IHSG Terus Tertekan ke 6.155, Rupiah Tertahan di Rp14.197
Selasa, 01 Oktober 2019 - 12:33 WIB
IHSG Terus Tertekan ke 6.155, Rupiah Tertahan di Rp14.197
A
A
A
JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terus melemah pada awal Oktober ini. Pada sesi I perdagangan Selasa (1/10/2019), IHSG melemah 13,64 poin atau 0,22% ke 6.155,46.
Awal perdagangan, IHSG dibuka melanjutkan pelemahan dengan turun 5,12 poin atau 0,08% ke level 6.163,98. Sepanjang awal perdagangan hingga sesi I, IHSG diperdagangkan di 6.154,39-6.176,61.
Dari 546 saham yang diperdagangkan, 211 tertekan, 158 stagnan, dan 177 menguat. Nilai transaksi saham Rp3,33 triliun dari 9,76 miliar lembar saham. Transaksi bersih asing -Rp49,22 miliar, dengan aksi jual asing Rp505,16 miliar dan aksi beli asing Rp455,94 miliar.
Sementara itu, kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada siang ini di pasar spot Bloomberg, tertahan dengan melemah 2 poin atau 0,02% ke level Rp14.197 per USD. Awal perdagangan, rupiah dibuka rebound 5 poin ke level Rp14.190 per USD, dibanding Senin lalu di Rp14.190 per USD.
Dolar AS mengambil keuntungan menjelang pengumuman data manufaktur Amerika Serikat bulan September yang diprediksi ekspansif. Selain itu, pernyataan dari Federal Reserve yang optimis akan data ekonomi AS. Melansir dari Reuters, indeks USD naik ke level 99,402 terhadap enam mata uang utama.
Awal perdagangan, IHSG dibuka melanjutkan pelemahan dengan turun 5,12 poin atau 0,08% ke level 6.163,98. Sepanjang awal perdagangan hingga sesi I, IHSG diperdagangkan di 6.154,39-6.176,61.
Dari 546 saham yang diperdagangkan, 211 tertekan, 158 stagnan, dan 177 menguat. Nilai transaksi saham Rp3,33 triliun dari 9,76 miliar lembar saham. Transaksi bersih asing -Rp49,22 miliar, dengan aksi jual asing Rp505,16 miliar dan aksi beli asing Rp455,94 miliar.
Sementara itu, kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada siang ini di pasar spot Bloomberg, tertahan dengan melemah 2 poin atau 0,02% ke level Rp14.197 per USD. Awal perdagangan, rupiah dibuka rebound 5 poin ke level Rp14.190 per USD, dibanding Senin lalu di Rp14.190 per USD.
Dolar AS mengambil keuntungan menjelang pengumuman data manufaktur Amerika Serikat bulan September yang diprediksi ekspansif. Selain itu, pernyataan dari Federal Reserve yang optimis akan data ekonomi AS. Melansir dari Reuters, indeks USD naik ke level 99,402 terhadap enam mata uang utama.
(ven)
Lihat Juga :