Berjangka Pendek
Pertama di Indonesia,...
Pertama di Indonesia, BNI Terbitkan AT-1 Bond
BRI Terbitkan Surat...
BRI Terbitkan Surat Berharga Komersial, Perkuat Likuiditas dan Dukung Pendalaman Pasar Keuangan Nasional
BI Pembeli Siaga, Bisa...
BI Pembeli Siaga, Bisa Beli SBN di Pasar Perdana hingga 2021
Berita Terkini
Dana Pensiun PNS Malaysia...
Dana Pensiun PNS Malaysia Jadi Korban eFishery, Kerugian Capai Rp855 Miliar
46 menit yang lalu
Harga Emas Antam Hari...
Harga Emas Antam Hari Ini Stagnan Rp2,61 Juta per Gram, Berikut Rinciannya
1 jam yang lalu
Inflasi AS Turun Jadi...
Inflasi AS Turun Jadi 3,5%, Bitcoin dan Ethereum Berpeluang Menguat
2 jam yang lalu
Biaya Nongkrong Kian...
Biaya Nongkrong Kian Mahal, Bikin Orang Enggan Bertemu
3 jam yang lalu
AS-Iran Saling Gempur,...
AS-Iran Saling Gempur, Harga Minyak Dunia Melonjak Tembus USD88 per Barel
4 jam yang lalu
Dulu Dijajah Belanda,...
Dulu Dijajah Belanda, Kini Digerus Impor? Mantan Menkeu Ungkap Jurus Jitu Cetak Ekonomi Tumbuh 8%
14 jam yang lalu
Infografis
Gubernur DKI Dorong...
Gubernur DKI Dorong Pasar di Jakarta Lakukan Digitalisasi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved