Rupiah Berakhir Loyo Justru Saat Dolar Tertekan
Kamis, 26 September 2019 - 17:38 WIB
Rupiah Berakhir Loyo Justru Saat Dolar Tertekan
A
A
A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada akhir perdagangan, Kamis (26/9/2019) ditutup loyo untuk melanjutkan tren negatif sejak sesi perdagangan, kemarin. Kejatuhan kurs rupiah justru terjadi saat dolar AS mengalami tekanan untuk berada dalam posisi lebih rendah saat investor masih mencermati seputar sinyal dalam negosiasi perdagangan AS dan China.
Data Yahoo Finance menunjukkan rupiah jatuh ke level Rp14.175/USD atau memburuk apabila dibandingkan sesi sebelumnya Rp14.145/USD. Pergerakan harian rupiah pada perdagangan hari ini berada pada kisaran Rp14.130 hingga Rp14.175/USD.
Posisi rupiah melihat data Bloomberg, pada perdagangan spot exchange juga anjlok menjadi Rp14.165 per USD dari sesi penutupan Rabu, kemarin Rp14.151/USD. Rupiah hari ini bergerak di antara Rp14.149-Rp14.165/USD.
Sementara berdasarkan data SINDOnews bersumber dari Limas, rupiah hingga sesi sore terlihat tergelincir hingga menjadiR p14.155/USD . Raihan tersebut sedikit lebih rendah dari sebelumnya yang bertengger pada posisi Rp14.152/USD.
Menurut kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah tertahan pada zona merah di posisi Rp14.162 per USD untuk kembali jatuh. Posisi ini memperlihatkan rupiah lesu usai kemarin berada di Rp14.134/USD.
Di sisi lain seperti dilansir Reuters, Dolar berangsur lebih rendah walaupun masih tetap berada di dekat posisi tertinggi saat investor masih mencermati sinyal dari Presiden AS Donald Trump terkait kesepakatan perdagangan dengan China. Pasar Valuta Asing di Eropa terlihat tenang, saat ketahanan dolar minggu ini menjadi tanda kegugupan investor tentang pandangan global.
Indeks dolar yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, berakhir menyusut 0,1% pada posisi 98,985. Tetapi raihan tersebut hanya sedikit menjauh dari posisi tertinggi dua pekan di 99,37 pada awal bulan ini.
Selanjutnya euro menanjak naik 0,1% menjadi 1,0947 saat berhadapan dengan USD. Sedangkan Yen Jepang yang dianggap sebagai mata uang Safe Haven, mencetak kenaikan hanya 0,1% menjadi 107,68 per dolar.
Data Yahoo Finance menunjukkan rupiah jatuh ke level Rp14.175/USD atau memburuk apabila dibandingkan sesi sebelumnya Rp14.145/USD. Pergerakan harian rupiah pada perdagangan hari ini berada pada kisaran Rp14.130 hingga Rp14.175/USD.
Posisi rupiah melihat data Bloomberg, pada perdagangan spot exchange juga anjlok menjadi Rp14.165 per USD dari sesi penutupan Rabu, kemarin Rp14.151/USD. Rupiah hari ini bergerak di antara Rp14.149-Rp14.165/USD.
Sementara berdasarkan data SINDOnews bersumber dari Limas, rupiah hingga sesi sore terlihat tergelincir hingga menjadiR p14.155/USD . Raihan tersebut sedikit lebih rendah dari sebelumnya yang bertengger pada posisi Rp14.152/USD.
Menurut kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI, rupiah tertahan pada zona merah di posisi Rp14.162 per USD untuk kembali jatuh. Posisi ini memperlihatkan rupiah lesu usai kemarin berada di Rp14.134/USD.
Di sisi lain seperti dilansir Reuters, Dolar berangsur lebih rendah walaupun masih tetap berada di dekat posisi tertinggi saat investor masih mencermati sinyal dari Presiden AS Donald Trump terkait kesepakatan perdagangan dengan China. Pasar Valuta Asing di Eropa terlihat tenang, saat ketahanan dolar minggu ini menjadi tanda kegugupan investor tentang pandangan global.
Indeks dolar yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, berakhir menyusut 0,1% pada posisi 98,985. Tetapi raihan tersebut hanya sedikit menjauh dari posisi tertinggi dua pekan di 99,37 pada awal bulan ini.
Selanjutnya euro menanjak naik 0,1% menjadi 1,0947 saat berhadapan dengan USD. Sedangkan Yen Jepang yang dianggap sebagai mata uang Safe Haven, mencetak kenaikan hanya 0,1% menjadi 107,68 per dolar.
(akr)